Part 30

2.5K 97 1
                                        

Hari ini Adit tampak tak terlalu bersemangat. Beberapa kali ia tertangkap basah tak fokus saat diajak berdiskusi dengan rekan kerjanya. Rekan kerja semejanya pun dibikin terheran-heran dengan performa Adit hari ini. Ia tampak lesu dan sedikit malas melakukan sesuatu.

"Lo sakit Dit? Lemes banget.."

"Nggak kok. Gw baik-baik saja. Udah Lo kerjain aja tugas Lo."

Rekan kerjanya segera menghindar saat ia tau suasana hati Adit sedang tak baik.

Bahkan beberapa chat dari Via tak satu pun ia balas. Beberapa kali Via menelepon, namun dijawab dengan cuek oleh Adit. Ia benar-benar sedang tidak mood melakukan apapun hari ini. Apalagi berbicara dengan Via, yang notabene adalah penyebab dari buruknya mood pria itu. Hanya pekerjaan penting yang tetap ia lakukan dengan baik. Untuk pekerjaan yang masih bisa di tunda, ia akan meminggirkannya sejenak.

"Yang.., kamu kenapa hari ini seperti lemes banget gitu. Chat ku gak kamu balas satu pun, di telpon juga ogah-ogahan gitu jawabnya. Kamu lagi sakit? Mau aku antar ke dokter?" Ucap Via dalam chat yang baru saja diterima oleh Adit. Namun sekali lagi tak ada niatan dari Adit untuk membalasnya.

Di tempat lain, Via juga merasa tidak tenang melihat kekasihnya berperilaku tak biasa hari ini. Ia sangat khawatir jika Adit sakit atau terjadi sesuatu kepadanya.

Makan siangnya menjadi tak terasa apapun saat masuk mulut. Semua terasa hambar. Diperiksanya ponsel beberapa kali, namun tak ada satupun pesan dari Adit yang ia terima. Ingin sekali ia menelepon, tapi ia tau jawabannya pasti sama.

Karena sudah tak nafsu lagi memakan menu makan siangnya, ia segera pergi dari kedai makanan dan kembali ke bioskop.

"Hei Via..!" Panggil seseorang yang tak jauh dari jalurnya melintas.

"Hai fan. Lagi ngantar pesanan barang ya? Bawa tas gede gitu." Tanya Via kepada ojek online yang merupakan temannya itu.

"Iya nih. Cukup banyak barang yang harus diantar."

"Wah, semangat ya fan.. anak istri dirumah menunggu nafkahmu." Ucap Via sambil sedikit tertawa kecil.

"Eh, semalam gw ketemu pria yang sering lu temuin itu."

Via sedikit terkejut dan penasaran maksud dari Ifan.

"Dia semalam datang ke sini. Sepertinya mau jemput lu. Tapi lu nya malah ngacir sama orang lain. Sampe ngancel gw lagi.. parah lu. Padahal gw udah dateng ke halte.."

Mata Via seketika membulat. Ia cukup shock mendengar berita itu.

"Lu sempet ngobrol gk sama dia?" Tanya Via.

"Gak ngobrol sih, dia cuman nyamperin gw terus nanyain Lu ada dimana. Ya gw jawab aja gak tau, yg gw tau lu cancel ojek gw. Terus gw pergi deh.."

Langkahnya semakin cepat berjalan untuk kembali ke bioskop setelah berpamitan dengan Ifan. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya ia mencoba menelepon Adit. Namun kali ini tak satupun panggilannya diterima oleh Adit. Hal itu membuatnya semakin cemas. Via berfikir bahwa Adit tau ia telah berbohong kepadanya semalam.

"Fan, Lo masih di Deket mall kan? Lo bisa anterin gw sekarang?"

Via segera pergi ke hotel untuk menemui Adit setelah ia meminta ijin pulang lebih cepat karena ada urusan keluarga yang mendesak.

Via sedikit berlari memasuki lobi hotel dan menuju ke lift untuk naik ke lantai menejemen.

"Via..!" Panggil seseorang dari kejauhan.

Via yang mendengar itu lekas melihat kearah sumber suara. Ia cukup terkejut bahwa yang memanggilnya adalah Mike.

"Kamu kenapa disini? Pasti mau ngajak aku makan siang ya? Kebetulan aku belum makan siang. Yuk aku traktir. Kamu bisa pilih makanan apapun semaumu." Ucap Adit sambil memegang tangan Via.

Via tak menjawab. Ia hanya memperhatikan ucapan Mike sejenak kemudian kembali menyebarkan pandangannya ke penjuru lobi untuk mencari sosok Adit di tengah keramaian. Namun tak ada Adit disana.

"Kamu nunggu apa? Ayo kita pergi." Mike sedikit menarik tangan Via untuk diajaknya keluar gedung.

Via tak menyadari bahwa dirinya telah ditarik dengan perlahan oleh Mike untuk ikut dengannya. Namun pandangan matanya masih tak henti mencari sosok Adit.

Beberapa saat kemudian kedua mata Via membulat saat ia melihat Adit keluar dari lift bersama beberapa orang lain.

Menyadari bahwa itu benar adalah Adit yang sedari tadi ia cari, Via segera beranjak menghampirinya. Namun langkahnya tertahan karena tangannya ternyata masih di genggam oleh Mike yang mengajaknya makan siang.

Tanpa berfikir panjang, Via sedikit meronta untuk menyuruh Mike melepaskan genggaman tangannya. Mike yang sedikit bingung akan sikap Via, mencoba bertanya baik-baik. Namun Via yang sudah kesal dengan Mike, sedikit berteriak agar Mike lekas menuruti keinginannya. Mike yang terkejut segera melepaskan genggaman tangannya.

Teriakan Via ternyata cukup keras terdengar di seluruh bagian lobi hotel. Orang-orang yang sempat mendengarkan itu mencoba mencari tau apa yang terjadi. Dan beberapa yang tak mendengarnya hanya berlalu tanpa menyadari apapun.

Ternyata Adit sempat mendengar teriakan Via. Suara yang sangat dikenalinya itu segera menyadarkannya bahwa ada Via di tempat itu. Tak sulit baginya untuk menemukan Via di tengah keramaian hotel siang itu. Melihat Via berlari menghampirinya, Adit yang masih kesal dengan kekasihnya itu, memilih masuk kembali ke lift yang sedikit lagi akan menutup.

Via yang tak sempat mencegah pintu lift menutup akhirnya tertinggal oleh lift yang ia lihat sedang menuju ke lantai atas. Di pencet nya semua tombol lift, namun tak satu pun pintu dari 4 lift yang ada lekas terbuka. Tanpa berfikir panjang, ia segera naik ke lantai menejemen di lantai 8 menggunakan tangga darurat.

High heels yang tak terlalu tinggi cukup membuatnya kualahan dalam berlari. Beberapa kali ia terjatuh saat mencoba mendaki anak tangga yang ia tak tau sudah berapa puluh anak tangga ia jejaki.

"Lho Dit, lu katanya mau makan siang, kenapa balik? Ada yang ketinggalan?" Tanya rekan satu mejanya.

"Oh iya, gw ijin pulang cepet ya. Gw lagi gk enak badan. Lemes banget.. nanti gw telpon atasan untuk minta ijin. Lu tolong handel tugas gw buat hari ini ya."

Rekannya yang sedari tadi mengetahui kondisi Adit yang memang tak prima seperti biasanya hanya mengiyakan dan menyuruhnya lekas pulang dan beristirahat.

-----------------------

Wah wah.. sepertinya ada yang kecewa berat nih..

Dear Boss's DaughterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang