Adit termenung diatas ranjangnya. Malam sudah semakin larut, namun matanya tak kunjung terpejam. Ia hanya berdiam diri diatas ranjang sembari memikirkan sesuatu yang tak mungkin terjadi. Berkali-kali ia yakinkan dirinya bahwa itu bukanlah takdirnya. Itu hanya perasaan kagum akan sosok Via yang sederhana dan pekerja keras meskipun sebenarnya bergelimang harta dari orang tuanya.
Akhirnya ia memutuskan untuk menerima saran dari Bibinya setelah ia mengambil amplop coklat dari dalam laci meja samping ranjangnya. Dibacanya biodata itu hingga akhir. Dan ia merasa bahwa perempuan yang disarankan bibinya itu cukup sesuai dengan dirinya.
Selepas itu ia coba untuk memejamkan mata. Dan tak lama kemudian ia telah terlelap dalam tidurnya.
***
Hari ini adalah hari terakhir pagelaran Wedding Expo di departement store itu. Cukup banyak pengunjung yang berdatangan ke stand ALAM Hotel. Kebanyakan dari mereka adalah muda mudi yang sedang survey tempat untuk melangsungkan pernikahan mereka.
Para staf terlihat cukup sibuk. Begitupun Adit. Ia masih terlihat beberapa kali mondar mandir dari satu meja ke meja yang lain untuk melayani pertanyaan para pengunjung yang spesifik dan tak mampu dijawab oleh staf marketingnya.
"Pak Adit istirahat dulu. Dari tadi modar mandir terus. Setelah ini biar saya yang melayani pertanyaan seperti itu pak. Ini bapak minum dulu." Shinta menyodorkan segelas air mineral dihadapan Adit.
Adit tak lekas meminumnya. Ia hanya memandangi gelas plastik bening berisi air mineral itu.
"Shin, saya keluar sebentar. Saya mau beli minuman isotonik buat kalian. Tolong handel bentar ya."
Setelah itu Adit segera beranjak keluar stand dan menuju ke toko penjual minuman kemasan.
"Pak Adit beli banyak sekali? Kita kan cuma berenam pak.." ucap Shinta saat tau Adit kembali dengan membawa minuman isotonik melebihi jumlah staf yang ada.
"Gpp. Kali aja ada yang butuh lebih." Ucap Adit yang kemudian segera meminum satu botol minuman itu dan melanjutkan aktifitasnya.
"Mas Adit.." panggil seseorang dari belakang.
Adit menengok dan cukup terkejut melihat Via telah ada di sampingnya. Perempuan itu telah kembali mengenakan pakaian crew bioskop dengan membawa dua gelas kopi di kedua tangannya.
"Capek ya.. nih.. ngopi yuk.." ucap Via sembari menyodorkan salah satu gelas kopi panas di tangannya.
Senyumnya merekah seperti tak lagi merasa asing kepada Adit. Parasnya yang cantik Dengan makeup tipis natural pasti membuat pria manapun akan jatuh hati.
"Kamu kembali lain waktu aja ya. Maaf, tapi kita sedang banyak pengunjung sekarang. Kamu sendiri bukannya sedang bekerja? Kenapa sering sekali kesini? Apa bosmu tidak marah kalau tau kamu keluyuran seperti ini?" Ucap Adit yang kemudian kembali berbalik dan melanjutkan aktifitasnya seakan tak menghiraukan keberadaan Via di tempat itu.
Via sangat terkejut mendengar ucapan Adit kepadanya. Ia berfikir tak biasanya Adit bertingkah demikian saat bertemu dengannya. Sosok Adit yang lembut dan hangat seakan hilang entah kemana. Gelas kopi yang ia sodorkan, perlahan ditarik kembali dengan sedikit getaran yang menciptakan riak di permukaan air kopi.
Via melangkah mundur dengan perlahan dan melihat sekitar. Semua orang terlihat sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke bioskop setelah meletakan dua gelas kopi diatas meja stand.
Adit yang menyadari Via telah pergi hanya sanggup memandangnya dari kejauhan. Ia pejamkan matanya sejenak untuk merasakan betapa kejamnya ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya. Namun ia yakinkan bahwa itu yang terbaik untuk mereka berdua.
Hari telah berangsur malam. Departemen store itu telah memasuki waktu akhir pelayanannya di hari ini. Sebagian toko telah terlihat gelap gulita. Dan sebagian lagi masih membereskan peralatan sebelum tutup.
Begitu pula dengan Wedding Expo. Beberapa stand telah kosong. Dan beberapa lagi masih menyelesaikan pembongkaran dekorasi. Termasuk Stand milik Adit. Beberapa barang telah diangkut keluar. Tinggal beberapa barang kecil yang masih perlu di kemas sebelum diangkut.
Adit tengah menyelesaikan packing tumpukan brosur sisa yang terlihat masih berantakan di salah satu sudut stand. Ia hentikan sejenak kegiatannya karena merasa punggungnya perlu untuk direnggangkan beberapa saat.
Saat sedang menikmati nyamannya tulang punggung yang ditarik, ia melihat dua gelas kopi yang telah dingin tergeletak di atas meja belakang stand. Seketika ia teringat akan Via.
"Tolong selesaikan packing brosur ini ya. Saya mau ngecek loading barang di gudang dulu. Sebentar lagi saya balik kesini."
"Baik pak."
Adit mengambil dua gelas kopi itu dan berjalan keluar gedung untuk menghirup udara segar sekaligus mengecek properti standnya yang sedang diangkut keatas truk. Dilihatnya barang yang cukup banyak untuk ukuran satu truk. Namun supir truk masih yakin bahwa semua barang itu muat dalam truk nya.
Bruuakk..
Seseorang tak sengaja menabrak tubuh Adit yang sedang asik mengamati truk propertinya. Alhasil, dua gelas kopi di tangannya tumpah seketika dan sebagian mengenai kemeja nya hingga menimbulkan bercak kecoklatan.
"Yaach..! Hey!" Teriak Adit kepada orang yang baru menabraknya itu.
"Haduh maaf mas.. ma.."
Ucapan maaf dari pelaku penabrakan itu terhenti sebelum sempat terselesaikan.
Adit yang masih kesal mencoba melihat siapa orang yang seceroboh itu hingga tak tau ia sedang berdiri didepannya.
"Via?" Ucap Adit saat tau bahwa orang itu adalah Via yang sedang dalam perjalanan pulang seusai bekerja.
Via juga merasa terkejut saat ia tau bahwa orang yang ditabraknya itu adalah Adit. Ia juga melihat tumpahan kopi hingga mengenai kemeja putih Adit karena ulahnya.
Via sempat kasihan melihat kondisi Adit saat itu. Namun perasaan jengkelnya kembali muncul saat melihat dua gelas kopi di tangan Adit adalah kopi pemberiannya tadi siang.
"Haiissh.. " Via segera beranjak pergi dan meninggalkan Adit yang masih berusaha membersihkan tumpahan kopi di kemejanya.
"Via..! Hey! Tunggu..!" Kesal Adit yang melihat Via berlalu tanpa menghiraukannya sedikitpun.
----------------------------------
Halo.. Terimakasih telah membca hingga part ini.. Selamat menikmati..
Kritik dan sarannya jangan lupa ya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Boss's Daughter
RomanceCerita ini disusun dengan alur yang ringan-ringan saja. Tak ada melow yang berlebihan. Dan endingnya pun bisa ditebak layaknya cerita romance pada umumnya. Selama on going, part diupload random saja selama saya ada waktu ditengah kesibukan silaturah...
