Adit terlihat lahap menyantap makan siangnya di restoran bandara, hingga ia tak sempat mengajak Via berbincang. Via sedikit menahan tertawanya melihat Adit yang kelaparan itu.
"Pelan-pelan sayang.. ntar keselek lho.."
Ucapan Via hanya dijawab anggukan oleh Adit. Namun tak ada perubahan yang berarti dari cara makannya itu.
"Yang.. aku sepertinya mau berhenti aja dari crew bioskop.."
Ucap Via saat melihat Adit selesai dengan makanannya.
"Lho kenapa? Sudah bosan?"
"Aku ingin jadi istri yang baik seperti mama.."
Adit tersedak minuman yang sedang diminumnya saat mendengar alasan Via.
"Kok kamu seperti kaget gitu sih? Keinginanku aneh ya?"
"Bukannya aneh, tumben kamu ingin berhenti kerja? Biasanya kamu ngotot banget ingin mandiri.."
"Aku nggak berhenti kerja kok.. aku tetap kerja dirumah. Aku ingin fokus menulis. Aku ingin segera menyelesaikan novel pertamaku."
"Oh kamu penulis novel toh?" Ucap Adit terkejut.
"Ih, kok baru tau sih?? Gak perhatian banget.."
"Kenapa gak kerja di perusahaan papamu aja?"
"Males ah. Bisa tiap saat ketemu kamu dong.. ntar aku gak bisa lirik-lirik yang lain.." Ucap Via dengan tatapan menggoda.
"Oh gitu?? Mm.. aku sepertinya kemarin nyimpan nomornya Feby deh.. lagi ngapain ya dia sekarang.."
Mendengar itu mata Via membulat dan segera merampas ponsel yang dipegang Adit.
"Iih.. Apa'an sih?! Aku lempar nih ponselmu..!! Jangan macem-macem ya!"
Adit tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Via yang sangat kesal. Usaha Via membuat Adit cemburu gagal total. Malah Via yang terpancing emosinya.
Setelah makan siang mereka selesai, mereka menuju ke boarding room dan menunggu penerbangan mereka yang masih 1 jam lagi disana.
Adit dan Via berjalan santai dan menikmati bandara yang cukup ramai di hari Minggu itu. Tangan Via tak pernah lepas melingkar di lengan Adit. Mereka saling berbincang ringan dan sesekali bercanda. Mereka benar-benar menikmati setiap detik waktu kebersamaan mereka.
"Kamu tau gak yang.. aku termasuk orang yang jarang naik pesawat lho.. seumur hidup ku bisa dihitung pake jari tangan jumlah penerbanganku.. mungkin kalau kamu gak jemput aku kesini, aku akan naik travel aja balik ke Malang. Aku takut nyasar di bandara kalau naik pesawat sendirian. Ntar malah naik pesawat yang salah lagi.." Via dan Adit tertawa mendengar pengakuan konyol Via.
"Oh karena itu fotomu dan Mike terlihat narsis sekali waktu di pesawat dan di dalam gedung bandara?"
Ekspresi Via berubah heran dan penuh tanya.
"Kok kamu tau foto-foto itu??"
"Mike mengunggah semua foto kalian di instagramnya. Shinta yang memberitahuku kemesraan kalian berdua. Dasar selingkuh.."
"Iihh.. kok selingkuh sih?! Aku aja dipaksa sama papa dan mama buat ikut mas Mike. Kalau gak dipaksa aku gak bakal mau ikut dia.. kamu kok ngomongnya gitu sih?!. Nyebelin..!"
Adit kembali tertawa melihat wajah Via yang cemberut plus kesal. Kemudian menarik kembali ucapannya yang menyinggung perasaan Via itu.
"Dasar mas Mike! Upload foto gak ijin aku lagi! Ntar kalau orang-orang mikir aku pacarnya gimana?! Huh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Boss's Daughter
RomanceCerita ini disusun dengan alur yang ringan-ringan saja. Tak ada melow yang berlebihan. Dan endingnya pun bisa ditebak layaknya cerita romance pada umumnya. Selama on going, part diupload random saja selama saya ada waktu ditengah kesibukan silaturah...
