Hari telah beranjak sore. Setelah Mike merasa cukup, mereka lekas mohon ijin untuk pamit. Keluarga pak Broto mengucapkan banyak terimakasih kepada Mike dan Via karena mau berkunjung ke rumah mereka yang sangat sederhana itu. Mike pun mengucapkan hal yang sama. Ia merasa sangat terbantu dengan kesediaan kakek Pak Broto yang mau memberikan keterangannya untuk keperluan tesis Mike. Tak lupa Mike memberikan beberapa bingkisan dan amplop sebagai ucapan terimakasih. Setelah itu mobil mereka lekas beranjak meninggalkan desa dan kembali ke hotel.
Sepanjang perjalanan, Via tertidur pulas di bahu Mike, dan Mike pun juga tengah terlelap dengan bersandar di kursinya.
***
Malam telah tiba. Via sudah bersiap dengan piyama pinknya untuk istirahat. Namun sebelum ia tidur, Via menyempatkan untuk menelepon Adit. Mereka mengobrol dengan santai. Adit menceritakan berbagai aktifitasnya selama sehari itu kepada Via, dan Via terlihat antusias mendengarkan cerita yang sebenarnya tak begitu penting bagi dirinya.
Ting.. tung..
Via terkejut mendengar suara seseorang memencet bel kamarnya.
"Ada tamu ya?" Ucap Adit yang mendengar suara bel itu dari ujung telepon.
"Ah, sepertinya begitu. Aku lihat dulu ya yang. Sepertinya mama sudah tidur." Ucap Via berbohong.
"Siapa bertamu malam-malam gini?" Tanya Adit.
"Mm.. nggak tau.. makanya aku liat dulu sebentar. Nanti ku telpon lagi ya. Kamu jangan tidur dulu. Ceritamu belum selesai. Aku penasaran kelanjutannya." Ucap Via sebelum berpamitan dan menutup teleponnya.
Mike berdiri di depan pintu kamar Via saat pintu telah terbuka.
"Ada apa malam-malam kesini?" Ucap Via jutek.
"Aku mau ke minimarket beli camilan. Kamu mau ikut?"
Via berfikir sejenak. Sebenarnya ia juga ingin memakan sesuatu walaupun ia sudah makan malam tadi. Akhirnya Via menyetujui ajakan Mike.
"Ganti bajumu dulu." Ucap Mike.
"Males ah." Jawab Via yang segera menutup pintu kamarnya setelah mengambil jaket untuk menutupi piyama yang ia pakai.
Mike dan Via sama-sama mengambil keranjang belanjaan untuk mereka masing-masing. Sepertinya mereka berencana membeli banyak camilan. Mike mengambil beberapa minuman ringan dan soda beralkohol ringan. Sedangkan Via mengambil banyak Snack berjenis kripik dan coklat, beberapa minuman teh kemasan, dan permen.
Petugas kasir minimarket terlihat cukup terkejut melihat belanjaan mereka.
"Pembayarannya mau dijadikan satu atau sendiri-sendiri?" Ucap kasir.
"Jadikan satu aja mbak." Ucap Via.
Petugas kasir segera menghitung barang belanjaan mereka berdua yang cukup banyak.
"Aku sengaja gak bawa dompet." Ucap Via berbisik kepada Mike.
Mike menahan tertawanya mendengar ucapan Via itu. Dikeluarkannya kartu master card untuk membayar semua Snack yang mereka ambil. Jadilah beberapa kantong plastik siap mereka angkut kembali ke kamar mereka.
Via berjalan dengan membawa dua kantong plastik yang cukup besar di tangannya. Ia terlihat cukup kesulitan membawa belanjaannya sendiri yang cukup banyak. Memang via sengaja mengambil apapun yang ia inginkan walau ia tak tau akan memakannya atau tidak. Mike yang melihat Via sedikit kerepotan, menawarkan untuk membawakannya.
"Nggak usah, aku bisa bawa sendiri kok." Ucap Via.
"Sudah lah jangan sok kuat. Aku tau itu berat. Belanjaanmu aja tiga kali belanjaanku." Ucap Mike yang segera meraih paksa kantong-kantong plastik itu dari tangan Via.
Via sedikit tidak enak dengan Mike. Ia merasa sedikit bersalah telah melakukan itu di minimarket tadi. Dan sekarang Mike juga harus kerepotan karena membantu membawa belanjaan Via yang cukup banyak itu.
"Jangan lupa gosok gigi setelah makan Snack. Selamat istirahat. Sampai jumpa besok." Ucap Mike sebelum meninggalkan pintu kamar Via. Via tersenyum dan mengucapkan selamat malam kepada Mike sebelum pria itu pergi.
Dilihatnya tumpukan makanan yang sedikit mubazir karena telah membeli sebanyak itu. Berhubung sudah lelah, Via memutuskan untuk segera beristirahat saat ia tau Adit sudah tidak lagi mengangkat teleponnya. Mungkin kekasihnya itu sudah tertidur karena menunggu telpon dari Via yang telah dijanjikan tadi.
***
Hari telah berganti. Hari ini Mike tidak ada jadwal dengan respondennya yang lain. Ia hanya ingin berjalan-jalan dengan Via kemanapun yang Via inginkan.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Mike kepada Via melalui pesan singkat.
"Sudah."
"Hari ini semua waktuku adalah milikmu. Tinggal sebutkan saja tempat yang ingin kamu kunjungi."
"Nggak tau.."
Mike cukup dibuat kebingungan dengan jawaban pamungkas para wanita itu.
"Yasudah kita sarapan saja dulu sambil memikirkan rencana jalan-jalan kita."
"Iya"
Beberapa menit kemudian Mike telah berada di depan pintu kamar Via. Dan tak lama setelahnya Via keluar dari kamarnya. Segeralah mereka menuju ke restoran hotel untuk sarapan.
Pagi itu Mike memilih sarapan di teras restoran hotel yang menghadap ke laut. Dari tempat itu, siapapun bisa memandang laut dengan leluasa. Segala kegiatan di laut bisa dilihat dengan jelas melalui balkon restoran berlantai kayu itu.
Mike dan Via terlihat cukup nyaman di tempat itu. Mereka bisa menyantap sarapannya dengan santai sembari sesekali menatap kearah laut yang berombak cukup besar.
"Kamu sudah terpikirkan tempat yang akan kita kunjungi?" Ucap Mike.
Via menggelengkan kepalanya tanda tak ada ide.
Mike kembali terlihat berfikir keras. Kemudian ia terpikirkan sebuah ide.
"Gimana kalau kita main itu?" Ucap Mike sambil menunjuk ke arah banana boat yang sedang ditumpangi beberapa orang diatasnya dan melaju cukup kencang di laut.
"Itu aman?" Ucap Via saat ia juga melihat kearah yang ditunjuk Mike.
"Sangat aman. Setiap orang akan diberikan pelampung dan tali pengikat agar tak tenggelam dan terseret ombak."
Via tampak berfikir sejenak.
"Oke. Tapi kamu yang bayar ya." Ucap Via yang membuat Mike tertawa kecil.
"Beres tuan putri.."
Setelah menyelesaikan sarapan mereka, Mike dan Via lekas mengganti pakaian mereka. Sekitar setengah jam kemudian mereka berdua telah berada di pantai untuk mencoba beberapa wahana yang disediakan oleh pengelola pantai.
"Kita coba itu dulu yuk. Aku masih terlalu kenyang untuk main air." Via menunjuk sebuah persewaan Motor ATV di salah satu sisi pantai yang sudah cukup ramai itu.
Mike pun segera menyetujuinya karena itu adalah permintaan Via.
-------------------
Keseruan mereka berdua berlanjut. Liburan yang menyenangkan bagi Via dan Mike..
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Boss's Daughter
RomansaCerita ini disusun dengan alur yang ringan-ringan saja. Tak ada melow yang berlebihan. Dan endingnya pun bisa ditebak layaknya cerita romance pada umumnya. Selama on going, part diupload random saja selama saya ada waktu ditengah kesibukan silaturah...
