Aku terdiam, masih berdiri memantau di balik kaca pembatas ruangan. Semua tangan-tangan robot ini bekerja menyusun berbagai bentuk bagian tubuh manusia di dalam sana. Dalam bagian anggota tubuh yang belum sempurna, terlihat bagian dalamnya terdiri dari kabel-kabel tipis serta hardware lain yang dibentuk seperti jaringan otot manusia.
"Jadi ... dikloning sungguhan?" Aku melirik sekilas pada Kepala Pengawas di sini, pandanganku kembali menyimak pekerjaan tangan-tangan robot di dalam sana.
"Ya, hampir semua pihak keluarga dari korban memberi izin. Menurut mereka pemerintah dan Fire Wings memang seharusnya bertanggung jawab atas kematian semua orang di misi terakhir kalian malam itu, walau kenyataanya kami tidak dapat mengembalikan jiwa mereka." Kepala Pengawas tersebut tersenyum kecut, aku ikut merasa tertekan dalam hati karena kata-katanya.
Bagaimanapun, 15 jiwa yang mati di malam itu hanya demi menyelamatkanku dan mencari antivirus.
"Mana bagian Rane Leighton di sini?" tanyaku membelokkan topik.
"Oh, Rane Leighton ... di bagian sini." Kepala Pengawas mengajakku ke sisi lain dari lab, masih di bagian wilayah 'pabrik kloning' yang memiliki banyak bilik-bilik kaca berjejeran dalam satu ruangan yang luas. Aku memperbaiki mantel sambil berjalan mengikuti, jelalatan ke seluruh sudut agar tidak melewatkan proses pembuatan mereka semua.
"Untuk Rane Leighton, dia sudah jadi sekitar 75%. Kami hanya perlu memberikan sedikit detail lagi untuk memberi kesan hidup serta mengatur software untuknya. Kami juga sudah menyalin semua memori kenangannya, ia hanya akan kehilangan sedikit ingatannya mungkin." Aku tanpa sadar mendelik aneh. "Tapi tidak akan jadi masalah besar, kami jamin," sambungnya buru-buru.
Kami berhenti di depan bilik lainnya, menatap dari balik kaca. Aku mengetatkan rahang, napasku tercekat di tenggorokan.
Itu dia.
Tubuhnya ... sudah jadi. Sangat hidup, benar-benar realistis jika dilihat sekilas. Sama seperti ketika aku melihat hasil kloningan Black Eagle dulu, sedetail itu. Wajahnya sudah terbentuk, tengah memejamkan mata. Sekitar empat tangan robot masih mengerjakan ini itu padanya, mulai dari bagian hardware di belakang tubuhnya, serta pemberian cat yang lebih halus dan rinci pada wajahnya.
Aku membuang pandangan ke arah lantai setelah sadar tidak dapat bernapas dalam beberapa detik.
"Berdasarkan biodatanya, seharusnya dia sudah 16 tahun dalam tiga bulan ke depan. Apa dia akan dibuat sedikit lebih dewasa?" tanyaku.
"Ya. Kami menerima beberapa fotonya dari pihak keluarga maupun dari biodatanya saat masih di Fire Wings. Kami menggunakan teknologi prediksi umur untuk membuat wajah serta badannya sedikit lebih dewasa, karena semua foto yang kami terima cukup lawas. Saat ia masih di awal 15 tahunan."
Mungkin karena pengecatannya belum selesai, jadi aku merasa kalau fisiknya sama sekali tidak berubah.
Aku berdeham agak keras. "Kira-kira kapan dia akan selesai?"
"Entahlah, jika tidak ada kendala mungkin dalam waktu dua minggu lagi." Kepala Pengawas menghela berat. "Kenapa?"
Aku menggeleng kecil sambil memperbaiki posisi tas. "Tidak. Hanya saja ... pernikahan orang tuanya sudah bulan depan."
Kulirik jam digital neon putih yang tertera di sudut kaca pembatas. "Aku sudah selesai. Mungkin kalau sudah jadi, aku akan kemari lagi. Permisi," pamitku kemudian berbalik, berjalan mencari pintu keluar menuju elevator.
Hidup tanpa jiwa ... bagaimana hasilnya nanti? Ingatan bagian mana yang akan hilang maksudnya?
Apa tepat di bagian sebelum ia terbunuh?
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Agent
Science FictionBerawal dari ayahku yang memasukkan ku ke sekolah khusus yang mengajarkan murid nya untuk menjadi seorang agent. Mendapatkan misi pertamaku yang tergolong ringan. Sampai suatu saat krisis melanda karena sebuah organisasi gelap melancarkan aksi Biot...
