Meet Her Cousin*19

31.2K 3.4K 74
                                        

Alice yang kebingungan saat berjalan masuk ke lab teknologi tampak celangak-celinguk melihat sekitarnya yang luas. Gadis itu baru saja memasuki lab satu yang sudah dipadati oleh beberapa murid dengan Pin Telematic dan mengerjakan proyek mereka masing-masing. Ini pertama kalinya ia ke sini dan sama sekali tidak tahu di mana orang yang ia cari.

Kalau saja bukan karena ia diminta oleh Mrs Kim untuk mencari seseorang di sini, Alice tidak akan mau repot-repot melakukannya.

"Ada yang bisa kubantu?"

Gadis itu refleks menoleh pada seseorang di sebelahnya kemudian mengangguk singkat.
"Aku mencari Cloudy Zaphere," jawabnya dengan ekspresi datar. Sekilas, Alice sedikit memicingkan matanya saat melihat lelaki itu. Agak sedikit familier. Lelaki itu mengangguk paham lalu menunjuk ruangan besar lainnya tepat sekitar beberapa meter di depan mereka.

"Dia di lab dua. Sebaiknya kalau tidak terlalu penting, aku sarankan kau tidak menemuinya karena ia sedang mencoba proyeknya bersama Hans. Dan ... Hans tidak senang jika seseorang mengganggunya," balas lelaki itu acuh tak acuh sementara Alice menatapnya malas.

Memangnya siapa yang mau mengganggu seseorang yang tidak dikenalnya?

"Aku diminta Mrs Kim mencari Cloudy Zaphere, bukan mengganggu orang lain," jawab Alice.

"Aku duluan. Terimakasih... Uhm-"

"Alex. Alex Connor," balas lelaki itu membuat badan Alice yang baru saja akan pergi ke depan langsung berbalik kembali padanya dan menatap lelaki itu sambil memicingkan mata.

"Connor?" ulang Alice dengan suara kecil. Alex menghela napasnya kasar dan menatap Alice tak suka.

"Sudah kuduga! kau tidak mengenaliku kan?" tanya Alex sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Alice tampak memperhatikan orang itu dari atas ke bawah sampai akhirnya tatapannya berubah menjadi luar biasa datar.

"Oh, ternyata itu kau yah," gumam Alice datar sambil berdecak malas.

"Apa begitu caramu menyambut ketua, huh?" tanya Alex sementara Alice masih menatapnya datar.

"Mantan ketua maksudmu?" Alice ikut melipat kedua tangannya di depan dada. "Sejak kapan kau sekolah di sini mantan ketua sekolah New York Junior?" tanya Alice. Sebenarnya lelaki itu lebih dari sekedar teman satu sekolahnya dulu.

"Pertukaran pelajar dari Spanyol. Baru sekitar satu setengah minggu yang lalu, yeah ... Aku anak baru. Dan jangan panggil aku mantan ketua," decak Alex malas. "mentang-mentang sekarang kau dekat dengan Light, kau jadi memanggilku begitu."

Alice menatapnya tajam. "Aku tidak dekat dengannya!" bantah Alice.

"Oh ya? Kau harus sering ikut bergosip nona Zaviera. Bibi bahkan sudah tahu tentang ini," goda Alex sambil menaik turunkan alisnya membuat Alice semakin kesal diam-diam.

"Jangan beritahu hal yang tidak benar pada ibu." balas Alice menatap sepupunya itu dengan datar setelah ia mengontrol diri. Sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan Alex. Tapi ternyata lelaki itu tidak berubah banyak kecuali rupa dan suaranya yang semakin dewasa, dia masih menyebalkan menurut Alice.

"Ibumu bahkan memintaku untuk mengirimkan foto Light," tambah Alex tanpa merasa bersalah. Alice menggeram sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Dasar kau...."

"Ekhm. Apa di lab ini tidak ada larangan untuk tidak mengumpat?" tanya Light dari belakang mereka berdua membuat Alex dan Alice tersentak. Keduanya berbalik dan menemukan Light yang menatap mereka berdua dengan datar. Sedikit banyak tersirat tatapan curiga di matanya.

Little AgentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang