Jam sudah menunjukkan pukul 19.30. Nadira tengah fokus main ditemani boneka kesayangannya. El dan Nay masih asyik di kamar masing-masing yang satu ngedit video dokumentasi ulang tahun, yang satu lagi scroll TikTok sambil pakai masker wajah.
Salma mengintip dari celah pintu kamar, lalu berbalik ke arah Rony yang sedang duduk di tepi tempat tidur, memandangi kunci motor baru di tangannya.
"Yuk, sekarang aja. Mumpung rumah tenang," bisik Salma dengan mata berbinar.
Rony tersenyum, tapi masih ragu. "Yakin? Jangan-jangan mereka tiba-tiba keluar nyari cemilan terus liat kita ilang..."
"Kita cuma bentar. Mereka juga nggak bakal sadar. El lagi pakai headphone, Nay pasti keasyikan rebahan," jawab Salma sambil sudah mengganti baju jadi jaket dan celana jeans.
Rony berdiri, menatap istrinya penuh takjub. "Kamu bener-bener ngajak kabur, nih?"
"Yup. Quality time darurat, Pak Suami," bisik Salma sambil menyusup pelan ke arah garasi.
Mereka berdua menuruni tangga setengah berjinjit, seperti sepasang remaja yang kabur tengah malam. Rony bahkan sempat berhenti di anak tangga terakhir, berbisik, "Ssst... suara lantainya bunyi!"
Salma menahan tawa. "Kamu ini... kayak anak anak "
"Ya iyalah, yang ngajak kabur ibu dari anak anak ku juga," jawab Rony pelan, membuat Salma mencubit lengannya gemas.
Begitu sampai di garasi, Salma buru-buru membuka pintu garasi perlahan, sambil menahan napas. Rony menuntun motornya keluar tanpa menyalakan mesin.
Begitu di luar pagar rumah, barulah Rony memutar kunci dan menghidupkan mesin Harley-nya. Suara menggeram lembut langsung memenuhi malam.
Salma naik ke jok belakang, memeluk Rony dari belakang, kepalanya bersandar di bahunya.
"Dua puluh menit aja ya... kita muter sebentar, ngerasain angin malam berdua."
Rony mengangguk. "Dua puluh menit yang bakal aku ingat terus."
Mereka meluncur perlahan ke jalanan malam. Tak ada ponsel, tak ada distraksi, hanya mereka berdua dan suara motor. Malam yang sepi, hati yang ramai.
Mereka tidak tahu bahwa dua puluh menit kemudian, anak-anak mereka akan menyusul dan rahasia kecil mereka akan gagal total.
Tapi saat itu... dunia seakan cuma punya mereka berdua.
Rony dan Salma menikmati hembusan angin, lampu-lampu jalan yang berpendar, dan keheningan yang langka. Hanya suara mesin Harley dan degup tenang di antara mereka.
Salma berteriak pelan, dari jok belakang
“Gila, ini rasanya kayak honeymoon tengah malam, ya…”
Rony tertawa kecil
“Bedanya kali ini kita nggak kabur dari rumah orang tua. Kita kabur dari anak-anak sendiri.”
“kebalik, ya? Dulu takut dimarahin orang tua, sekarang takut ditanya El sama Nay, ‘Ayah bunda ke mana?’”
“Kalo ketahuan kita kabur romantisan gini, pasti digodain seumur hidup.” ucap rony
“Makanya jangan kasih jejak. Kita pulang nanti pura-pura dari dapur.” jawab Salma
“haha sayaang, naik Harley suaranya gini, mana bisa pura-pura dari dapur?” ucap rony terkekeh
Salma tergelak “Yaudah, bilang aja ke warung... warung yang jauh... di Bandung.”
“Warung cinta, buka tiap malam, cuma buat dua orang aja.” ucapnya
Rony menoleh sedikit ke belakang, mata mereka bertemu sebentar
KAMU SEDANG MEMBACA
NIKAH KONTRAK 🍣
RomansaRony aksara parulian seorang artis terkenal yang menikah dengan Salma alletha demi menutupi skandal cinlok dengan artis lain . Akankah pernikahan mereka berlanjut dan menimbulkan perasaan cinta diantara keduanya atau sesuai dengan keputusan awal ko...
