Di siang hari yang cerah itu, Adit dan Via tengah mampir di salah satu cafe di pinggir jalan. Mereka memesan pizza ukuran besar untuk dinikmati bersama. Adit dan Via duduk berdampingan di sofa cafe yang cukup lebar. Mereka beberapa kali terlihat berselfy ria dengan berbagai pose yang membuat mereka sendiri tertawa saat melihat hasil fotonya.
Tak lama kemudian ponsel Adit bergetar dan terlihat seseorang sedang mencoba menghubunginya. Adit yang merasakan ponselnya bergetar di saku celana, kemudian sedikit mendorong tubuh Via yang masih bersandar pada dirinya saat berfoto tadi agar bisa meraih ponselnya.
Ekspresi adit sedikit terkejut saat melihat siapa yang menelepon. Ditatapnya Via yang masih asik melihat hasil foto selfy mereka beberapa saat yang lalu. Kemudian Adit berdiri dan meminta ijin kepada Via untuk mengangkat telpon sebentar di tempat yang lebih sepi. Via mengijinkan, namun ekspresinya terlihat sedikit curiga dan bingung kenapa Adit harus menjauh darinya saat akan mengangkat telepon.
Adit berjalan keluar dari cafe yang cukup berisik oleh suara musik itu. Diangkatnya telepon ditangannya.
"Halo Pak Andi."
"Apa Pak Adit sedang bersama Via sekarang?"
Adit menelan ludahnya.
"Be.. betul pak."
"Oh yasudah. Nikmati saja waktu kalian. Jangan terburu-buru kembali. Pastikan Via menikmati liburannya. Saya sudah memerintahkan Pak Bimo menggantikan posisimu di Palembang."
Adit tak menjawab. Tatapannya sedikit merunduk melihat kaki kanannya yang memainkan sebuah batu di trotoar.
"Oh iya Pak Adit." Lanjut Pak Andi.
Adit kembali memperhatikan topik pembicaraan baru yang akan diucapkan Pak Andi.
"Apa Pak Adit sudah mendapatkan kabar keberadaan Mike sekarang dari Via?"
"Belum pak. Saya sudah mencoba menanyakannya kepada Via. Namun sepertinya ia masih terlalu emosi kepada Pak Mike untuk saat ini. Dan dari ucapannya, sepertinya Via juga tidak tau dimana keberadaannya sekarang setelah Pak Mike meninggalkannya begitu saja." Jawab Adit.
"Baiklah kalau begitu. Saya mendapatkan informasi dari Interpol, Mereka memperkirakan bahwa Mike sampai saat ini belum keluar Yogyakarta jika dilihat dari histori transaksi kartu kreditnya. Kemungkinan dia masih sembunyi disana. Jika kebetulan Pak Adit melihatnya, segera laporkan dia ke kepolisian atau ke Interpol yang saat ini sudah di yogyakarta mencari Mike. Mike sekarang sudah menjadi DPO atas statusnya sebagai terduga penerima dana pencucian uang oleh ayahnya."
Kedua mata Adit seketika membulat mendengar ucapan Pak Andi. Ia kembali teringat sosok yang ia temui sewaktu di taman tadi. Ia melihat seseorang yang sangat mirip dengan Mike, namun belum sempat ia pastikan kebenarannya.
"Baik pak."
Tanpa Adit sadari, Via tengah mengawasinya dari awal ia menerima telepon. Via melihatnya dari dalam cafe melalui jendela.
Setelah menutup telepon, Adit lekas masuk ke dalam Cafe dan menemui Via lagi yang sudah kembali mengamati hasil fotonya di ponsel.
"Via.."
Via lekas melihat Adit yang memanggil namanya.
"Kamu tunggu disini sebentar ya. Aku ada urusan sebentar. Tak lama aku akan kembali menjemputmu disini. Pesanlah makan dan minum lagi."
"Kamu mau kemana? Aku ikut.."
"Jangan. Kamu disini saja. Aku tak akan lama." Ucap Adit yang lekas meninggalkan Via setelah mengambil jaketnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Boss's Daughter
RomanceCerita ini disusun dengan alur yang ringan-ringan saja. Tak ada melow yang berlebihan. Dan endingnya pun bisa ditebak layaknya cerita romance pada umumnya. Selama on going, part diupload random saja selama saya ada waktu ditengah kesibukan silaturah...
