2 hari sudah Kenzo di rumah sakit setelah sadar dari koma. Sekarang ia masih terlelap karena mungkin sangat capek. Kemarin orang-orang menjenguknya silih berganti, membuat Kenzo tak bisa beristirahat.
Ilham dan Kenzi pamit untuk mulai bekerja kembali setelah dua hari tidak bekerja untuk menemani Kenzo. Sementara sekarang yang bertugas menjaga Kenzo adalah Erlan dan Devan karena hari ini juga sedang ada try out untuk kelas 12. Jadi Erlan dan Devan libur.
"Dev, lo mau nggak beliin gue sarapan di kantin." tanya Erlan.
"Kalo ada ongkirnya gue mau," jawab Devan.
"Kebiasaan deh, nih beliin bubur ayam aja," suruh Erlan sambil memberikan selembar uang seratus ribuan.
"Lo sakit? Atau mual? Kok belinya bubur sih?"
"Emang nggak boleh ya, orang sehat makan bubur ayam. Biasanya lo juga makan kalo di sekolah,"
"Iya-iya gue lupa. Yaudah ya gue pergi dulu. Ngomong-ngomong gue boleh beli sesuatu nggak pake uang lo?"
"Terserah lo deh,"
"Makasih sahabat gue,"
Devan berjalan dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Ia memasuki lift untuk menuju lantai satu. Setelah keluar ia menyapa semua orang yang ia temui.
"Pagi suster Rena," sapa Devan.
"Eh Devan ya, pagi juga,"
Devan tahu beberapa nama staff disini karena semenjak Kenzo koma, ia setiap hari ada pergi ke rumah sakit. Dan tak jarang ia mendapat semangat dari beberapa orang yang memeriksa keadaan Kenzo setiap harinya termasuk Suster Rena.
"Pagi Suster Manda,"
"Pagi juga, eh selamat ya saya ikut senang karena Kenzo sudah sadar,"
"Makasih sus,"
Setelah berjalan lumayan lama, Devan sekarang sudah berada di kantin rumah sakit. Ia pergi ke kedai bubur ayam yang ada di stand bagian tengah.
"Pak saya pesen bubur ayamnya 2 dibungkus ya Pak,"
"Iya mas, tunggu sebentar ya,"
Sembari menunggu, Devan memilih duduk di salah satu kursi di kantin. Dari sini ia bisa melihat wanita paruh baya beserta anak remajanya yang sepertinya sedang beradu argumen.
Devan sedikit mendekat ke kursi di dekat mereka sambil berpura-pura mendengarkan musik lewat earphonenya, tak lupa ia juga berlagak sedang serius dengan ponselnya.
"Ma, aku nggak mau jenguk dia,"
"Kenapa sayang? Ini cara kamu supaya dia mau maafin kamu,"
"Enggak Ma, aku pokoknya nggak mau,"
"Kenapa sih kamu nggak mau nerima dia sebagai saudara kamu? Dia sudah baik mau menerima kita dirumahnya, seharusnya kamu baik sama dia,"
"Nggak mau Ma, pokoknya aku nggak mau jenguk dia,"
"Mas, ini buburnya sudah jadi," panggil pak penjual bubur kepada Devan.
"Eh iya Pak, ini uangnya,"
Devan mengikuti langkah bapak tadi karena ia harus mengambil uang kembaliannya. Setelah selesai, Devan beralih ke stand penjual minuman untuk membeli air mineral.
Devan berjalan sambil bersenandung ria. Ia tak menghiraukan tatapan orang yang memandangnya aneh. Sampai di ruangan Kenzo, ternyata sudah kosong. Kenzo dan Erlan entah pergi kemana. Karena Devan tak mau pusing, ia masuk dan tidur di sofa sambil mendengarkan musik.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE LOST TIME
Novela Juvenil"Mulai sekarang nama Adrian akan ditambah dengan Nugraha di belakangnya". Kata Ilham. "Tidak, aku tidak akan menerimanya. Dia bahkan bukan anak kandung papa". Kenzo meninggalkan Ilham sendiri di ruang tamu. Kenzo sudah muak dengan semua ini. Akank...
