Aku hanya bisa melongo panjang ketika melihat Zi melakukan rolling dengan cepat kemudian mengarahkan sniper-nya ke depan dengan posisi sebelah lutut tertekuk pada lantai.
Stella bertepuk tangan dengan keras sambil bersorak heboh. "Kau keren Zirene! Aku bangga padamu!" teriaknya membuatku memejamkan mata tanpa sadar sambil meringis pelan. Suaranya membahana sekali.
Oh, sekarang tim Alpha sedang di tes. Kami harus mendekati sebuah boneka yang berada di bawah sana kemudian mengacungkan senjata padanya. Sayangnya tidak semudah itu. Beberapa Humanoid tentara yang terlatih menjaga boneka itu, dan kami diminta untuk melawan atau bersembunyi. Entahlah, hal paling utama dari tes ini hanyalah mendekati boneka itu bagaimanapun caranya.
Bagian terburuknya adalah ... Aku benci Humanoid sejak tes kenaikan kelas selesai dulu.
Zi tampak mengatur napasnya kemudian berdiri dari posisinya. Dia tampak menggantungkan sniper-nya di bahu kemudian berjalan menuju lantai dua, tempat kami menontonnya dari tadi.
"Kerja bagus, Nona Haggred," kata pelatih kami dari atas sini. Zi menghampiri kami dan melakukan high five bersama Stella yang juga sudah selesai menjalani tes sebelumnya.
"Berikutnya, Valerie!" sahut pelatih membuatku tersentak bukan main dan langsung berdiri tegap dari posisi sandaranku pada pinggiran besi balkon.
Aku segera mengambil Assault Riffle yang sedaritadi hanya kuletakkan menggantung di dekat besi balkon sampingku. Beberapa orang mulai melihatku saat aku berputar ke sisi seberang dan menuruni tangga dengan buru-buru.
Tiba-tiba aku merasa kacau sendiri sekarang. Sejujurnya, aku masih sedikit kesal saat mengingat bagian di mana aku dikejar-kejar dan nyaris dibunuh oleh Humanoid yang menyamar menjadi Stella itu. Tapi aku rasa aku sama sekali tidak trauma dengan hal itu, lagipula jika aku tidak bertemu dengan Stella palsu tersebut, aku tidak akan mungkin mengeluarkan murid lain dari arena tes dan menyelesaikan Step 5-ku waktu itu.
Aku berdiri di belakang garis start dan menghadap ke depan dengan perasaan gugup. Tidak ada yang bisa kulihat untuk saat ini. Hanya dinding-dinding dengan tinggi berbeda yang menghalangi dan terletak secara acak untuk tempatku berlindung agar tidak sampai ditembak. Aku tahu, letak-letak Humanoid di setiap tes murid akan berbeda-beda dan acak, oleh karena itu percuma jika harus mengingat letaknya dari atas saat menonton tes anggota Alpha yang lain tadi.
Mataku terus mengarah ke monitor besar yang terletak di lantai dua. Monitor itu terpasang di fondasi paling tengah di lantai dua dan mengarah sedikit ke lantai satu, sehingga orang-orang bisa melihatnya dari bawah dan dari lantai dua.
Tet!
Satu...
Tet!
Dua...
Teeet!!
Mulai!
Waktu 3 menit mulai berjalan mundur ditampilkan di layar. Aku harus bergerak cepat! Berlari masuk, sambil menunduk dan sesekali menempel di balik dinding, tanpa tahu di mana letak para Humanoid.
Tap!
Tanganku menarik tubuhku ke atas dinding sementara aku langsung menggerakkan kakiku dan mendarat duduk di pinggirannya. Aku memicingkan mata mencari di mana letak para manusia besi itu ke segala arah.
Dua di arah jam sembilan, tiga di tengah sana, satu di arah jam tiga, dan dua lainnya menjaga tepat di dekat boneka.
Aku sontak meloncat turun begitu melihat salah satu dari tiga Humanoid di tengah berbalik dan nyaris melihat ke arah atas. Untunglah aku sempat mengamati walau hanya sebentar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Agent
Science FictionBerawal dari ayahku yang memasukkan ku ke sekolah khusus yang mengajarkan murid nya untuk menjadi seorang agent. Mendapatkan misi pertamaku yang tergolong ringan. Sampai suatu saat krisis melanda karena sebuah organisasi gelap melancarkan aksi Biot...
