129. kencan gagal

966 77 13
                                        

Sore itu, setelah seharian sibuk, Rony mendekati Salma yang sedang duduk membaca buku di ruang keluarga.
"Sayang," suaranya lembut, "malam ini... mau nggak kita keluar berdua? Dinner romantis, cuma kita."

Salma menoleh, tersenyum manis. "Kencan, gitu maksudnya?" 

Rony mengangguk dengan tatapan penuh arti. "Iya. Kencan. Udah lama kita nggak berdua aja."

Salma menutup bukunya, matanya berkilau. "Mau banget." 

Rony mendekat, duduk di sebelah Salma di sofa. Tangannya menyentuh buku yang tadi dibaca istrinya, lalu ia taruh di meja. "mas serius sayang... rasanya kangen duduk di meja berdua aja sama kamu. Tanpa Nay, tanpa El, tanpa Nadira yang tiba-tiba nyelonong ikut."

Salma terkekeh kecil. "Kamu nggak sayang sama anak-anak, gitu?" 

Rony mengangkat alis, pura-pura terkejut. "Hei, tentu saja sayang. Tapi aku juga harus punya hak istimewa dong, bisa punya istri cantik yang jadi milik aku aja... walau cuma semalam."

Salma menahan senyum, menepuk lengan Rony. "Kamu tuh ya... gombalnya nggak pernah habis." 

Rony mencondongkan tubuh, suaranya pelan. "Gombal? Itu namanya ungkapan hati."

Salma menatap suaminya, geli sekaligus terharu. "Kamu ini udah jadi CEO besar, umur udah 50, masih aja kayak anak kuliahan kalau soal merayu." 

Rony langsung menepuk dada dengan bangga. "Ya jelas. Dulu kan setelah nikah aku sukses ngedapetin kamu gara-gara rayuan aku. Kalau sekarang berhenti, bisa bahaya."

Salma pura-pura memasang wajah serius. "Bahaya kenapa?"

Rony berdeham, mendekat lebih rapat. "Bahaya kalau ada cowok lain yang berani rayu kamu. Jadi aku harus tetap konsisten jadi juara dunia rayuan untuk Salma satu-satunya."

Salma ngakak, tapi pipinya memerah juga. "Kamu tuh bener-bener ya"

Rony menatapnya lekat-lekat, nada suaranya lebih lembut. "Serius, sayang. Aku tau kamu sibuk sama Nadira, sibuk urus toko kue, kadang sampe lupa mikirin diri sendiri. Aku juga sibuk sama kantor, sama project baru. Tapi aku nggak mau kita cuma ketemu di meja makan rame-rame, ngobrolnya sambil terpotong karena anak-anak rebutan sendok."

Salma mengangguk pelan, matanya melembut. "Aku ngerti, mas. Aku juga kangen. Kangen ngobrol tanpa interupsi, kangen liat kamu nggak sibuk pegang iPad atau laptop, cuma liat aku."

Rony tersenyum, langsung meraih tangan istrinya dan menciumnya. "Nah, itu yang aku mau. Malam ini aku udah booking restoran fancy. Candle light dinner, musik piano, semuanya udah siap. Tinggal kamu, ratu aku, siap berdandan cantik."

Salma menutup mulut menahan tawa. "Ya ampun, mas Rony. Kamu lebay banget."

"Lebay demi kamu boleh dong. Aku bahkan siap pake jas paling ganteng kalau itu bikin kamu senyum."

Salma berpura-pura berpikir. "Hmm... tapi kalau Nadira tau, dia pasti protes. Katanya Ayah jahat, ninggalin adek di rumah." 

Rony menepuk jidat. "Jangan sebut nama dia dulu. Kalau bisa, kita kabur diam-diam. Ini misi rahasia Ayah-Bunda."

Salma sudah ngakak lagi, menunduk sambil menggeleng. "Astaga, kayak agen rahasia aja." 

Rony mencondongkan badan, berbisik di telinganya. "Misi rahasia, menculik hati istri sendiri untuk kesekian kalinya."

Salma menoleh cepat, menepuk bahu suaminya sambil senyum malu. "Ya ampun, mas. Kalau kamu kayak gini, aku bisa jatuh cinta ulang tiap hari tau."

Rony langsung menatap serius, walau matanya berkilat nakal. "Ya memang itu target aku, sayang. Biar kamu jatuh cinta terus. Karena aku juga tiap bangun tidur masih jatuh cinta sama kamu lagi."

NIKAH KONTRAK 🍣Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang