150. 27 thn

955 81 24
                                        

Rony masih berdiri di ambang pintu, satu tangan di gagang, satu lagi di saku celana. Wajahnya jelas masih manyun, walaupun tidak separah tadi.

Salma menatapnya beberapa detik, lalu akhirnya masuk pelan tanpa nunggu diundang.

"Mas, minggir dikit," katanya santai.

Rony langsung geser sedikit, tapi sambil ngomel pelan, "Mas lagi ngambek, loh."

Salma duduk di pinggir kasur, menepuk tempat di sebelahnya. "Iya, tau."

Rony tetap berdiri.

Salma melirik. "Duduk." Rony geleng.

Salma tahan senyum. "Mas."

Rony melipat tangan. "Nggak mau."

Salma sekarang benar-benar hampir ketawa. "Ini apaan sih? Kayak Nadira kalau nggak dibeliin es krim."

"Ini beda, ini luka batin " balas Rony cepat.

Salma langsung nutup mulut, bahunya naik turun nahan tawa. "Iya iya, maaf luka batin."

Rony melirik tajam. "Kamu ketawa lagi."

"Aku nggak ketawa," jawab Salma, padahal jelas senyum.

"Ketawa."

"Enggak."

"Ketawa."

"Ya udah dikit," akhirnya Salma nyerah.

Rony mendengus pelan, lalu jalan ke arah lemari, pura-pura sibuk buka tutup sesuatu.

Salma memperhatikan, lalu bersandar santai di kasur. "Mas..." Nggak ada jawaban.

"Mas..."

"Apa?"

"Sini."

"Nggak mau."

Salma menghela napas panjang, tapi kali ini nadanya lembut. "Mas, aku beneran nggak sengaja."

Rony tetap nggak nengok. "Iya, tau."

"Tapi kamu marah."

"Mas nggak marah."

Salma langsung nyeletuk, "Bohong."

Rony langsung nengok. "Mas nggak marah!"

"Itu nada orang marah."

"Itu nada orang kecewa," ralat Rony cepat.

Salma diam sebentar. Kali ini dia benar-benar menatap Rony lebih serius. "Kecewa banget?"

Rony terdiam sebentar, lalu buang muka lagi. "Lumayan."

Salma menggigit bibirnya pelan. "Segitu pentingnya, ya?"

Rony ketawa kecil, tapi pahit. "Ya menurut kamu?" Salma nggak langsung jawab.

Rony lanjut, masih sambil ngambek, "Mas tuh nggak pernah nyiapin sesuatu selama ini. Paling ya beli kado, makan, selesai."

Ia akhirnya duduk di kursi, agak jauh dari Salma. "Ini pertama kalinya Mas niat... banget," lanjutnya pelan.

Salma memperhatikan, ekspresinya berubah makin lembut.

"Dan gagal cuma gara-gara notifikasi," tambah Rony, makin gemas sendiri.

Salma nggak tahan, senyum lagi.

Rony langsung nunjuk. "Nah! Itu lagi!"

"Aduh maaf," Salma cepat-cepat nutup mulut. "Tapi Mas lucu banget sih kalau ngambek."

Rony langsung berdiri lagi. "Ya udah, Mas keluar aja."

"Loh loh loh!" Salma langsung bangun, cepat narik tangan Rony.

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang