"Ayolah..." Zi menggeram sambil dengan tatapannya yang menajam.
Game Over!
"Terkutuk kau mayat hidup," gumamnya begitu karakter game-nya mati tergerogoti oleh para kawanan zombie.
Violette menjatuhkan diri tepat di sebelah Zi dengan lelah. Kepalanya menengadah dengan mata yang terpejam. "Ah, aku rindu Arcade," gumamnya lelah.
"Kau tahu? Arcade sudah terlalu ketinggalan zaman," sahut Zi sambil memainkan kembali permainannya dengan serius.
"Ya, aku tahu. Tapi menyenangkan. Lagipula permainan FPS juga sudah ketinggalan zaman." Violette melirik datar ke arah layar Holopad Zi seolah menyindir permainannya.
"Kira-kira..." Violette bersedekap. "dengan keadaan yang seperti ini, kita masih diberi misi atau tidak ya? Maksudku keadaan saat ini seperti melarang kita untuk keluar."
"Seharusnya kita masih bisa diberi misi. Lagipula itu memang tujuan Fire Wings Academy, menjadikan kita Agent, bukan prajurit, tentara ataupun Survivor," jawab Zi tanpa mengalihkan pandangannya dari Holopad.
"Jadi... Hubungan kalian agak renggang sejak dia menjadi kapten?" tanya Zi kemudian.
"Dia siapa?" tanya Violette sambil bersedekap dan melipat kakinya naik ke sofa. Ruangan lab di bagian sudut sini tampak sepi, hanya ada kedua gadis ini. Para Telematic sedang tidak ingin diganggu sehingga menyediakan tempat menunggu di sudut ruangan. Tentunya, lab di bawah tanah sini lebih kecil daripada lab akademi yang dulu.
"Carl. Memangnya siapa lagi? Kau dari dulu suka sekali membicarakan anak itu setiap jam makan siang," jelas Zi membuat Violette sontak meluruskan punggung dan melebarkan bola matanya ke arah Zi, terkejut. Sementara yang ditatap sendiri tidak sadar karena terlalu fokus bermain.
"Dari dulu? Sejak kapan?" tanya Violette penasaran dan menatap gadis di sebelahnya dengan serius. Zi sendiri tidak dapat menangkap nada serius dalam pertanyaan Violette.
"Entahlah. Beberapa hari setelah kau jadi murid mungkin? Aku tidak tahu karena baru mengenalmu melalui Vale waktu itu," jawab Zi dengan ringan. Violette hanya diam menyimaknya dengan baik. "tapi... Kalau aku tidak salah ingat, Carl yang memasangkanmu Pin saat tes masuk selesai." Zi melanjutkan.
Violette bergeming. Setahunya, ia baru mengenal Carl setelah ia kehilangan ingatannya. Lagipula, sikap Carl waktu itu benar-benar seperti orang asing padanya. Mereka baru berkenalan saat di gedung pelatihan.
"Kenapa kau menanyakan itu? Apa tidak ada yang menceritakan tentangnya setelah kepalamu terbentur?" tanya Zi heran kemudian menatap Violette setelah ia kalah lagi dalam permainan. Biasanya ia akan kesal jika kalah, tapi ia menundanya karena arah pembicaraan mereka yang lebih menarik.
Violette hanya melirik Zi kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain tanpa menjawab. Sedikit banyak, tersirat tatapan sedih di dalamnya. Detik itu Zi sadar,
dia salah bicara.
*
Valerie's POV
Mendengar pemberitahuan oleh pihak pusat Fire Wings barusan menciptakan helaan napas lega yang keluar dari kebanyakan murid, termasuk aku. Kabar yang datang baru saja menyebutkan, New York tidak benar-benar hancur seperti yang selama ini ada di dalam pikiranku.
Aktivitas kota masih berjalan di beberapa lokasi walau sudah sedikit hancur, setidaknya tempat-tempat perbelanjaan dan toko-toko yang lain masih bisa dijalankan. Walaupun kota mulai perlahan sepi--karena para warga yang terlalu takut untuk keluar dan memilih untuk tinggal di camp perlindungan pemerintah--tapi aktivitasnya masih berjalan, hanya saja jika di malam hari akan jauh lebih sepi lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Agent
Science FictionBerawal dari ayahku yang memasukkan ku ke sekolah khusus yang mengajarkan murid nya untuk menjadi seorang agent. Mendapatkan misi pertamaku yang tergolong ringan. Sampai suatu saat krisis melanda karena sebuah organisasi gelap melancarkan aksi Biot...
