11| Terulang

189 16 0
                                    

Don't forget vote dan comment ya :)

Maaf kalo ada typo

Langsung aja happy reading

_________

Vino Abraham

Kesakitan mu akan segera terbalaskan
-Ji Vid







Jauh dari ibukota Jakarta di sudut terpencil di hutan dengan jalan berbelok-belok dan sempit hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki.

"Ck! Kapan nyampenya si kesel gue daritadi gak nemu-nemu gudangnya."ucap Oji sambil menyingkirkan daun-daun yang ada di hadapannya

"Bentar lagi ngeluh mulu lo setan."ucap Renal

"Hmm.. iyaiya."

Mereka berlima berjalan dengan hati-hati menelusuri hutan yang terlihat tebal dari pandangannya.

Di ujung sana terdapat tulisan dengan kapur berwarna putih mungkin sengaja di tulis oleh menelusur hutan.

500 meter.

Terlihat gubuk sangat kecil dengan daun kering menutupi nya di antara pohon-pohon yang menjulang tinggi menghadap timur.

Zip Green Liberty XV. Tulisan bercentak tebal di papan coklat terlihat di mata mereka berlima tempat yang di maksud oleh Regan sebelum mati kebunuh.

"Akhirnya sampai juga, gue kira di apartment tapi tau-taunya di hutan malah jelek banget ni gubuk ketiup angin juga ancur. Sengaja di buat untuk Vino kayanya ya?"tanya Oji dengan kelima temannya yang tidak mendengarkan nya

"Ck! Bangsat."ucap Oji lalu masuk ke dalam gubuk

Gelap gulita hanya ada satu penerangan di dalam sana padahal ini sedang siang hari. Oksigen di dalam nya juga sangat sempit bagaimana bisa Vino di letakan di tempat kumuh ini dengan minim oksigen.

Bangsat. Ucap Raga ketika melihat Vino terikat dengan rantai

"ASTAGA VINO KEMBARAN GUE JADI JELEK GINI!"teriak Oji ketika melihat Raga dan David melepaskan rantai di tangan dan kakinya

"Bukan nya lo yang jelek."canda Vino dengan suara serak nya membuat Oji melotot

"Kerumah sakit."ucap Raga

Rumah sakit ucapan Raga membuat Oji dan David terdiam seketika tangannya terkepal kuat dengan wajah merah dan nafas tercekat. Merek berdua paling malas mendengar nama itu terlintas di otak nya. Kejadian keji di Rumah Sakit pada waktu itu tidak akan pernah bisa mereka berdua lupakan.

Sialan tempat brengsek itu. Ucap Oji dalam hati

Rs Hahaha tempat itu ya. Ucap David sambil tersenyum miring

Sergio Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang