75 | Bertengkar - Lovy West

2K 248 57
                                        

[ Shīna bawa preman dan mukulin kita semua. ]

Begitu Vero mendengar kabar tersebut, ia tak bisa menahan untuk membanting ponselnya dan mengutuk Shīna dalam-dalam.

Gadis itu.

Gadis sialan itu.

Tangannya mengepal, "THAT BITCH!!!" teriaknya.

Apa yang sebenarnya Shīna pikirkan?

.

.

[ Chapter 75 ]

.

08.00 - Sebelum jam masuk.

.

.

Meski pun Shīna sudah tak masuk sekolah selama berhari-hari, suasana kelas tak sedikit pun mengalami kepadaman. Gemilangnya masih sama, riangnya masih sama. Itu seolah semua yang Shīna alami tak mempunyai efek apapun untuk orang-orang di sekitarnya. Semua orang berdiri di fasenya masing-masing, dan juga berdiri di lini hidupnya sendiri. Shīna tak masuk selama 1 tahun pun sepertinya suasana kelas tetap tak akan mengalami perubahan.

Tempat duduknya berada di dekat jendela. Pria itu memijat-mijat batang hidungnya, bingung. Di mata Vero, tindakan Shīna benar-benar suatu hal yang tak masuk akal. Maksudnya adalah ... bagaimana mungkin Shīna justru sampai pada kesimpulan untuk membawa preman dan memukuli balik teman-temannya? Apa gadis itu sudah gila? Ia bahkan sudah memberikan jam tangan hadiah ulang tahun miliknya pada Shīna, dan gadis itu memilih untuk memukuli temannya?

Ketika Vero diberi tahu kabar tersebut semalam, selain amarah, hal lainnya yang ia rasakan adalah kebingungan. Vero pikir semua hal sudah berada di dalam genggaman, tapi saking tak masuk akalnya pergerakan Shīna ... ia bahkan sudah tak bisa dibuat berpikir olehnya. Otaknya seolah akan meledak.

Teman-temannya bilang bahwa preman yang Shīna bawa terafiliasi bisnis prostitusi. Jadi mereka tak lupa menanyakan pada Vero tentang informasi pekerjaan orang tua yang gadis itu punya, dan menuntut Vero untuk mencari tahunya.

Saat itu si pria hanya bisa menunduk dan menyetujui dengan setengah hati---bertanya-tanya haruskah ia benar-benar mencari tahu tentang latar belakang si gadis? Rasanya itu terlalu berlebihan.

Tapi ucapan adalah ucapan. Apa yang telah diucapkan tak bisa ditarik kembali, dan ketika ia sudah menyetujui untuk membantu mereka ... maka itu mutlak harus dilakukan. Keluarga Vero itu kaya, bahkan meskipun status yang ia miliki masih diragukan, tapi bukan berarti bahwa ia dibatasi. Sejak awal Vero hanya perlu menjaga lisannya ke beberapa orang tertentu, dan yang lainnya masih akan tetap mengikuti di dalam genggaman.

Mencari informasi bukanlah suatu hal yang sulit, ia mempunyai relasi, uang juga tidak pernah menjadi masalah. Hanya dengan membayar sejumlah uang ke orang yang tepat. Maka itu hanya tinggal masalah waktu sampai informasi yang diinginkan jatuh ke tangannya.

Dan kini ... hanya dalam satu hari pesan dari sang informan telah datang.

"Gila!"

Vero tak bisa untuk tak tertawa terhadap betapa konyolnya masalah ini. Teman-temannya mengkhawatirkan hal yang benar-benar tak perlu, ayah Shīna ini hanyalah seorang koordinator sales, dan bahkan lebih lucunya lagi ... ternyata pria itu juga bekerja di perusahaan yang pamannya jalankan, bahkan sewa rumahnya pun disubsidi oleh perusahaan.

Ini menjadi suatu komedi begitu tahu bahwa hanya dengan satu panggilan telepon dari Vero, maka keluarga Shīna akan benar-benar mengalami masalah yang besar. Dan gilanya ... Shīna masih terus-terusan cari gara-gara, membuatnya susah.

FIGURANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang