Jadi sebenarnya kau itu apa?

266 18 2
                                    

Jadi sebenarnya kau itu apa? Tiba-tiba menghilang, dan esok hadir lagi kembali . Apakah kamu seseorang titisan dari senja?

"Aaaaghhhhhhh! " Teriak Sifa bergema di rooftop

"Lo gila ya? "Ujar siswa yang tiba-tiba datang menghampiri Sifa di rooftop . Bagaimana ia sempat tau tempat ini bukanya tempat ini hanya dia dan Arya yang tau

Sifa memperhatikan setiap inci wajah milik siswa itu tidak salah lagi itu adalah. Sahabatnya

Gerry.

"Lo Gerry? "Ucapnya setengah ragu. Gerry hanya mengangguk dan tersenyum lebar. Sifa yang melihat itu bukannya senang ia malah memalingkan wajahnya ke atas tepatnya memandang langit biru.

"Kenapa lo teriak begitu kaya orang gak waras?"Ujar Gerry sambil terkekeh menatap setiap inci wajah sahabatnya itu

Gue kangen lo.

"Lo ngeliatin apa di langit? "Ucapnya lagi tanpa dibalas sedikit pun oleh Sifa. Gerry mengembuskan nafasnya kecewa.

"Lo kemana aja? Apa perlu gue teriak sekali lagi supaya Arya dan... Farel datang kaya lo. "Kini Sifa yang bersuara dengan nada bergemetar .

Belakangan ini lo kaya bukan Gerry yang gue kenal dulu. Lo sering bolos pelajaran tanpa keterangan yang jelas."

Teman-teman pada nanya ke gue lo kemana."

Gue bantuin acara lo Sifa. Maafin gue. Batin Gerry tanpa keluar sedikit pun dari mulutnya

Gue kaya orang bodoh yang gak tau sahabat gue kemana. Dan sekarang lo datang, tapii... Arya, Farel gak tau kemana. "Ucapnya masih dengan nada yang bergemetar

Jadi sebenarnya lo itu apa? Tiba-tiba menghilang, dan esok hadir lagi kembali . Apakah kalian seseorang titisan dari senja?"

Gue kangen sama lo . Sama kalian gue selalu ketempat ini supaya gue bisa ketemu salah satu dari kalian."

Gue juga kangen sama lo. Kita semua kangen sama lo

Gerry menghampiri sahabat itu dan merangkulnya tanda persahabatan.

"Kenapa gue selalu liat langit karena gue lagi nungguin langit berubah menjadi gelap supaya hari ini bisa cepat selesai dan esok gue bakalan ketemu kalian lagi.

Kalian yang utuh. "

***

"Lo dari mana aja? "Ucap Novit ketika batang hidung Sifa muncul dari ramaian orang yang berlalu lalang.

"Lo duduk dulu. Lo mau pesen apa? Biar gue pesenin. "Lia kali ini berusaha untuk menarik perhatian Sifa . Tapi tetep aja dia tidak bergeming sama sekali.

"Oke gue pesenin batagor aja ya buat lo. Minumnya jus alpukat sebentar. "Ujar Lia melangkah pergi.

"Lo kenapa cerita sama kita? "Putri kali ini yang bersuara.

"Gue tadi ketemu Gerry di rooftop . Gue belom sempat tanya ke dia soal tempat itu."Ucap Sifa terhenti ketika salah menyebutkan tempat yang biasa ia bolos pelajaran

"Rooftop ?"Ucap mereka berbarengan

"M.. maksud gue tadi ketemu sama Gerry di kantin belakang maksud gue di taman."

"Gak usah boong sama kita lo sering ke tempat itu kan? Gapapa kita gak bakalan bilang kesiapa pun. "

Sifa mengeluarkan nafasnya pasrah"Tadi gue cerita banyak sama Gerry. Tapi alasannya gak jelas. "

"Gak jelasnya? "

Falsback on

"Lo kemana aja Gerr? "
"Gue bantuin nyokap gue Sif."
"Nyokap lo kemana emang? "
"Nyokap gue kan jualan. Lo gak tau ya? "
Sifa mengeritkan dahinya bingung. Ia tau betul kondisi ekonomi Gerry gak mungkin orangtuanya berjualan.

"Belakangan ini gue bantuin nyokap gue jadi jarang dengan gue ikutan pelajaran. Kenapa emangnya kangen lo ya ama gue? "

"Banget."

"Kangen lo juga. Gue yakin nanti lo bakalan senang dehh. "Ucap Gerry sambil membelakan matanya ia lagi- lagi gak bisa menjaga rahasia orang

"Maksud lo? "
"Maksud gue pasti lo bakalan senang kalo gue juga kangen sama lo."

Falsback off

Bel sekolah sudah berbunyi sejak tadi, seluruh murid sudah beranjak pergi dari kursinya.
Tetapi tidak dengan Sifa yang masih diam di kelasnya begitu ketiga sahabatnya menanyakan kenapa ia tidak segera pulang.  Sifa hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.

Mau tidak mau ketiga sahabatnya lantas pulang terlebih dahulu. Awalnya tidak tega meninggalkan Sifa yang sendirian di dalam kelas. Tapi apa boleh buat ia sangat keras kepala .

"Eh tungguin gue woii gue mau nutup pint!----."Ucap Daniel terpotong ketika melihat Sifa yang belum beranjak dari bangkunya.

"Sifa woi udah balik nih, pintu mau gue kunci lo mau di sini at---"Lagi-lagi ucapan Daniel terpotong

"Farel, Gerry, sama Arya kemana pasti lo tau? "Ucap Sifa menatap mata Daniel dengan penuh tanda tanya

"Oh.. Itu gue gatau deh. Udah mendingan lo balik kerumah ini udah sore, nanti kalo udah kesorean banget nih kelas udah kaya di film horor. "Ujar Daniel panjang lebar kali tinggi yang hanya ditatap tajam oleh Sifa

Sifa beranjak dari bangkunya tanpa memperdulikan Daniel yang masih menatapnya dengan cengiran jahilnya.

Maafin gue Sif, gue gabisa cerita banyak soal mereka.
Sesampainya dirumah Sifa langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur hari ini ia sangat lelah begitupun pikirannya. Banyak kejadian yang membuat ia bingung. Padahal tadi ia sengaja berdiam diri di dalam kelas hanya untuk menunggu Gerry,  Arya dan Farel menghampirinya.

Kenapa dia jadi kepikiran Farel.

***




Jangann lupaa di Voted yaa 😘

Sergio Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang