Orang bilang asal kau rajin untuk mengusahakan sesuatu, kau pasti dapat meraih apa yang kau inginkan, itulah yang selama ini Arrabelle percayai. Kedua orang tuanya berusaha keras, jadi ia juga harus bekerja lebih keras daripada mereka berdua.
Umurnya baru 15 tahun kala itu, senyuman merekah di wajahnya terlihat mempesona, matanya berkilau penuh kehidupan. SMA TRIVIA mempunyai seleksi penerimaan yang begitu ketat, jadi Arrabele merasa sangat bangga, ini adalah awal barunya untuk memulai masa remaja, atau setidaknya ... itulah yang ia pikirkan.
Bagi Arrabelle yang mempunyai kedua orang tua yang lengkap, hidup bertiga dan menjadi anak tunggal kesayangan. Bahkan walaupun tidak sekaya teman-teman lainnya di SMA TRIVIA, Arrabelle tidak pernah merasa kekurangan. Ia dididik dengan baik, mempunyai moral yang baik pula. Jadi ketika ia melihat seseorang melakukan tindak kekerasan, ia hanya tidak habis pikir dengan bagaimana cara orang tua mereka mendidik anak tersebut.
Semuanya aneh, terkadang ia merasa bahwa kehidupan di sekolahnya terlalu berlebihan, tapi ya toh, ia berada di zona aman. Jadi walaupun ada banyak hal yang mengganjal tentang bagaimana beberapa siswa bertindak, sejujurnya ia tak keberatan asalkan itu bukan dirinya.
"Tidak keberatan."
Gadis itu terkekeh sakit.
Pada dasarnya, itu yang semua orang pikirkan, bukankah begitu? Asal bukan dirinya, asal bukan orang yang mereka sayangi. Semua orang tidak akan keberatan.
Arrabelle melihat kedua tangannya sendiri.
Sekarang ini ... tidak ada yang keberatan dirinya dibully.
Begitu ...
Senyumannya merekah. Tetesan air mata mulai bocor dari manik sendunya.
Ternyata dulu ia sejahat itu.
.
.
[ Sebuah kisah ]
.
.
Gadis dengan gaya rambut kuncir kuda itu nampak membeli sebuah minuman kalengan dari vending machine, rambutnya berayun ketika ia merunduk untuk mengambil kaleng yang jatuh ke tempat pengambilan.
Arrabele menjalani hidupnya dengan cukup nyaman sekarang. Tak ada lagi yang mengganggunya, dan tak ada pula orang yang harus ia layani. Terkadang ia bertanya-tanya, sudah berapa lama hidupnya tidak setenang ini? Satu tahun? Ah tidak, rasanya lebih. Tapi ya, bahkan walaupun itu hanya satu tahun ke belakang, rasa nyerinya tetap sama, itu bukan suatu hal yang semua orang mau jalani.
Apapun itu ... intinya sekarang tak ada lagi yang akan memperlakukannya dengan buruk. Orang yang selalu membuatnya tak bisa tidur sepanjang malam itu akhirnya beralih pada murid lain.
Arrabele membuka lubang kaleng tersebut dengan ibu jarinya. Perlahan tapi pasti, minuman berperisa itu meluncur di tenggorokan, gadis dengan sinar mata yang indah itu akhirnya memejamkan mata, merasakan bahwa ia telah hidup kembali.
Variasi minuman ini ternyata bener-bener enak, seharusnya ia membelinya lebih aw-
Mata gadis itu membelalak, bibirnya terbuka, Arrabele ingin memanggil tapi tak ada satu katapun yang bisa keluar.
Shīna ... kenapa?
Bagaimana Arrabel harus mendefinisikannya? Itu hanya sekilas, tapi ia bisa melihat dengan jelas bahwa setengah wajah gadis itu hancur. Matanya ... ya, mata kirinya bahkan tak terbuka, sebengkak itulah luka yang ada di wajah Shīna.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIGURAN
Ficțiune adolescenți🌹 FIGURAN blurb : Shīna Gayatri bukanlah tokoh utama. Dia, hanyalah seorang figuran ... Melihat tokoh utama wanita yang disiksa, melihat tokoh pria yang berjuang mati-matian untuk si cewek, juga melihat si Antagonis yang selalu membuat masalah. Di...
