Waiting *39

22.3K 2.4K 128
                                        

Saat aku bertanya tentang daftar absen ke Rane, ia dengan baik hatinya langsung menyuruhku mengecek Holopad-nya sementara ia sibuk memainkan ponselnya dengan serius di kursi kebesarannya. Seharusnya aku tidak heran akan sikapnya yang memang tidak peduli dengan posisinya sebagai Kapten Alpha. Maksudku, kadang ia terkesan tidak mau tahu dan tidak bertanggung jawab.

Di setiap nama terdapat profil juga lengkap dengan foto murid menggunakan seragam Fire Wings Academy dulu. Dugaanku benar; aku berada di urutan paling akhir.

"Kenapa kau tidak menyalin daftar absen dan menayangkannya di mading saja?"

Omong-omong, mading di sini lebih seperti... Sebuah layar lebar yang menampilkan iklan-iklan. Kau mungkin sudah sering melihatnya di jalanan, TV. Yeah, bukan sesuatu yang mengagumkan untuk ukuran masa kini.

"Baru akan aku lakukan. Tapi kalian sudah datang menanyakannya duluan," jawab Rane. Aku dan Violette saling melirik datar; berpikir ucapan Rane seolah menyalahkan kehadiran kami yang menghambat pekerjaannya. Ditambah lagi nadanya yang setengah-datar-setengah-menggerutu itu.

"Hei, tunggu dulu." Violette langsung mendekatkan wajahnya ke layar dengan serius. Secara otomatis aku ikut memperhatikan layar. Violette tampak mencari-cari sesuatu di daftar dengan men-scroll layar menggunakan jari telunjuknya. "Kenapa hanya kau yang tidak ada di daftar absen tim Alpha? Jangan-jangan kau juga menghapus profilmu sendiri dari berkas akademi." Ia menatap Rane curiga.

Eh? Sontak aku memelototi layar tak percaya.

"Untuk apa menyimpan profil sendiri?"

Violette tampak memberengut masam, tidak puas dengan jawabannya yang terlalu santai dan sepele. "Untuk apa menyimpan profilmu sendiri? Lalu untuk apa kau menyimpan kartu identitasmu sendiri selama ini?"

"Pffht!" Maaf, maaf. Tolong maafkan aku. Langsung saja berdeham kencang begitu Rane dan Violette melirik ke arahku.

Rane berdecak malas. "Kalau kalian sudah selesai keluar saja. Aku sibuk." Ha! Sudah kuduga ia akan menggunakan alasan sok sibuk itu, padahal diam-diam juga pasti ketiduran. Tiba-tiba terbesit rasa iri pada tim Beta yang kaptennya bisa diandalkan dan menjamin keamanan anggotanya sendiri. Aku tidak mengerti perkataan sebagian anak perempuan di tim Alpha yang merasa bersyukur bisa memiliki kapten seperti Rane.

Tertarik untuk menghajarnya bersama? Kebetulan tanganku sedang gatal. Aku secara otomatis mendengar isi hati Violette melalui tatapannya padaku. Oke, bercanda. Tapi kira-kira begitulah arti tatapannya. Bersamaan dengan itu, mataku melemparkan pandangan kau-pasti-bercanda.

"Oke. Kami keluar dulu." Langsung saja aku mendorong Violette keluar tanpa memedulikan tatapannya yang tak terima dan protesannya. Kututup pintu ruangan Rane dan segera menariknya ke lantai satu. Setelah mengetahui code name masing-masing, Light meminta kami untuk pergi ke lab IT agar dipasangi semacam... Entahlah, tato di bagian punggung tangan kiri. Rencananya, tato itu hanya akan terlihat jika menggunakan lensa khusus yang akan dibuat para telematic dan kontak lensa akan digunakan ketika misi.

Tidak peduli jika tangan kami tertutup oleh sarung tangan, tato yang bertuliskan code name kami tetap akan terlihat seperti neon selama menggunakan benda itu. Kami dibuatkan tato karena... jika sewaktu-waktu ada anggota tim yang melupakan code name temannya sendiri atau bahkan tidak mengenalnya, maka ia tinggal melihat punggung tangan orang tersebut.
Ini tentu hanya berlaku jika kami dalam keadaan bersama alias tidak berjauhan seperti orang-orang tim B--yang bekerja di balik layar. Faktanya, pemasangan tato justru lebih berpengaruh bagi tim A yang menjalani misi lapangan karena kami selalu bersama di TKP.

Little AgentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang