Via dan Mike sedang balapan menyusuri bibir pantai menggunakan motor ATV yang mereka sewa. Sesekali air laut yang menyeka bibir pantai menyirat ke badan mereka karena hempasan roda ATV yang membelah air. Mereka berdua terlihat sangat menikmati permainan mereka. Tawa Via dan Mike menghiasi sepanjang durasi sewa motor ATV itu. Dan tak terasa waktu sewa pun telah habis. Mereka kembali ke tempat penyewaan untuk mengembalikan motor ATV itu.
"Asik banget main itu.. aku baru pertama kali. Selama ini cuma liat aja orang main gituan, ternyata seru juga.." ucap Via sambil senyumnya terus merekah.
Melihat Via yang sangat menikmati permainan, Mike menunjuk wahana lain yang ada di pantai itu.
"Mau mencoba terbang gak?" Ucap Mike.
"Jangan bilang kamu mau ngajak aku main itu?" Ucap Via sambil menunjuk parasailling.
Mike tak menjawab. Kedua alisnya terangkat keatas sambil senyumnya melebar.
"Siapa takut!" Jawab Via dengan semangat dan lekas berlari meninggalkan Mike.
Mereka menuju ke pondok parasailling untuk memesan satu sesi terbang menggunakan parasut yang ditarik dengan Speedboat itu.
Tawa Via dan Mike tak hentinya terdengar yang menunjukan betapa mereka menikmati waktu kebersamaan mereka saat itu. Sesekali teriakan Via melengking keras saat pengemudi Speedboat sengaja membuat parasut terbang rendah untuk mencelupkan kaki mereka ke laut, sebelum diangkat kembali ke angkasa untuk melihat betapa indahnya pemandangan pantai dari ketinggian.
Tak terasa durasi permainan sudah berakhir. Speedboat itu segera kembali merapat ke pantai dan mendaratkan mereka dengan mulus diatas pasir. Sekali lagi senyum lebar Via tak lekas menghilang saat mereka telah usai bermain parasailling.
Mereka beristirahat sejenak sebelum mulai mencoba wahana lain di pantai itu. Mike dan Via duduk santai diatas pasir beralaskan tikar dengan suguhan kelapa muda yang menyegarkan hari yang cerah itu. Mereka saling bercerita dan sesekali tertawa bersama. Mike terlihat beberapa kali mengelak saat Via mencoba mencubit perutnya. Dan Via pun menghindar saat Mike akan membalas cubitannya.
"Gimana, mau lanjut? Banana boat menunggu tuh.." ucap Mike sambil mengarahkan pandangan Via ke sekumpulan banana boat yang tengah terparkir di dermaga pantai.
"Siapa takut..!"
Mike dan Via segera beranjak menuju dermaga tempat persewaan wahana itu. Disana telah menunggu instruktur yang akan menunjukan cara aman bermain banana boat. Setelah semua penjelasan instruktur dipahami, mereka masing-masing diberikan pelampung. Mike membantu memakaikan pelampung di tubuh Via yang mengenakan hotpants dan kaos ketat itu. Mike cukup tertarik dengan bentuk tubuh Via yang terlihat seksi saat mengenakan pakaian mini seperti saat itu, apalagi ketika basah.
Setelah selesai membantu Via, Mike memakai pelampungnya dibantu oleh seorang pria petugas wahana. Mike membuka kaos putih polosnya di hadapan Via. Tubuh yang cukup kekar dan berotot Mike lekas tampak jelas saat permukaan kulitnya basah. Via menelan ludah saat melihat pemandangan maskulin itu di depan matanya. Ia berpikir bahwa tubuh Mike lebih terlihat bagus bila dibandingkan dengan tubuh Adit yang tak sekekar Mike. Mungkin karena Mike cukup menggemari olah raga gym yang menyebabkan tubuhnya seperti itu.
Tak ingin melihatnya lebih lama karena akan membuat Via semakin gugup, Via membalikan badannya hingga Mike selesai memakai pelampung.
Perahu karet berbentuk pisang itu melaju santai saat ditarik oleh motorboat ketengah laut. Beberapa putaran untuk permulaan tak membuat sekumpulan orang yang menunggangi perahu karet itu terjatuh. Semakin lama putaran perahu semakin kencang hingga membuat penunggangnya terkoyak ke kanan dan ke kiri. Hingga akhirnya satu liukan tajam membuat semua penunggangnya terlempar masuk kedalam air.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Boss's Daughter
RomanceCerita ini disusun dengan alur yang ringan-ringan saja. Tak ada melow yang berlebihan. Dan endingnya pun bisa ditebak layaknya cerita romance pada umumnya. Selama on going, part diupload random saja selama saya ada waktu ditengah kesibukan silaturah...
