tiga puluh empat

2.2K 192 7
                                        

Sore ini Andien pulang sendiri karena tidak ada yang menjemputnya. Ia berjalan kaki setelah turun dari angkutan umum yang tadi ia naiki. Tapi ditengah perjalanan, ia mendengar suara dari sebuah rumah kosong. Karena dilanda penasaran, ia beranikan untuk mencari asal suara tersebut.

Langkah Andien terhenti saat seseorang yang berbadan kekar menatap tajam ke arahnya. Dan pria itu segera menarik tangan Andien. Tubuh Andien diikat dan didudukkan disebuah kursi.

"Lo Andien kan?" tanya pria lain.

"Siapa kalian? Mau apa?" tanya Andien sedikit gemetar.

Akhirnya lo masuk perangkap gue Andien.

"Mau kita? Kita nggak mau apa-apa dari lo. Kita cuma mau temen lo mati"

Pria itu mengambil ponsel Andien yang ada di dalam tasnya, mencari nomor seseorang lalu menghubunginya.

"Halo"

"Ngapain lo telfon gue"

"Gue bukan temen lo, tapi gue orang yang mau bikin temen lo tinggal namanya aja!"

"Siapa lo? Lo apain temen gue?"

"Kalo lo mau temen lo selamat, sebaiknya lo dateng kesini sekarang!"

"Bangs*t"

"Rumah kosong komplek rumah lo"

Sambungan telepon diputus pria itu. Kemudian ia tersenyum sinis sambil menatap Andien.

"Semoga aja temen lo dateng tepat waktu. Hahahaha"

Suara pria itu membuat jantung Andien berdetak lebih kencang.

-----

Mobil yang dikendarai Erlan melesat dengan kecepatan diatas rata-rata. Mobil itu saat ini diisi oleh Erlan, Devan, dan Kenzo yang akan pergi menuju rumah kosong itu. Mereka berniat untuk menyelamatkan Andien.

Brakk

Pintu rumah kosong itu didobrak oleh Kenzo. Dibelakang Kenzo ada Erlan, sementara Devan sedang berada di depan rumah sambil menghubungi polisi. Tiba-tiba netranya melihat sebuah ganci yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berdiri.

Kayak kenal sama barang ini

Devan segera masuk dengan ganci tersebut yang berada di sakunya. Ia melihat Kenzo dan Erlan yang sedang berkelahi dengan 4 pria sebagai lawannya. Saat keempat pria itu lengah, Devan berusaha melepaskan Andien. Tapi saat Devan selesai melepaskan Andien, salah satu pria kekar itu memegang kedua tangan Kenzo sambil mengarahkan pistolnya ke kening Kenzo. Ini bentuk pertahanan yang ia lakukan karena ketiga temannya sudah kalah oleh Kenzo dan Erlan.

"Lepasin temen gue!" kata Erlan tegas sambil berjalan menuju dimana Kenzo dan pria itu berdiri.

"Lo maju selangkah, temen lo nggak akan selamat" ancam pria itu.

Erlan menghentikan langkahnya, ia tidak mau gegabah mengambil keputusan karena ini menyangkut nyawa Kenzo.

Kenzo memberikan isyarat kalau dirinya sudah tidak bisa melepaskan diri dari pria itu karena tubuhnya sudah sangat lemas. Erlan yang melihat itu merasa kasihan, tapi apa yang bisa ia perbuat dengan tangan kosong sementara pria itu membawa pistol.

"Oke, sekarang mau lo apa?" tanya Erlan.

"Mau gue? Hahah gue mau uang lah. Dan cara gue mendapatkan uang adalah lewat temen lo ini!" pria itu tertawa keras.

Saat pria itu masih tertawa, Devan berjalan mengendap-endap berusaha mengambil posisi di belakang pria itu. Devan sudah berada di belakang pria itu, ia berniat untuk mendorong pria itu dan menjatuhkan pistolnya.

THE LOST TIMETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang