Farel Putra Nataniel [2]

411 35 2
                                    

"Wkwkwk lucu deh lo kalo marah,  gue tunggu lo di lapangan kalau gak datang gue bakalan ngilangin barang di tas lo. " Printah Farel horor sambil mengacak puncak rambut Sifa

Haruskah Farel? 

lapangan

"Buat anak kelas 10 latihan basketnya setiap hari Senin dan Kamis kita Seninnya latihan dan kamisnya langsung spraing sama sekolah lain.  Ohiya latihanya abis pulang sekolah. Paham " Jelas Farel

PAHAM KA.

"Oke buat kelas 11 dan 12 nya ajarin adik kelasnya dan balabalabalabala. "Perintah Farel

Farel terus mengasih perintah untuk adik kelasnya dan seniornya.  Maklumin aja Farel itu soalnya kapten basket yang udah di percayai sama pak Hendrik dan kapten terpopuler di sekolah SMA Merah Putih kebayang kan gimana ramainya lapangan saat ini.

"Tunggu ya ada urusan sebentar" Pamit Farel dengan temannya

"Hai..datang juga lo "Sambut Farel sambil mengacak puncak rambut Sifa

"Bisa tidak gak usah berantakin rambut gue. " Jawab Sifa Kesal

"Satu lagi jangan kepedeen dulu kalau gue nurutin omongan lo. "Terus Sifa

Farel yang mendengarnya hanya tersenyum lebar dan menatap Sifa penuh arti. 

"Mumpung lo disini,  temenin gue main basket. " Minta Farel

"Ah? Jadi lo minta gue ke sini cuman buat liat lo main basket doang ."

Farel mengganguk.

"Ngak gue G. A. K M. A. U ngerti. " Jawab sifa sambil menekan kata gak mau

Sifa pergi dan ...

Farel lagi lagi menahan tangan Sifa "Lo jangan pergi, gue gak bisa fokus kalo gak ada lo.  Satu lagi lo gak mau kan gue di ambil sama cewek di atas sana ."bisik Farel

"Tapi.. "

"Gak ada tapi tapian, ikut gue. "Perintah Farel

"Lo tunggu disini biar gak kepanasan.  Jangan kabur atau lari kalau gue belum selesai. " Perintah Farel sambil mengusap rambut Sifa

Pliss.. Gak mungkin kalau gue itu..

Ngak nggak..

Gak mungkin

MAMA TOLONG SIFA,  SIFA LAGI DI LANDA PERASAAN YANG TIDAK SIFA INGINKAN. 

***

Sifa menikmati indahnya pemandangan lapangan SMA Merah Putih yang di warnai baju baskeg khas sekolahnya.  Sambil di temanin pohon rindang yang sejuk di pinggir lapangan . Sifa yang tadinya fokus melihat bola basketnya yang dibawa kemana mana.  Ia malah salah fokus dengan Farel yang asik mengejar bola basket dan memasukannya ke ring basket.  Sifa yang melihat itu ia pun senang sembari senyum senyum sendiri .

Sifa kepergok dengan Farel yang sedang senyum senyum sendiri ia langsung memalingkan wajahnya ke arah pinggir lapangan.

Aduh Mampus gue ke ge-ep senyum senyum sendiri kan jadi ke pedeen gitu dia.

Aduh Mama anak mu ini sangat malu mau taro di mana muka ku ini. Batin Sifa

Setelah sudah selesai Farel bermain basket ia langsung mengambil tas dan menarunya di pundak. 

Aduh pliss jangan kesini gue mohon.  Jantung ku berhentilah berdekup keras.  Jangan sampai dia dengar . Batin Sifa

"Gue pikir lo bakalan kabur , eh pikiran gue salah.  Makasih ya udah nemenin gue di lapangan. "Sahut Farel dengan nada lembut

"Lo ngmong apaan dah,  gue terpaksa nemenin lo yaa.. Karena lo ngacam gue dengan tatapan horor lo gue jadi nurutin apa yang lo mau demi barang barang gue kesayangan. " Jawab Sifa sambil memutarkan bola matanya

"Oh gitu iya deh iya ." Farel tersenyum lepas

"Tadi lo mainnya keren ."Sifa meneruskan

MAMPUS GUE KECEPOLSAN GIMANA INI ADUH MAMA ANAKMU AKAN PINGSAN DISINI.  Batin Sifa

"Ciee jadi lo meratiin gue. "Jawab Farel mengejek

"Ngakk.. Nggak jugaa ."

"Masaa sih abang gak percaya."

"Jijik gue ka jijik. "

"Udah ah gue mau ke kelas " Sifa meneruskan

"Bareng gue tuyul ke kelasnya. "

"Enak aja lo gue dibilang tuyul.  Kambing lo ka. " Jawab Sifa di belakang Farel

Sifa jalan dengan pelan ia tidak ingin jalan bersejajar dengan Farel . Baru di bilang gitu eh Farelnya malah nyamain jalannya dengan Sifa mau gak mau dia harus pasrah dan berdoa.  Selama merea jalan si koridor banyak banget mata yang melihatnya dengan tidak suka, iri. 

"Lah,  ngapa dah bukannya kelas lo di sana ngapain ngikutin gue. "

"Terus? "

"Yaa gak apa gue cuman nanya. "Jawab Sifa memutarkan matanya

"Pulang bareng gue inget. "Bisik Farel di depan pintu

Sifa membeku seketika hati dan jantung nya tidak bisa di kendalikan.  Begitupun dengan otak nya yang terus berpikir semua kata kata Farel

Putri yang melihat Sifa dan Farel ia hanya bisa pasrah dan menahan emosinya. 

Gue takut kehilangan sahabat gue,  tapi gue juga takut kehilangan lo ~ Sifa Aghta Fauziah

Perasaan aneh tiba tiba datang dengan seseorang cewek yang gue benci ~ Farel Putra

Diam itu lebih baik daripada mengungkapannya,  karena diam itu bukan berati kita tidak peduli dengan seseorang yang kita sayang ~ Putri Devil Alfa





Sergio Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang