Valerie's Pov
Kami bertiga--aku, Violette dan Alice--sekarang menggunakan baju kebesaran kami dan berdiri di depan mading memindai nama kami. Violette berada di kelas Agent-1A, aku dan Alice di kelas Agent-1B.
Kalau kalian penasaran dengan seragamnya, seragam ini seperti seragam sekolah lain pada umumnya. Kemeja putih panjang, mantel hitam dengan lambang Fire Wings, rok biru tua, dasi merah, kaus kaki hitam dan sepatu hitam pantofel.
Yang berbeda adalah seragam pelatihan yang akan digunakan nanti. Kemeja putih sampai sikut yang dilipat, rompi hitam dengan lambang Fire Wings dan dibagian punggung tercetak "AGENT" berwarna putih, rok hitam yang sangat pendek, celana pendek hitam ketat yang sedikit lebih panjang dari rok (kau bisa menyelipkan pisau atau handgun) , sarung tangan hitam sebelah kanan yang dibagian jari nya berlubang, sepatu boots hitam setengah betis bertali.
Sebelum ke sekolah kami sudah sarapan di Cafetaria asrama bersama dengan yang lainnya. Sekarang kami bertiga berjalan menuju kelas kami.
"Sayang sekali, kita tidak satu kelas." Violette memecah keheningan diantara kami yang sedang berada di koridor.
"Ya... kau memang pantas di kelas yang lebih unggul," ujar Alice dan aku mengangguk setuju mengingat nilai tes Violette.
Violette menghela napas kecewa lalu berdecih pelan.
"Seharusnya aku tidak melakukannya. Membobol situs akademi ini... mungkin jika aku hanya meng-hack yang lebih sepele- "
"Secara tidak langsung kau merendahkan kami Violette," potongku malas sambil memutar bola mata, Violette malah memasang cengiran sambil mengelus tengkuknya
"Ahh... Tumben kau mengerti, biasa nya kau sangat-"
PLAK!!
Kali ini aku melakukan apa yang Violette lakukan padaku kemarin. Violette menatapku kesal sambil mengelus kepalanya yang aku yakin tidak sakit karena aku hanya memukulnya dengan pelan, sementara Alice hanya melirik sejenak lalu menggelengkan kepalanya samar-samar.
Kami sudah di deretan kelas 1.
Kami berhenti di depan kelas A-1A, kelas Violette. Violette sempat menoleh ke arahku dan Alice sebelum melangkah masuk, dia menghela napasnya lelah entah kenapa.
"Padahal aku mau satu kelas dengan kalian," gumam Violette membuatku hampir menguap. Dia sudah mengatakan itu berkali-kali sejak tahu kelasnya.
"Alice... Tolong pukul kepala Vale untukku nanti, oke?" pesan Violette.
Aku langsung menatap Violette tidak senang. Apa-apaan coba? Lagipula, memangnya kenapa aku harus dipukul?
"Kalau aku ingat," balas Alice dengan datarnya sedangkan aku ikut menatapnya datar.
Itu sama saja dia menyetujui Violette.
"Kita akan terlambat." Alice lalu mendorong bahuku menuju kelas B. Saat sampai di depan pintu, ternyata sudah banyak murid yang duduk dan saling bercengkrama. Belum ada guru, padahal ini sudah lumayan telat.
Sialnya, tempat duduk tidak ditentukan oleh kita sendiri. Nama sudah tertempel di atas meja masing-masing. Di sini tempat duduknya seperti di bioskop, semakin ke belakang semakin tinggi. Hanya saja, tempat duduknya sedikit melengkung. Aku sempat bernapas lega mendapat tempat dibagian tengah sebelah kanan, sedangkan Alice dibagian depan sebelah kiri. Sayang sekali, kami berjauhan.
Seorang pria masuk ke kelas menggunakan pakaian serba hitam putih seperti seragam pelatihan nanti. Bedanya dia menggunakan alat yang dipasang di telinganya, entah apa namanya itu, ear piece mungkin?. Aku sering melihatnya di film tentang mata-mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Agent
Science FictionBerawal dari ayahku yang memasukkan ku ke sekolah khusus yang mengajarkan murid nya untuk menjadi seorang agent. Mendapatkan misi pertamaku yang tergolong ringan. Sampai suatu saat krisis melanda karena sebuah organisasi gelap melancarkan aksi Biot...
