Empat orang dengan pakaian sangat formal dan rapi berjalan memasuki lobi hotel dan menuju ke meja resepsionis. Salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah tanda pengenal dari saku dalam jas nya dan ditunjukan kepada petugas resepsionis, dan tiga orang lainnya tampak mengawasi keadaan sekitar. Setelah petugas resepsionis mengerti siapakah keempat orang itu, ia mengangkat telepon beberapa saat, kemudian mempersilahkan keempat orang itu masuk dengan ditemani oleh seorang petugas keamanan hotel menuju ke lift.
Pagi itu Pak Andi terlihat cukup serius duduk di meja kerjanya. Di kanan dan kirinya berdiri beberapa orang yang salah satunya adalah kepala keamanan hotel, dan beberapa orang yang lain adalah pengacara Pak Andi.
Dihadapan mereka telah duduk empat orang tadi dengan sebuah koper di tangan orang yang duduk di paling belakang.
"Perkenalkan, kami perwakilan dari Interpol untuk wilayah Asia tenggara. Kami telah mendapat ijin dari kepolisian RI untuk mengusut kasus penggelapan dana skala Internasional yang pasti sudah bapak dengar sebelumnya."
"Baik. Lalu apa yang membuat bapak-bapak datang kesini." Ucap Pak Andi.
"Sebelumnya kami ingin meminta kerjasama dari bapak untuk membantu kami menyelesaikan masalah ini. Selama bapak bisa kooperatif, kami pastikan tidak akan terjadi apa-apa."
Pak Andi terlihat mengernyitkan keningnya dan mempersilahkan untuk melanjutkan pertanyaan mereka.
"Kami mendapat informasi bahwa perusahaan perhotelan bapak mendapat dana investasi dari salah satu tersangka yang bernama Daniel. Apa itu benar?"
"Maaf, saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak. Saya tidak bisa membocorkan identitas para pemegang saham kami." Jawab Pak Andi dengan serius.
"Baik. Bapak tidak perlu menjawab pertanyaan itu jika tidak berkenan menjawab. Karena sebenarnya kami sudah mengetahui detail siapa saja investor yang bapak miliki. Kami hanya ingin mengkonfirmasi namanya. Dan bapak pasti sudah tau kabar bahwa Bapak Daniel sudah tertangkap saat hendak melintasi perbatasan negara. Beliau sekarang sudah berada di kantor kami di Singapura."
Pak Andi menatap mereka berempat dengan tatapan serius.
"Sebenarnya kedatangan kami kesini adalah untuk mencari seseorang. Bapak pasti mengenal pria yang bernama Michael Alvaro atau biasa dipanggil dengan nama Mike. Dia tidak lain adalah putra sulung dari Bapak Daniel. Dari informasi yang saya dapat, saudara Mike saat ini sedang melakukan penelitian di Indonesia dan Bapak memberikannya posisi sebagai pegawai Magang di perusahaan bapak ini. Apa sekarang bapak masih sering bertemu atau berhubungan dengan saudara Mike?"
Pak Andi terlihat terkejut dengan pertanyaan mereka perihal Mike. Timbul rasa penasaran di benaknya.
"Maaf, sebelum saya memberikan keterangan lebih lanjut, boleh saya mengetahui alasan mengapa Interpol mencari anak sulung Pak Daniel itu? Apa hubungan dia dengan kasus orang tuanya?"
Mereka berempat tampak berfikir dan berdiskusi singkat dengan bahasa asing yang sekilas seperti bahasa Mandarin.
"Sebenarnya kami tidak bisa menjabarkan secara detail mengenai keterkaitannya karena masih dalam tahap penyelidikan. Namun bila Pak Andi bersedia kooperatif, kami akan memberitahu indikasi keterlibatan saudara Mike."
Pak Andi terlihat sepakat. Kemudian perwakilan Interpol itu mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam koper yang mereka bawa. Dan menyerahkannya kepada Pak Andi.
