Part 27

2.5K 105 0
                                        

Via sedikit manyun saat Adit menyuruhnya berhenti. Adit segera membayar semua porsi yang telah mereka makan. Via masih betah memperhatikan barisan kue putu yang mengepul di dalam tanakan yang terbuka. Perempuan itu merasa bahwa perutnya masih cukup muat melahap semua kue putu yang bapak itu jual. Namun memang betul kata Adit. Mereka masih belum makan nasi dari pagi, takutnya mereka akan sakit perut jika terlalu banyak makan makanan yang mengandung kelapa sebelum memakan nasi.

"Sepertinya istri mas lagi ngidam ya?" Ucap penjual itu.

"Gimana pak?" Jawab Adit yang tak begitu jelas mendengar pertanyaan penjual putu karena masih sibuk memilah lembaran uang di dompetnya untuk membayar.

"Ini Neng saya kasih bonus satu porsi buat dirumah."

Pedagang putu itu menyodorkan kantong plastik berisi satu bungkus kue putu hangat kepada Via. Terlihat betapa sumringah wajah perempuan cantik itu sekarang. Seperti mendapat hadiah mewah dan mahal. Dilihatnya Adit yang juga sedang menyaksikan kejadian itu. Adit hanya mengangguk dan tersenyum menandakan ia menyetujuinya. Segera diraihnya kantong plastik itu dengan suka cita. Kemudian mereka beranjak pulang setelah mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada pedagang putu itu.

***

Waktu telah menunjukan pukul 1 siang. Masakan Via terlihat sudah hampir selesai jika dilihat dari aroma yang menyebar memenuhi dapur. Adit terlihat tak melakukan apa-apa. Ia hanya duduk di kursi meja makan sambil beberapa kali mengambil camilan di toples. Ia tak diijinkan membantu oleh Via di masakan pertamanya untuk mereka berdua.

Awalnya Adit merasa risau Via akan bisa menyelesaikan masakan pertama untuknya dengan baik. Beberapa kali Via menjatuhkan peralatan memasak saat ia baru memulai. Namun lambat laun, terlihat lebih baik. Gerakannya terlihat cukup lihai dan terbiasa dalam mengolah beberapa jenis bahan makanan mentah yang di beli. Aromanya pun cukup menggugah selera. Namun Adit masih tidak diperkenankan untuk mencicipi sebelum semuanya terhidang di meja makan. Beberapa kali cubitan Via mencengkram kulit perut Adit saat tangannya mencoba meraih lauk yang telah matang. Akhirnya Adit menyerah dan memilih untuk menunggunya di meja makan sambil berbincang ringan dan sesekali bercanda.

Tak lama kemudian semua hidangan telah selesai dan tersaji di atas meja makan lengkap dengan nasi hangat di piring mereka masing-masing. Satu mangkok Semur daging tahu, udang goreng, dan jamur krispi, telah siap untuk disantap.

"Kamu cobain gih. Maaf ya kalau nanti rasanya agak aneh."

"Mm.. dari tampilannya sih tak begitu bagus alias biasa aja." Ucap Adit menilai.

Mendengar itu Via sedikit manyun.

"Aku coba gorengannya dulu ya." Ucap Adit sambil mengambil Udang goreng dan Jamur krispi.

"Mm.. oke lah. Not bad." lanjut Adit sambil terus mengunyah.

Via masih terus memandang ekspresi kekasihnya itu, dan berharap semuanya akan baik-baik saja.

"Berapa nilainya.." Tanya Via dengan ekspresi penasaran.

"Mm.. 8."

"Yess..!"

"Aku lanjut coba semurnya ya.."

Adit menyuapkan satu sendok kuah semur kedalam mulutnya. Dan diam sesaat untuk merasakan rasanya.

Tampak ekspresi ketegangan di raut wajah Via. Berharap Adit akan suka dan tak komplain macam-macam.

Kening Adit tampak sedikit mengkerut sembari mengecap bumbu semur yang masih melekat di mulutnya. Tak ada kata yang terucap. Lalu Adit melanjutkan mengambil potongan kecil daging dan dimasukan kedalam mulutnya. Sekali lagi tak ada tanggapan. Adit hanya mengunyahnya perlahan sembari merasakan bumbunya.

Dear Boss's DaughterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang