Part 51

2.3K 90 0
                                        

"Permisi Bu Via.." Seseorang masuk dengan membawa nampan makanan kedalam kamar Via.

Tak ada jawaban dari Via. Ia masih tertidur setelah meminum obatnya sore tadi. Petugas kebersihan itu berjalan perlahan dan mengecek kondisi Via yang ternyata suhu badannya sudah sedikit menurun. Petugas kebersihan itu meletakan makanan yang dibawanya di meja, kemudian merapikan selimut yang Via pakai agar menutup lebih sempurna di badan Via. Petugas itu mencoba membangunkan Via perlahan, namun Via masih tak bergerak. Merasa khawatir karena sebenarnya Adit sudah tiba di hotel, akhirnya petugas kebersihan itu memberanikan diri menyalakan ponsel milik Via yang ternyata telah mati karena kehabisan daya.

Setelah ponsel Via bisa menyala kembali, terlihat banyak pesan dan panggilan masuk di layar ponsel Via. Tak lama kemudian ponsel itu berdering tanda ada panggilan masuk. Petugas kebersihan itu cukup ragu-ragu untuk menjawab, namun karena si pemanggil diketahui adalah pemanggil yang sama dari banyaknya miscall yang masuk, akhirnya petugas kebersihan itu memberanikan diri menjawab.

"Via! kamu di kamar berapa?! aku sudah di hotel sekarang?!" Ucap Adit dengan nada sangat khawatir.

"Halo pak, maaf Bu Via sepertinya belum bisa menerima telepon. Saya petugas hotel. Maaf kalau boleh tau, apa bapak suami dari Ibu Via?"

Adit tampak berfikir sejenak dan mencerna maksud suami yang dibicarakan oleh petugas hotel itu.

"Iya saya suaminya. Dimana istri saya sekarang?"

"Bapak bisa langsung menuju ke kamar 408 di lantai 4. Bu Via sedang saat ini sedang tidur."

Tak menunggu lama, Adit segera berlari menuju ke tempat yang ditunjukan petugas hotel tersebut setelah mengakhiri panggilannya. Lantai demi lantai lift beranjak naik. Hingga berhenti tepat di lantai 4 gedung hotel itu. Pintu lift belum terbuka sempurna, namun Adit segera keluar dengan memiringkan tubuhnya dan berlari mencari kamar yang dimaksud. Tak jauh dari lift, Adit menemukan kamar 408 dengan pintu kamar yang setengah terbuka.

"Via.."

Ekspresi Adit tampak sangat khawatir melihat kondisi Via saat itu. Ia berlajan perlahan masuk kedalam kamar dan disapa oleh petugas kebersihan hotel yang sedang berdiri di samping ranjang.

"Bu Via sudah lebih baik pak. Suhu tubuhnya sudah turun setelah minum obat dan di kompres." Ucap petugas itu.

"Mbak tau kenapa istri saya bisa sakit seperti ini?"

"Bu Via bercerita bahwa ia kemarin tenggelam di laut saat beremain banana boat. Mungkin demamnya adalah efek dari itu."

Adit memejamkan matanya dengan erat dan menyesalkan kenapa kecelakaan itu bisa terjadi saat ia tau ada Mike bersamanya. Adit menatap Via yang tengah lelap tetidur di ranjang dengan kain handuk basah berada di keningnya. Wajah Via tampak masih sedikit pucat. Dan suhu tubuhnya masih cukup panas saat Adit meletakan tangannya di leher Via.

"Oh iya mbak, mbak tau ada tamu yang bernama Mike? Dia bersama istri saya kemarin di hotel ini."

"Saya tidak melihat orang lain mengunjungi Bu Via dari kemarin. Bu Via hanya sendirian di kamar ini, dan tak ada yang menolongnya sebelum saya datang. Kondisi bu Via cukup memprihatinkan saat itu."

"Baiklah kalau begitu. Terimakasih telah merawat istri saya sebelum saya datang. Saya sangat bersyukur mbak mau meluangkan waktu.. Terimakasih banyak."

Petugas kebersihan itu tersenyum dan mengatakan kalau ini mendesak. Via tampak sangat kacau saat petugas itu pertama kali bertemu dengannya saat membersihkan kamar. Adit juga tersenyum dan sekali lagi mengucapkan terimakasih serta memberikan beberapa lembar uang kepada petugas itu, namun petugas itu menolak dengan halus karena semua yang ia berikan kepada Via telah dimasukan kedalam biaya sewa kamar. Dan tak perlu ada tip khusus untuk dirinya.

Dear Boss's DaughterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang