Part 55

2.5K 93 0
                                        

"Kamu Hari ini ingin kemana?" Tanya Adit.

"Mm.. kemana ya.. Aku gak ada rencana sih.. kalau kamu? Mungkin ada tempat yang ingin kamu kunjungi? Aku akan ikut kemanapun kamu pergi.." jawab Via dengan senyum manisnya.

Adit terlihat berpikir sejenak.

"Temenin aku cari sepatu dan jaket ya.. aku gak nyaman harus pakai pantofel terus.. udah kaya orang tua gini.."

"Kamu keliatan keren kok kalau pakai pantofel.. gantengmu nambah berkali-kali lipat dimataku.." rayu Via yang membuat Adit tak tahan ingin tertawa.

Kemudian mereka memesan taksi dan menuju ke pusat perbelanjaan terdekat untuk membeli kebutuhan Adit.

Adit terlihat cukup antusias mengamati setiap koleksi sepatu di sebuah distro. Cukup banyak sepatu yang terpajang hampir di semua sisi dinding dan di rak yang diletakan di tengah ruangan. Via mencoba memberikan beberapa saran style sepatu yang sedang trend digunakan kaum muda saat ini. Adit tak banyak berkomentar dan mempersilahkan Via memilihkan untuknya. Adit hanya butuh kenyamanan, soal model tak begitu menjadi pertimbangan penting asal masih terlihat pantas.

Beberapa model sepatu yang terpajang di dinding di tunjuk oleh jemari lentik Via. Kemudian karyawan distro segera mengambilkan sepatu yang ditunjuk untuk dicoba oleh Adit.

Beberapa sepatu terlihat kurang nyaman menurut Adit, dan beberapa lainnya terasa terlalu mahal. Via pun terlihat cukup kebingungan menjadi konsultan stylist pribadi Adit saat itu.

Akhirnya Adit jatuh hati kepada satu sepatu yang baru saja ditunjuk oleh Via. Terlihat keren dan santai serta cukup nyaman saat dicoba. Akhirnya setelah dirasa cocok, Adit segera membayarnya dan pergi.

Jalan-jalan mereka dilanjutkan dengan mencari pakaian. Saat ini Adit hanya memiliki satu kaos putih polos yang ia beli di minimarket semalam serta satu setelan jas yang masih berada di loundry hotel. Ia harus membeli beberapa pakaian ganti untuk beberapa hari kedepan.

Via membawanya ke sebuah distro pakaian yang cukup besar saat mereka tak sengaja melihatnya sewaktu melintas.

"Kamu mau aku pilihkan lagi?"

"Mm.. gak usah deh. Kalau ini aku bisa pilih sendiri."

Via menaikan alisnya dan membiarkan Adit memilih apa yang ia inginkan. Via meninggalkannya untuk melihat-lihat koleksi pakaian wanita di sudut lain distro.

Via tampak serius melihat-lihat dan membandingkan beberapa kaos bodyfit di tangannya. Sebagai seorang perempuan, banyak pertimbangan yang harus dilihat agar memperoleh penampilan yang sempurna. Prinsip dasar perempuan ketika berbelanja selain soal harga.

Ditengoknya Adit di tempat ia terakhir kali melihatnya untuk minta pendapat. Tak ia temukan Adit disana. Via mencoba berjalan ke sisi lain untuk mencari keberadaan kekasihnya itu.

"Kamu gpp? Maaf saya gak sengaja.. ada yang terluka?" Ucap Adit.

"Gpp mas, aku cuma kebentur aja kok, gak ada yang luka.."

Saat memilih pakaian yang tergantung di langit-langit distro, Adit tak sengaja menabrak seorang perempuan yang juga tengah asik memilih hingga perempuan itu terdorong ke rak pakaian.

"Makasih.." ucap perempuan itu sembari tersenyum saat Adit membantunya berdiri dengan tegak kembali. Dan Adit pun membalas dengan senyuman.

"Feby.." ucap perempuan itu sambil mengulurkan tangannya.

Adit cukup terkejut saat perempuan itu mencoba mengajaknya berkenalan.

"Ah.. Adit."

"Mas Adit tinggal dimana?" Tanya perempuan itu.

Dear Boss's DaughterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang