24| Sedikit terbongkar

77 9 0
                                    


Maaf lama ya:)

Langsung aja happy reading

_____

Putri sampai di rumah sakit keluarga Nathaniel. Dengan langkah panjangnya Putri masuk ke ruang Sifa di rawat.

Sifa terkejut melihat kedatangan Putri yang secara tiba-tiba tanpa memberitahu, begitupun dengan Farel. Sergio sudah tahu Putri akan datang untuk menemui sang Mamah di rumah sakit.

"Gimana kabar lo?"tanya Putri dengan senyuman di wajahnya. Sergio memandang kesal kearah Putri yang berpura-pura terlihat baik-baik saja.

"B..baik, kenapa lo bisa di sini?"tanya Sifa membuat Putri terkekeh.

"Gak boleh ya?"tanyanya.

"Eh, boleh ko. Malah gue senang banget lo ada di sini,"Putri tersenyum ia melihat Farel yang tidak menatapnya.

"Lo gimana ka?"tanya Putri.

"Baik,"ucap Farel dengan nada sangat dingin. Putri mengepal kan tangannya tanpa sepengetahuan Farel dan juga Sifa. Tapi tidak untuk Sergio.

"Hei, pasti kamu Raga kan? Tania suka banget cerita sama saya,"tanya Putri namun Sergio tidak menjawab nya.

Fyi, Putri sahabat Sifa sewaktu SMA mereka berdua memiliki masalah. Bisa di liat di cerita yang versi SMA nya ya di atas.

"Hm,"ucap Sergio membuat Sifa mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"M..maaf ya Put. Sergio emang gitu, dia kalau di tanya sama orang lain jawabnya singkat kaya bapaknya,"Putri tertawa rencah meskipun ada sakit hati yang datang.

"Santai, oh iya gimana kabar Lia sama Novit? gue kangen,"tanya Putri.

"Gak tau, gak ada kabar mereka. Gue pikir lo di kabarin,"tanya balik Sifa.

Putri mendekati Sifa. Sergio memperhatikan Putri dengan sangat teliti.

"Enggak, setau gue Lia kuliah di Ausie bareng sama Geryy. Gak nyangka gue orang kaya Gerry bisa sekolah di Ausie,"Sifa tertawa entah kenapa hati ya cemas melihat Putri.

"Jangan kaya gitu, Gerry juga pinter kan dia,"Putri tertawa ia duduk di bangku tepat di samping kanan Sifa.

"Iya sih, kapan-kapan lah nyusul mereka. Gimana?"saran Putri

"Gue pikirin dulu,"ucap Sifa ia memegang tangan Farel perasaan cemas nya makin jadi ketika Putri menatap Sifa.

"Put, istri gue mau istirahat dulu, lo bisa lanjut nanti,"ucap Farel namun Putri hanya tertawa menanggapinya.

"Bentar lagi, gue kangen sama sahabat gue. Oh iya Sif, gue ada sesuatu buat lo,"Sergio mengambil pisau dari baju rumah sakit nya. Matanya sibuk menelisik setiap tingkah Putri.

Putri mengambil sesuatu dari dalam tasnya, Sergio berdiri dengan meletakan alat bantu jalannya di pinggir tempat tidur.

Putri melirik kearah Sergio yang berdiri tiba-tiba di samping infus sang Mamah.

"Sebelum itu, gue mau kasih kejutan juga buat lo berdua,"ucap Putri menunjuk Sifa dan juga Farel.

"Maksud lo apaan Put?"tanya Sifa dengan mata nya menatap Putri yang sibuk mencari sesuatu di tasnya.

"Sergio, kamu ngapain di situ. Sini duduk sayang,"Farel menyuruh Sergio untuk duduk.

"Tunggu, Pah Sergio lagi nunggu,"ucap Sergio membuat Farel dan Sifa bingung. Putri tersenyum miring mendengar ucapan Sergio.

"Lo akan tau yang sebenarnya Sif, dan juga lo Rel,"Putri berhenti untuk mencari sesuatu di tasnya. Sergio berdiri tegak tangannya membuka pisau lipat tanpa Sifa dan Farel tahu.

Putri berdiri dan menatap Sifa dengan rawut wajah tidak terbaca "Mau apa lo?"tanya Farel karena Putri menatap Sifa dengan tajam.

"Bunuh lo, perebut Farel dari gue!"teriak Putri mengarahkan pisau tepat di perut Sifa.

Brak

"SERGIO!"teriak Farel dan juga Sifa. Karena Sergio menusuk Putri tepat di belakang nya. Sebelum pisau Putri menancap di perut Sifa.

Cairan bening, perasaan kecewa, kaget tercampur di mata Sifa dan juga Farel. Mereka diam dengan membisu, pandangan Sifa kabur ia tidak percaya apa yang di lakukan Sergio.

"Liat kan, hebat nya anak lo,"ucap Putri lalu terjatuh di lantai. Farel terdiam tidak percaya melihat Sergio yang sangat santai wajahnya. Begitupun Sifa.

"S..Sergio kamu siapa,"Sifa pingsan membuat Farel panik dan Sergio pergi dari ruang rawat Sifa.








TBC

Thank u

Sedikit lagi ini akan tanah gaissss

Yuk buruan di baca seblum part aku hapus untuk kepentingan penerbit.

Sergio Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang