25| Farel Putra Nathaniel Death

77 7 0
                                        

Asik update tinggal beberapa part lagi akan selesai.

Jangan lupa menabung untuk buku yang akan hadir nanti.

Keluarga Nathaniel berserta Agahata akan hadir...

Yuk langsung saja baca..

__________________

"Cowok harus tepati sebuah janji. Maaf, kalau Papah yang harus jadi selanjutnya..." - Sergio Raga Nathaniel










Mobil mewah berjalan dengan kecepatan di atas rata-rata membuat perjalanan sedikit merasa khawatir akan keselamatan dirinya.

Seorang yang pengemudi mobilnya tidak peduli dengan hal di sekitarnya. Farel, dengan kondisi marah, kesal, kecewa sekaligus nyesal karena nya Sergio menjadi seperti ini.

Berkali- kali Farel memukul stir mobilnya dengan keras bersama dengan keringat yang terus hadir di pelipisnya.

"ANJING!" umpat Farel ia benar-benar menyesal dengan masa kecil nya yang ternyata menurun dengan anak pertamanya Sergio. Farel tidak bisa berpikir jernih saat ini, di otaknya hanya ada Sifa dan juga anak nya Sergio. Sudah dua jam Farel mencari keberadaan Sergio namun nihil.

Farel tersentak karena ada telepon masuk, segera ia angkat dengan wajah datar nya Farel mulai bicara.

"Gue tau lo butuh bantuan gue kan? Gak usah sungkan sama teman kecil lo ini. Lo mau nasib anak lo seperti Gracie. Atau lo yang akan bernasib seperti Gracie. Lo yang akan tentuin sendiri," ucap seorang dari sebrang telepon membuat Farel terdiam sejenak, laju mobilnya tidak seperti tadi cepat dan tidak teratur.

"Pikiran lo lagi kacau, gue tunggu di gudang dekat Mansion lo. Banyak kejutan yang gue dapat di sini," sambungan terputus membuat Farel lagi-lagi terdiam pikiran nya mencerna setiap perkataan orang itu tadi. Langsung saja Farel menekan pedal mobilnya untuk menuju gudang yang di maksud.

Sedangkan Sifa sedang terbaring lemah di bangkar rumah sakit dengan selang infus di sekujur tubuhnya. Ketika Sergio membunuh sahabat masa SMA nya, Sifa langsung kritis dan syok. Keluarga Nathaniel dan juga keluarga Aghata sudah berkumpul di rumah sakit karena Farel yang menyuruhnya untuk menjaga Sifa. Biar Farel yang mengurus semuanya. Jasad Putri juga sudah di tanganin.

Sergio tidak sedang di buru oleh polisi karena Farel tidak mau sampai anak nya di tangkap sampai di hukum mati. Farel tidak mau menambah kesedihan yang mendalam untuk Sifa, dengan otak jeniusnya Farel berhasil menyingkirkan barang bukti serta rekaman cctv.

Di sisi lain Sergio sedang membanting semua yang ada di gudang tua milik semasa kecil nya. Pikiran nya kacau meingat sang Mamah langsung kritis karena nya. Sergio bersumpah akan menghancurkan keluarga Putri dengan tangan nya.

"Mau sampai kapan lo banting semua, gak sayang apa sama binatang lo," Oji tengah asik memainkan belalang milik Sergio.

"ANJING!" umpat Sergio dengan tangan mememgang pisau dan di arah kan nya tepat di perut Sergio. Steven lantas maju dan menahan Sergio agar tidak melukai dirinya lagi. Sergio menatap Steven dengan tajam begitupun Steven.

"Lo mau bunuh diri lo sendiri? Dengan lo bunuh diri lo emang ngebantu nyokap lo sembuh? GUE TANYA EMANG NGEBANTU NYOKAP LO SEMBUH!" Sergio menyingkirkan tubuh Steven dengan tangan nya. Steven tertawa kecil melihat Sergio yang sedang menjambak rambut nya frustasi.

"Lemah!" ucap Steven dengan langkah menuju teman-teman nya. Benar yang di katakan Steven tentang diri nya yang lemah meskipun Sergio tidak ingin mengkuai nya.

Sergio Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang