Kringgg
"Aduh gilaa! Udah masuk aja. "Ujar Novit kesal
"Mana nih Sifa telat tuh orang. "Ujar Novit meneruskan
"Tuhh. Baru di omongin. "
"Pagi! Guys! "
"Hmm. Pagii. "
"Nyarin gue yaa. "
"Pede banget lu. "
"Dih. Ngaku ae sih. "
"Bodo!"
Bu Fajar memasuki kelas dengan membawa laptop kesayangan dan buku tulis yang ia bawa.
Pelajaran di mulai..
Suasana hening.. Tapi tidaklah berlangsung lama. Mengapa?
"EH! Sif lo tau gak buku Dilan dan Milea!? Ucap Gerry dari bangkunya . Semua orang memperhatikan Gerry . Tapi tidak bu Fajar karena ia asik memainkan laptop nya
"Iya, tau kenapa? "
"Nah.. Itu tentang perasaan gua? Semua orang menatap bingung, begitupun Arya
"Tapi beda tokohnya? "
"Bedanya? "
"Dilan punya Milea, Lu punya Arya. Gua punya rasa sakit. "
Jegeerrrr
Maksudnya apaan?
Kelas X IPA 1 menjadi ramai .
SEJAK KAPAN?
WOAH GILA BERANI BANGET LUH
SABAR AE YANG MERASA!
Begitulah kira-kira.
"Hmm.. Gerry, lo tuh yaa kebanyakan bercanda deh. Lo kan sahabat gua, sahabat idot gua. Masa iya lo ngmong gitu. "Akhirnya Sifa angkat suara.
Hening
"Kenapa sih lo selalu anggep perasaan gua candaan. "
"Ger. Maksud lo apaan ?"Ucap Arya dengan nada emosi
"Gua cuman mau ngmong dulu. Diem. "
Hening
Seluruh siswa kembali menatap ke arah depan, karena baginya Gerry sudah berhenti bicara tapi tidak..
"Gue suka sama lo. "
Deng
Hening
Bruk
"Santai dong lu. "
"Lu yang santai, maksud lu apaan men. "
"Gua sayang Sifa. Gua tau Sifa punya lu, gua cuman ngmong. Capek gua pendem nya."
Hening
Kenapa gini sih?
"Hm. Ger, lo sahabat gua, pliss jangan ngubah itu yah, jangan ngubah perasaan lo. Gua tau lo kecewa, tapi pliss jangan ngejauh dari gua. "
Hening
Tidak ada jawaban
Hingga Bel berbunyi
Kringgggkirngg
"Gilaa! Sumpah Gilaa! Ujar Novit
"Baru tau gue Gerry suka sama lo Sif. "Ucap Putri
"Udahlah! Biarin kita ke kantin aja ."
"Oke. "
Gerry POV
"Ehehh! Jelasin ke kita-kita kenapa lo bisa suka sama Sifa? "
Gua menatap datar Abay yang ada di samping gua begitupun dia. Merasa jijik gua tatapan
"Lo bukannya sahabat sama Sifa? "Ucap Dito
"Oh, iya setau gua dia udah punya kan kalo gak salah Arya namanya."Ujar Dito lagi
Gua pun mengangguk lemah "Cowok mana sih gak baper kalo ceweknya perhatian gitu. Ya gua tau sahabat. Cuman apa salah gua ngungapin perasaan gua. Munafik gua kalo gak ngmong gitu tadi. "
"Munafik gimana si? "Ucap Farel
"Sih bego. Mana ada sih sahabatan cewek cowok yang gak punya perasaan suka. "
Semua mengangguk tanda mengerti, gua mengela nafas panjang. Gak seharusnya gua ngmong gitu.
Fahri menumpuk pundak gua "Sabar bro. Lu tuh sama kaya kita. "
Gua pun mengangguk lagi.
"Lo kenapa pada terobsesi banget sama Sifa? "Ucap Dito
"Buat gua dia tuh cewek lemot idot nyebelin humoris anaknya, gak pantang menyerah cantik, baik Pinter yaa pokoknya gua suka. "Ucap Gerry
"Kalo bagi gue, awal gue kenal Sifa dia cewek pertama yang pernah marahin gue di tangga. Dan nginjek kaki gue, sikapnya itu gue suka. Dia gak selebay anak cewek di sini. Gitu deh. "Ucap Farel
"Dia tuh adik kelas gue, meskipun dulu dia pernah singah di hati gue. Gue tetap anggep dia jadi adik kelas gue yang bawel. "Ucap Fahri Kali ini
"Terus Intinya? "Ucap Dito Polos yang membuat gua , Fahri dan Farel menjitak palanya
AH! SIH OON NGERUSAK SUASANA
NEMU DI MANA SIH LU ORANG KEK GINI!!
"Iya! Iya Ampun.. Lo lagian ngmongnya terlalu bertele-tele. "
"Lo aja oon"
"Intinya tuh.. Dia Humorius, murah senyum, ramah, cantik, baik.. "
"Ohh! "
Hmm. Kalian benar
Apa sih bedanya sahabat sama pacar? Bukannya sama . Lo ngasih perhatian, ngelindungi gue, emang apa perlu jadi pacar. Nggak kan?
-Sifa
Pacar dan sahabat tuh beda tipis. Susah di jelasin, sulit di pertahanin. Sakit kalo di ucap.
- Gerry
KAMU SEDANG MEMBACA
Sergio
Novela JuvenilNamaku Syifa Aghata Fauziah Kehidupan sewaktu masa SMA ku sangat rumit aku menyukai seorang Ketua Osis dan juga membenci Wakil Osis secara bersamaan. Aku marah dengan diriku sendiri karena telah mencintai laki-laki yang aku benci. Karena sikap nya y...
