Girls in Haunted Building *27

29.6K 3.2K 282
                                        

Double update, sebagai rasa terimakasih ku atas #1insciencefiction. ;)

Happy reading.



"Oh! Jadi kau Valerie itu ya?! Aku dengar kau anak dari salah satu ilmuwan lama Laboratorium Rahasia Negara!"

Orang ini menyahut heboh sambil memandangiku... kagum? Agak berlebihan, sementara aku memandangnya ngeri. Di tangannya terdapat sebuah buku... entahlah, sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal ghaib dan ritual yang sama sekali tidak ingin kuketahui. Dari Pinnya, ia seorang detektif.

"Hei, kau membuatnya takut," sahut Zi memandang lelaki di depan kami dengan datar.

Ya, kau membuatku takut. Aku mengulangi ucapan Zi dalam hati dengan nada mengejek.

Lelaki itu tertawa tak enak sambil mengelus tengkuknya. "Maaf. Aku hanya kaget dia ada di sini," ucapnya sementara aku melirik Zi yang memandangi laki-laki itu sambil menggeleng.  Aku hanya diam memandanginya memilih untuk tidak terlalu memikirkan ucapannya yang barusan. "Jadi ada perlu apa kalian kemari?"

Buat apa kami kemari? Ini 'kan lab. Dia sendiri kenapa ada di sini? Maksudku, kami sama-sama bukan scientist.

"Kami mencari Mrs. Anne, pengurus lab." Aku mengangkat bahu sambil tersenyum sedikit. "Kau tahu 'kan soal..." aku sengaja menggantungkan ucapanku. Sebenarnya aku kemari untuk meminta hal lain, tapi aku tahu dia pasti berpikir jika tujuanku ke sini adalah untuk memberikan Antivirus.

"Oh, tentu. Aku mengerti. Mrs. Anne ada di lab bersama Smith," jelasnya sambil menunjuk ke dalam. "Tapi yang sedaritadi aku lihat, mereka sepertinya sedang membahas sesuatu yang  dan serius."

Aku menyenggol lengan Zi sambil melemparkan tatapan ragu seolah berkata Mungkin-lain-kali-saja. Bukannya membalasku, anak ini malah membalas ucapan lelaki itu dengan santainya.

"Oh, tenanglah. Urusan kami juga sama pentingnya, kami juga tidak akan lama-lama," jelas Zi enteng sementara aku berdengus pelan sambil menatap ke arah lain. Rencananya kami memang akan keluar markas setelah ini, dari pengumuman tadi menjelaskan jika keadaan di luar aman.

Entah aman yang dimaksud itu seperti apa. Sepi, sunyi, atau... entahlah.

"Memangnya kau ini baru saja diangkat jadi penjaga pintu lab, ya?" tanya Zi sambil memandangnya heran. Pertanyaan itu nyaris membuatku tertawa kalau saja aku tidak melihat sedikitpun ekspresi geli di antara keduanya.

Aku kurang suka momen di mana hanya aku yang menganggap sesuatu lucu. Selera humorku benar-benar perlu ditingkatkan.

Lelaki itu mengerjap bingung kemudian ber-oh ria. "Oh, ini..." ia melihat sekelilingnya kemudian berbisik, "pekerjaan seorang detektif."

Aku dan Zi sontak tergelak memandangnya aneh. "Apa ada sesuatu yang mencurigakan di sini?" Zi bertanya penasaran.

"Ya, tadi aku melihat sesuatu seperti hantu-"

"Ah! Jangan lupa tujuan kita!" potongku cepat begitu ia mulai membahas yang tidak-tidak. Langsung saja kutarik lengan Zi masuk ke dalam lab sambil berterimakasih pada lelaki sinting itu. Sebenarnya dia itu detektif atau paranormal? Mungkin kebanyakan murid di sini akan berpikir begitu jika melihat Pin dan buku yang ia pegang tadi.

Aku ragu perpustakaan menyimpan buku yang membahas hal-hal seperti itu. Kalau aku ingat, akan kutanyakan pada Claire nanti.

*

Aku, Stella dan Zi berdiri terdiam di depan sebuah gedung bekas pusat perbelanjaan yang berada sekitar 200 meter dari sayap barat kamp perlindungan yang kini terbengkalai. Aku memasukkan kedua tanganku ke dalam saku mantel kemudian membuang napas sambil mengalihkan pandangan, tidak nyaman melihat gedung di depan kami.

Little AgentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang