62 | Ide dan Realitas

3K 329 72
                                        

Ide dan realitas.

Dua hal yang sangat berbeda, namun terkadang bisa bersatu padu dalam sebuah harmoni yang indah.

Realitas adalah suatu kenyataan yang benar-benar terjadi dan dialami. Sedangkan ide .... Ide adalah suatu hal yang hanya hidup di kepala: bayangan, keyakinan, atau mimpi yang belum tentu menjadi kenyataan.

Pada umunya, orang-orang akan menganggap bahwa kedua hal tersebut merupakan dua hal yang jauh berbeda dan tak saling berhubungan. Realitas dianggap suatu hal yang pasti, sedangkan ide hanyalah angan-angan semata. Tapi pikiran itu terlalu pendek bukankah begitu?

Maksudnya adalah, orang-orang terkadang tak menyadari bagaimana suatu hal yang dianggap sebagai 'fantasi' justru dapat bercampur sempurna dengan realitas. Ada pola yang cukup jelas disana. Dan pola ini mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keadaan psikologis manusia.

Ide adalah suatu hal yang berbahaya. Sebuah senjata kecil yang biasanya manusia remehkan ... tapi pada kenyataannya bisa menjadi senjata pemusnah massal, atau bahkan penyelamat umat manusia.

Apa kau tahu berapa banyak manusia yang mati hanya karena mempunyai ide pandangan yang berbeda? Jawabannya adalah jutaan. Mari sebut saja hal-hal besar seperti komunisme, feodalisme, kapitalisme, sosialisme ... atau bahkan yang terburuk ... fasisme?

Di balik semua itu, apa yang mendorong manusia berperang, menghancurkan kota, dan menghapus puluhan juta nyawa?

Bukan peluru. Bukan bom. Tidak. Itu adalah suatu hal yang jauh lebih kecil---sesuatu yang hanya menari di dalam kepala mereka.

Sebuah ide.

Ide bahwa bangsaku adalah ras pilihan, dan yang lain hanyalah kelas dua yang pantas dimusnahkan.

Ide bahwa aku adalah orang penting, dan mereka yang berada di bawah piramida tak layak berdiri sejajar.

Atau ide bahwa semua manusia itu setar-

Ah~!

Apa pembahasannya sudah terlalu jauh?

Ini terdengar seperti lanturan orang mabuk, membicarakan suatu konsep abstrak mengenai pikiran manusia. Sayangnya ... itu memang kenyataan yang tak bisa ditolong. Bahkan orang sekelas Einstein pun, dia membuat rumus dan teori berdasarkan ide dan imajinasinya sebelum akhirnya dituangkan ke dunia nyata.

Itulah kekuatan ide. Suatu hal yang sangat kecil, nyaris tak terlihat, tapi mampu mengubah segalanya.

Kebanyakan manusia tidak langsung mencipta. Tidak. Pertama, mereka membayangkannya. Mereka memegang ide itu di kepala, membentuk konsepnya, memolesnya, berfantasi tentangnya. Dan ide ….

Ide tidak akan diam.

Ia akan mengakar. Membentuk ambisi. Mengatur langkah-langkah kecil yang membawa manusia itu semakin dekat ke kenyataan yang mereka bayangkan. Seperti sebuah biji yang akarnya merayap jauh ke dalam tanah, tumbuh perlahan, sampai suatu hari … ia menjelma menjadi realitas.

Itulah ide.

Tapi membicarakan ide besar yang dapat mengubah hajat hidup khalayak banyak tentunya merupakan suatu hal yang terlalu besar, bukankah begitu? Karena sudah memahami sebarapa besar pengaruh ide. Sekarang ... mari mulai dari hal yang lebih kecil.

Bukan ide besar untuk mengubah dunia, ataupun yang diwariskan dalam beberapa generasi. Suatu hal yang lebih kecil dan personal. Suatu hal yang mungkin bisa membuat orang-orang merasa terhubung karena mereka juga pernah mengalami.---Yaitu ide tentang diri sendiri.

'Ide tentang diri sendiri' atau orang-orang di zaman modern mungkin menyebutnya sebagai 'self image (citra diri)' adalah gambaran yang dipegang seseorang tentang identitas diri yang mereka miliki, dan ini termasuk bagaimana mereka menilai kemampuan, sifat, dan posisi dirinya di dalam masyarakat.

FIGURANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang