Part 29

2.3K 85 1
                                        

Via sedang berkumpul dengan beberapa orang rekan kerjanya di sebuah kedai tak jauh dari departemen store untuk makan siang. Mereka sedang membicarakan tentang pegawai baru yang cukup tampan dan mempesona. Hampir semua crew bioskop perempuan tertarik kepadanya. Mereka cukup antusias saat membicarakan tentang pegawai baru itu. Kecuali Via. Ia tampak biasa saja melihat anak baru itu berkeliaran di dekatnya saat bekerja. Perasaannya terasa sudah penuh diisi oleh Adit hingga tak bisa lagi dimasuki oleh orang lain.

Karena bosan dengan pembahasan yang tak begitu menarik untuknya, ia iseng menghubungi Adit melalui chat.

"Selamat siang pak Adit. Bapak sudah makan siang? Jangan telat ya. Dan jangan kecapekan." Tulisnya dalam chat WhatsApp.

Setelah beberapa saat, tak kunjung ada balasan dari Adit. Chat nya pun terlihat tak disentuh. Hal itu membuat Via semakin bosan berada disana. Sementara teman-temannya semakin menggila membahas tentang anak baru blasteran indo Jerman itu.

Akhirnya Adit membalas chat nya setelah Via sudah putus asa menunggu.

"Aku belum sempat makan siang. Ini masih di perjalanan. Kamu sudah makan siang?"

"Ini aku lagi di kedai sama temen-temen. Emangnya lagi perjalanan kemana? Sibuk banget ya sampai gak sempat membeli makan di jalan?"

"Bukannya sibuk. Kita lagi buru-buru. Ada anak baru lagi bikin masalah pertamanya."

"Oh gitu.. kalau kamu mau, kamu bisa cerita ke aku." Balas Via.

"Pak Mike. Siang ini dia membuat tim ku gelabakan gara-gara dia terlambat datang ke hotel karena terkena macet saat mengantar seseorang ke suatu tempat."

Via terkejut saat membaca balasan dari Adit. Ia tau penyebab alasan itu terjadi. Dan tak ia sangka akan membuat kekasihnya kerepotan karena dirinya. Andai saja ia menolak ajakan Mike, pasti Mike akan tiba tepat waktu di hotel.

Via tak sanggup membalas chat dari Adit untuk beberapa saat karena bingung harus berkata apa.

"Ngeselin kan." Sambung Adit dalam chat yang berbeda karena tak kunjung mendapat balasan dari Via.

"Sudah lah, aku ngerti kamu sedang kesal. yang telah terjadi gak bisa diulang lagi. Yang penting kamu dan tim mu harus berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaanmu bisa berjalan lancar meskipun ada kendala seperti ini. Semangat ya sayang :*"

Via merasa menyesal karena ia tak mampu memberitahu yang sejujurnya kepada Adit. Karena ia tau jika ia berkata jujur, Adit akan marah kepadanya karena ia adalah salah satu penyebab kekesalannya saat ini.

Adit tak lagi membalas chat dari Via. Dan Via juga tak tau harus bagaimana. Ia memilih untuk tak mengganggunya saat ini karena suasana hati kekasihnya sedang tidak baik.

***

Malam semakin larut. Jalanan pun sudah cukup sepi. Dinginnya malam memaksanya untuk lebih merapatkan jaket yang membalut tubuhnya. Via dan beberapa orang lain tengah duduk di halte dekat departemen store. Ia sedang menunggu teman ojek onlinenya yang tak kunjung menunjukan diri di saat ia ingin segera pulang kerumah dan beristirahat.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan halte. Sontak saja keberadaan mobil mewah itu menyita perhatian orang-orang yang saat itu juga tengah berada di halte.

Kaca jendela mobil itu perlahan terbuka. Dan terlihatlah dengan jelas siapa yang berada di dalamnya.

"Via, mau pulang? Ayo aku antar.." ucap seseorang dari dalam mobil dengan suara sedikit lantang agar terdengar dari luar.

Via yang mengetahui bahwa yang datang itu adalah Mike, tak berpikir panjang segera ia tolak tawaran itu.

Mike yang mengetahui penolakan dari Via lekas turun dari mobilnya dan menghampiri tempat Via duduk.

Semua orang yang sedang duduk bersama Via di halte terlihat terkejut dengan penampilan Mike yang terlihat sangat elegan dengan balutan jas mahalnya.

"Kamu sedang nunggu apa? Apa jam segini masih ada angkutan umum?"

"Maaf mas, tapi aku sudah memesan ojek online untuk pulang. Sebentar lagi ojeknya pasti datang. Kamu duluan saja."

"Oh gitu, oke nanti ku bayar tarif ojeknya. Biar aku yang antar kamu pulang."

"Jangan mas. Mas Mike lebih baik pulang saja. Aku merasa tak enak dengan ojek online itu karena dia adalah temanku. Aku sudah biasa pulang diantar olehnya."

"Sudah lah jangan menolak niat baik ku. Bahaya untuk perempuan seperti kamu malam-malam begini pulang naik ojek. Sudah ayo naik.."

Via sudah malas meladeni Mike yang semakin memaksanya. Ia juga merasa tak enak dengan orang lain yang berada di tempat itu atas keributan yang disebabkan oleh Mike. Akhirnya Via menerima ajakan Mike dan masuk kedalam mobilnya.

Beberapa menit kemudian Mobil Adit berhenti tak jauh dari halte yang biasa menjadi tempat singgah Via saat menunggu angkutan umum. Dilihatnya departemen store itu sudah cukup gelap dan tak banyak orang disana. Adit menyebarkan pandangannya untuk mencari Via, namun sosok Via tak kunjung terlihat. Dilihatnya kearah halte, sudah tak ada orang disana.

Namun Adit seperti melihat seseorang yang ia tau. Seorang ojek online tengah berhenti tepat di halte dimana tempat Via biasa menunggu.

Dihampirinya ojek online itu dengan sedikit berlari.

"Mas..!" Teriak Adit memanggil ojek online itu.

"Mas permisi, mas yang biasa jemput Via kan?" Ucap Adit saat sudah berhadapan dengan ojek online itu.

"Betul mas. Ada apa ya mas?"

"Mas tau gak Via sekarang dimana?"

"Lho saya juga sedang menunggu Via mas. Tadi dia pesan ojek saya, tapi waktu saya sampai sini, Via sudah nggak ada. Barusan saya telpon katanya dia cancel ojek saya karena sudah dijemput sama seseorang. Kurang tau siapa."

Setelah memberikan keterangan, ojek online itu segera berpamitan pergi.

Adit yang sedikit khawatir, segera menghubungi ponsel Via.

"Halo.." jawab Via di ujung telepon.

"Via, kamu dimana?"

"Aku udah perjalanan pulang mas. Kenapa?"

"Oh gitu.. pulang naik apa?"

"Mm.. naik ojek yang biasa kok mas. Ini aku udah ada di gang perumahan."

Adit memejamkan matanya saat tau Via sedang berbohong kepadanya.

"Kamu sudah pulang?" Tanya via.

"Oh aku sudah di rumah. Ini lagi keluar ke minimarket."

"Yasudah kalau gitu. Nanti kuhubungi lagi kalau sudah sampai rumah ya.."

"Oh gak usah, kamu istirahat aja. Aku sebentar lagi juga mau istirahat."

Adit segera mengakhiri teleponnya saat sudah tak ada lagi yang perlu mereka bicarakan. Setelah itu segera ia beranjak untuk pulang.

Sepanjang perjalanan, Adit tak habis pikir kenapa Via harus berbohong kepadanya. Dalam benaknya timbul pertanyaan, apakah Via diam-diam menjalin hubungan dengan Mike tanpa sepengetahuannya..

Pertanyaan liar itu terus menghantuinya hingga ia sampai rumah dan terlelap dalam tidurnya.

***

Wah.. kira-kira nasib hubungan mereka gimana ya.. udah yang kedua kalinya nih..

Dear Boss's DaughterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang