Neighbor

5.6K 521 12
                                        

Typobersebaran............
Bahasakadangnonbaku...........

Daniel punya tetangga baru yang gak terduga.

.
.
.

"Shit..!!!". Sumpah serapah laki-laki yang kini menatap ban mobilnya.

"Kenapa pake kempes segala sih njirr!!". Ia melihat jam tangannya. 30 menit lagi kelas dimulai, sementara jarak ke kampuanya lumayan jauh. Dan apesnya lagi, jalan pas lagi sepi-sepinya.

Ia mengacak rambutnya frustasi. Hari ini ia masuk kelas Pak Zayn. Otomatis jika telat semenit saja nilainya akan dikurangi.

Ia lalu mengambil ponselnya di saku celananya. Membuka aplikasi chat. Dan sialnya lagi ia lupa, kuotanya habis. Sial sial sial.

"Ada apa mas?". Suara merdu menginstrupsi laki-laki itu. Ia pun mendongak menatap seseorang yang berbicara padanya.

"Eh tetangga, kenapa lo?!".

Laki-laki itu sontak membulatkan matanya. Gadis dihadapannya ini adalah Lalisa, anak hitz dari fakultas ekonomi, dan yang membuatnya terkejut adalah Lalisa memakai sepeda buntut.

"Woy Daniel! Napa diem lo?!".

Daniel mengerjapkan matanya. "Kok lo naek sepeda??".

Lalisa mengernyit. "Lah emang napa gue naik sepeda". Daniel menggeleng.

Lalisa menatap ban mobil Daniel yang kempes. Lalu mengerutkan keningnya saat tatapannya beralih menatap Daniel seperti orang yang frustasi.

"Lo naik, biar gue bonceng".

Daniel menatap Lalisa dengan pandangan tak mengerti. Ia lalu menatap tubuh Lisa dan sepeda Lisa.

"Jan lo kira badan gue kurus jadi gak bisa bonceng lo, gue kuat cuman bonceng lo doang, cepet naik!".

Daniel berdiri, ia memegang sepeda Lisa. "Biar gue yang bonceng lo".

Lalisa tertawa, melihat itu Daniel menatap Lalisa bingung.

"Lo kan gak bisa naik sepeda bege!". Daniel sontak membulatkan matanya mendengar Lalisa menyebutnya tak bisa naik sepeda. Kok Lisa bisa tau ya?.

"Udah buruan naik, entar lo dikurangin nilai lagi sama Pak Zayn". Lalisa menarik tangan Daniel agar duduk di belakang Lisa. Lah kok Lisa tau lagi hari ini kelasnya Pak Zayn.

Daniel hanya diam pasrah saat tangannya ditarik Lalisa.

"Pegangan!". Sontak membuat Daniel dibuat terkejut lagi. Ia mengangkat tangannya ragu. Tetapi tiba tiba kedua tangannya ditarik Lisa, melingkarkan tangannya di pinggang Lisa.

"Pegangan yang kenceng, gue bakal bawa kenceng!". Daniel hanya mengangguk, lalu memeluk erat pinggang Lisa.

Benar kata Lisa, Lisa cukup kuat untuk mengayuh sepeda sampai ke kampusnya. Sepanjang jalan ia takjub pada Lisa. Ia pikir Lalisa hanyalah anak orang kaya yang manja. Bahkan dikampusnya pun Lalisa menjadi primadona.

Ia bahkan terkejut saat tau Lalisa tetangga barunya. Tapi tidak terlalu terkejut saat melihat halaman rumahnya dipenuhi mobil-mobil mewah keluaran baru.

Dan baru beberapa menit lagi, Daniel terkejut saat tau Lalisa hanya memakai sepeda buntut kekampus. Kok Daniel ga pernah tau ya. Mungkin karena Daniel ga pernah tertarik sama cewe yang kelihatan manja, padahal Lalisa gak gitu.

"Kok lo naik sepeda, bukannya banyak mobil dirumah lo?". Tanya Daniel menatap punggung Lisa.

"Naik sepeda lebih ena, sekalian olahraga juga"

"Tapi kenapa sepeda lo buntut?". Mengerutkan keningnya.

"Siapa biln sepeda gue buntut, sepedanya masih bisa dipake!".

"Tapi kan lo bisa beli yang baru".

Lalisa mengerutkan keningnya. "Kalo ada yang masih bisa dipake, kenapa harus beli?".

"Kan lo orang kaya". Lalisa tertawa mendengar Daniel.

"Kok ketawa?".

" yang kaya itu orang tua gue, bukan gue!".

Daniel mengerutkan keningnya. "Kan sama aja".
Lalisa hanya tersenyum, lalu mengedikkan bahunya.

Entahlah apa yang Daniel rasain, sepertinya ia mulai tertarik dengab Lalisa.

.
.
.

Lalisa memarkirkan sepedanya diparkiran. Ia lalu menatap Daniel yang dari tadi menatapnya juga.

"Napa lo gak masuk, sana masuk entar telat lo!". Usirnya pada Daniel.

Daniel meronggoh sakunya mengambil ponselnya. Menyerahkan ponselnya pada Lisa.

"Nomor lo?". Lalisa memgerutkan keningnya tetapi ia mengambil ponselnya. Menekan sesuatu disana. Lalu menyerahkannya pada Daniel.

"Thanks". Ucapnya singkat lalu pergi meninggalkan Lisa.

Lalisa menatap bingung pada Daniel. Dan menyentuh dadanya. Kok dangdutan ya jantung gue.

Drrrt drrt. Lisa mengambil ponselnya disaku celana jeans nya.

+628xxxxxxxxx
Entar pulang bareng lagi, gue cuman bisa sms lo sekali, gak ada pulsa. Gak ada kuota juga.
Bye😘😘

Lalisa membulatkan matanya. Apa ini!! Kenapa juga pake emoticon ini. Lalisa tersipu.

Gak sia sia Lisa pindah rumah. Ia bisa lebih dekat dengan Daniel.

☘☘☘

STORIES OF HERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang