Hari kelima; mansion Black Eagle: Laboratorium Neraka: eksperimen tahap kedua selesai. Laporan, Q-1 berhasil selamat.
Sekadar ingatan agar aku tidak lupa keadaan.
Mataku yang terasa sangat berat akhirnya terbuka lambat dalam kesadaran yang lebih dulu menyusul, masih berada di dalam air.
Buram. Airnya kali ini lebih hijau dan keruh seperti lumut, mataku tidak bisa menangkap banyak hal. Aku tahu, dalam sekali percobaan kelinci akan direndam dan tidak sadarkan diri selama dua hari kemudian setelah sadar akan disuntikkan Cure X. Tidak diberi makan karena kelinci tidak akan merasa lapar atau haus berkat Cure X.
Cure X seperti infus mungkin. Bedanya jauh lebih hebat (aku tidak bermaksud memuji).
Baru saja hendak mengetuk kaca tabung untuk memberi tanda jika aku telah sadar, sesuatu terasa berdesing samar. Tidak begitu jelas karena telingaku terasa tersumbat, namun kutebak itu lubang air di bawah kakiku yang akan menguras cairan virus X ini. Aku bergeming menunggu air surut sampai sebatas leher untuk melepaskan alat pernapasan yang menjengkelkan ini.
Dalam ketulian dan kebutaan samar ini aku mulai larut dalam pikiran.
Sampai sekarang ... aku tidak mengerti tujuan eksperimen aneh ini. Virus X: Biohazard, seingatku Lab Rahasia Negara juga melakukan penelitian pada virus ini saat ibu masih bekerja di sana. Tujuannya untuk memberikan efek sebaliknya dari yang seharusnya; mematikan bagi manusia, perkembangan virus X sangat cepat hingga dapat membunuh satu individu dewasa hanya dalam waktu satu hari. Karena kecepatannya yang mengagumkan itu, kurasa para ilmuwan tertarik untuk memberikan efek yang lebih positif. Kalau dibayangkan mungkin bisa mempercepat penyembuhan luka pada tubuh hanya dalam beberapa jam, ini menurutku.
Aku masih bisa mengingat poin penting berupa goresan tinta di buku harian ibu waktu itu.
Lalu, Black Eagle...? Apa tujuan mereka? Mau menciptakan pasukan zombie dengan menunggu semua kelinci percobaan bermutasi? Apapun tujuannya pasti tidak jauh-jauh demi kepentingan mereka sendiri.
Pengeboman dan penyebaran virus X membuatku jadi berpikir itu juga bagian dari percobaan tak resmi mereka. Kenapa? Karena itulah yang terjadi padaku dan dua ratus kelinci lainnya di sini: kami diberi virus X sama seperti korban pengeboman kebanyakan di luar sana. Mungkin saja mereka memantau keadaan para korban virus X dari jauh, maksudku mereka ... Eagle, memantau dari jauh. Memangnya apa alasan lainnya sampai disebut Black Eagle?
Pasti karena mereka memiliki jarak pandang yang sangat jauh dan mereka berbahaya...
Bagus, berhenti sok tahu. Bukan ini waktunya.
Air turun sebatas mata, aku kembali membuka mataku perlahan dan mengerjap erat berkali-kali. Ethan? Kenapa dia di sini? Sialnya aku tidak bisa mendengar percakapannya dengan dua orang lab di sana. Mataku yang masih berat berusaha memicing.
Dia tampak mengangguk kecil dan dua orang itu kembali sibuk dengan pekerjaannya. Ethan menoleh ke arahku dan mendekat. Ia menunjukku kemudian telinganya, dan dirinya sendiri.
Tidak, aku tidak bisa mendengarmu. Kepalaku menggeleng, air mulai sebatas leher dan aku segera melepaskan alat pernapasan agak kesulitan. Terengah-engah, aku mengambil napas banyak-banyak. Oksigen dari alat bantu terasa sangat tidak enak untuk dihirup.
"Hhh ... Hhh, aku tidak ... mendengarmu." Kuperlambat gestur bibirku agar ia menangkapnya. Dia menggunakan gerakan tubuh kembali: Tapi kau bisa membaca gerakan bibir?
"Sedikit," jawabku tidak sanggup mengeluarkan suara untuk saat ini. Tenggorokanku terasa aneh sekali.
"Bagus." Ethan tersenyum tipis sementara aku berusaha fokus memperhatikan gerakan mulutnya. "Aku akan berusaha mengeluarkanmu dari sini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Agent
Fiksi IlmiahBerawal dari ayahku yang memasukkan ku ke sekolah khusus yang mengajarkan murid nya untuk menjadi seorang agent. Mendapatkan misi pertamaku yang tergolong ringan. Sampai suatu saat krisis melanda karena sebuah organisasi gelap melancarkan aksi Biot...