"Itu adalah foto beberapa aset yang dimiliki Pak Daniel di Indonesia. Setiap aset bernilai paling rendah 1 juta USD. Dan yang paling tinggi bernilai sekitar 20 juta USD, berupa sebuah perusahaan properti yang setelah kami selidiki, perusahaan itu beratas namakan anak sulungnya atau saudara Mike."
Pak Andi sangat terkejut mendengar berita itu. Dilihatnya lembar demi lembar foto dan detail aset atas nama Mike itu.
"Kami perlu bertemu secara langsung dan bila perlu membawa saudara Mike kembali ke Singapura untuk diselidiki lebih lanjut. Bilamana saudara Mike memang mengakui atau terbukti secara administratif, statusnya akan kami naikan menjadi tersangka dengan dugaan pencucian uang skala Internasional."
Pak Andi tak mampu berkata setelah mendengar betapa seriusnya kasus yang menjerat mantan calon menantunya itu.
"Kami sudah menjawab pertanyaan Bapak Andi. Sekarang Pak Andi sudah bisa mulai menjelaskan kepada kami."
Pak Andi masih terlihat shock. Diminumnya segelas air putih diatas meja untuk sedikit menenangkan diri.
"Sebelumnya mohon maaf jika saya tidak bisa memberikan keterangan lengkap mengenai keberadaan Mike saat ini. Itu karena saya sudah kehilangan jejak dirinya semenjak kasus ini mulai terkuak ke publik." Ucap Pak Andi memulai penjelasannya.
Perwakilan kepolisian federal itu tampak sedikit kecewa mendengarnya.
"Terakhir kali saya bertemu dengan Mike sekitar lima hari yang lalu saat ia berpamitan untuk melakukan penelitian selama beberapa hari di Yogyakarta. Bahkan saya memintanya membawa anak saya untuk ikut serta berlibur disana."
Petugas Interpol itu terlihat menulis keterangan Pak Andi di buku saku yang mereka bawa. Serta merekam ucapan Pak Andi melalui alat perekam suara yang diletakan diatas meja.
"Namun setelah berita tentang tertangkapnya Pak Daniel menyebar melalui media, Mike tiba-tiba menghilang entah kemana. Bahkan dia meninggalkan anak saya seorang diri di Jogja tanpa berpamitan kepadanya terlebih dahulu. Kami menduga ia telah kembali ke Singapura untuk menyelamatkan ayahnya yang telah menjadi DPO Interpol."
"Kami telah melacak keberadaan saudara Mike melalui berbagai cara, termasuk kegiatan transaksi kartu kreditnya. Beberapa hari lalu kami menerima rekaman transaksi kartu kredit saudara Mike untuk pembayaran hotel di Yogyakarta dan biaya perjalanan dengan travel agen serta beberapa transaksi kecil lainnya. Apakah itu hotel yang sama dengan tempat anak bapak menginap?" Tanya petugas Interpol.
"Betul. Itu hotelnya. Tapi menurut keterangan anak saya, Mike telah menghilang begitu saja saat anak saya mencarinya. Saya menduga, saat Mike mulai diketahui menghilang, bertepatan dengan berita Ayahnya telah tertangkap di perbatasan Malaysia. Setelah itu saya sudah tidak pernah mendengar kabar darinya lagi hingga detik ini. Bahkan anak saya juga masih tidak tau." Ucap Pak Andi.
Petugas Interpol itu terlihat berdiskusi kembali beberapa saat.
"Baiklah jika demikian. Mohon kerjasamanya bilamana suatu saat bapak mengetahui keberadaanya untuk segera menghubungi kami secara langsung ataupun pihak kepolisian RI. Kami akan meminta kepolisian RI untuk meningkatkan statusnya menjadi DPO hari ini."
Setelah itu, perwakilan Interpol itu segera berpamitan dan beranjak meninggalkan hotel.
-------------------
Dasar Mike...
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Boss's Daughter
RomanceCerita ini disusun dengan alur yang ringan-ringan saja. Tak ada melow yang berlebihan. Dan endingnya pun bisa ditebak layaknya cerita romance pada umumnya. Selama on going, part diupload random saja selama saya ada waktu ditengah kesibukan silaturah...
