149. gagal setengah

1K 85 21
                                        

Pagi itu seharusnya berjalan seperti biasa hangat, penuh tawa, dan ocehan Nadira yang nggak ada habisnya. Tapi ada satu hal yang terasa berbeda.

Rony.

Ia duduk di meja makan, tapi tidak seperti biasanya. Tangannya memang memegang cangkir kopi, tapi pikirannya jelas bukan di sana. Tatapannya sesekali kosong, lalu tiba-tiba tersenyum sendiri, lalu kembali serius.

Salma yang sedang mengoleskan selai ke roti langsung melirik, sekali, dua kali, lama-lama keningnya berkerut.

"Mas" panggilnya pelan.

"Hmm?" Rony refleks menoleh, sedikit terlalu cepat.

Salma menyipitkan mata. "Kamu kenapa?"

"Kenapa apanya?" Rony pura-pura santai, langsung minum kopi lagi.

Salma tidak langsung jawab. Ia menatap suaminya lebih dalam, seperti mencoba membaca sesuatu yang disembunyikan.

"Kamu aneh."

Nay yang sedang scroll ponsel langsung mendongak. "Nah, nay juga ngerasa gitu."

El berhenti mengunyah. "Iya, Yah. Dari tadi Ayah kayak lagi mikir sesuatu banget."

Nadira yang lagi makan sereal ikut nimbrung tanpa ngerti sepenuhnya. "Aneh itu sakit ya?"

Semua menahan tawa, tapi fokus tetap ke Rony.

Rony berdeham. "Nggak ada apa-apa. Ayah cuma lagi mikirin kerjaan."

Salma langsung nyeletuk cepat. "Bohong."

Rony kaget. "Lho?"

"Kamu kalau mikirin kerjaan nggak kayak gini. Biasanya kamu serius terus. Ini kamu malah senyum-senyum sendiri. Habis itu bengong lagi."

El langsung angkat alis. "Nah loh. Kena analisis Bunda."

Nay mencondongkan badan. "Fix. Ini bukan kerjaan."

Nadira langsung ikut dramatis. "Ayah pasti punya rahasiaaa!"

Rony mulai gelisah. "Ya ampun, kalian ini"

Salma melipat tangan di dada, nada suaranya berubah sedikit serius. "Mas, jujur aja. Kamu nyembunyiin apa dari aku?"

Suasana meja makan langsung berubah. Rony terdiam dan justru diamnya itu bikin semuanya makin curiga.

Salma menarik napas pelan. "Mas, kamu nggak pernah kayak gini. Jadi kalau kamu diem itu artinya ada sesuatu."

Rony membuka mulut, tapi menutupnya lagi.

El memperhatikan wajah ayahnya, lalu pelan-pelan berdiri dari kursinya. "Yah, sini bentar."

Rony menoleh. "Apa, El?"

El memberi kode kecil dengan dagunya. "Ngobrol bentar."

Rony ragu sebentar, lalu akhirnya berdiri. "Ayah ke belakang dulu ya."

Nadira langsung teriak, "Nah kan! Rahasia!"

Di teras belakang, suasana jauh lebih tenang. El bersandar di tiang, menatap ayahnya dengan ekspresi serius tapi santai.

"Yah, ada apa sih sebenernya?" katanya pelan

Rony menghela napas panjang, lalu mengusap wajahnya. "Ayah tuh bukan nggak mau cerita. Tapi Ayah lagi nyiapin sesuatu."

El menyipitkan mata. "Buat Bunda?"

Rony menoleh, sedikit kaget. "Kok kamu tau?"

El nyengir kecil. "Ayah tuh gampang dibaca kalau soal Bunda."

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang