"Vale! Ya ampun... Kau kembali! Rasanya aku ingin menciummu sekarang!" Violette menatapku dramatis dengan senyuman paling bahagia lalu memelukku dengan erat.
Ugh, aku juga ingin memeluknya. Tapi keadaanku yang sesak napas dan posisiku yang kaku membuatku tidak bisa membalas pelukannya.
Aku menjauhkan kepala Violette perlahan dengan sedikit kepayahan karena nampaknya ia masih ingin memelukku. "Ya... Dan sekarang aku butuh oksigen!"
Violette sontak melepaskanku sambil tersenyum lebar. Aku balik menatap mereka yang sedaritadi menatapku sejak aku dan Rane sampai di sini.
"Tim Alpha sudah lengkap juga ternyata," ucap Light sambil bersedekap menatapku dan Rane bergantian dengan senyum miring.
Aku mengerutkan dahi tak mengerti dengan ucapannya, "Memangnya kau bukan anggota tim Alpha?" tanyaku langsung.
"Aku kapten Beta," balas Light lalu mengangkat bahunya lelah membuatku berpikir ia lelah dengan posisinya sebagai pemimpin. Setidaknya sekarang ia hanya memimpin 20 orang saja 'kan? Err, atau dia masih menjadi Ketua Dewan Siswa?
"Bajumu beda sendiri Vale," ujar Jean sambil terkekeh pelan dan melihat penampilanku. Aku jadi ikut memperhatikan penampilanku sendiri lalu mengelus tengkukku tidak enak.
"Yeah, tidak apa. Tapi aku akan tetap dapat nanti 'kan?" tanyaku balik sambil mengangkat bahu tidak peduli. Lagipula tidak mungkin setiap saat kami akan menggunakan seragam itu. Memangnya kenapa mereka menyediakan baju santai di kamar murid-murid?
"Tentu saja Valerie pasti dapat!" jawab Stella semangat. Dan lagi, mereka tiba-tiba melirik Rane.
"Hei Kapten Alpha," panggil Zi menggoda sambil menaik turunkan alisnya dengan cengiran. Aku berusaha untuk tidak tertawa melihat Zi yang seperti itu dan mengajak Rane yang kaku berbicara.
Aku sendiri tiba-tiba merasa canggung--sebenarnya dari dulu juga sudah canggung-- dengan Rane saat mengetahui dia adalah si Kapten Alpha.
Dan kemarin aku membicarakannya terang-terangan! Astaga, kenapa dia tidak bilang? Aku malu sendiri jika mengingat perbincangan kemarin.
Baiklah, lain kali mungkin aku tidak perlu sok tahu.
Hal membingungkan lainnya adalah-
"Valerie jangan melamun! Kapten Alpha memanggilmu!"
Mereka semua tiba-tiba memanggil Rane "Kapten Alpha". Huuft, apa aku juga harus memanggilnya begitu?!
Sahutan Stella membuatku tersentak dan menoleh kearah Rane yang tampak menatapku datar seolah menungguku. Aku mengangguk cepat.
"Ah, kenapa?" tanyaku sambil mengangkat sebelah alisku bingung. Rane yang berada di belakangku mengedikkan dagunya ke arah lantai dua sambil berjalan duluan ke sana. Tanpa berkata apapun, aku mengikutinya kembali entah ke mana.
Saat sampai di pertengahan tangga, aku bisa mendengar suara Stella dan Violette yang masih duduk di bawah sana. Mereka mengatakan sesuatu yang kurang aku mengerti maksudnya.
"Ah, giliranku kapan ya?"
"Kapten dan Valerie sedang berkembang."
Aku memutuskan untuk berpura-pura tidak mendengarnya, apalagi memikirkannya. Mataku melirik ke arah Rane lalu ke arah para perempuan yang sedang turun dan melewati kami. Mereka tampak melihat Rane sampai kepala mereka berbalik, sementara kaki mereka tetap berjalan turun.
Aku mengerutkan kening dengan penuh kebingungan sambil ikut menatap Rane dari atas ke bawah. Sampai saat ini aku bingung ada apa dengannya sampai kebanyakan siswi melakukan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Agent
Ciencia FicciónBerawal dari ayahku yang memasukkan ku ke sekolah khusus yang mengajarkan murid nya untuk menjadi seorang agent. Mendapatkan misi pertamaku yang tergolong ringan. Sampai suatu saat krisis melanda karena sebuah organisasi gelap melancarkan aksi Biot...
