"Kalian... benar-benar berkencan?"
"Ya."
"Kalian berciuman."
"Ya."
Tidak ada yang disembunyikan. Tidak ada yang dilunakkan.
Semuanya terlalu jelas untuk disangkal.
"Kau mencintainya."
Aku tidak benar-benar bertanya. Aku hanya memastikan.
Dan tetap saja, aku harus mendengarnya.
"Kalau begitu... apa artinya aku sekarang bagimu?"
Kau terdiam sesaat, sebelum akhirnya berkata:
"Aku mencintainya. Tapi aku tidak rela kehilanganmu."
Sesuatu di dalam diriku runtuh.
"Kau mencintaiku?"
"Lebih dari yang kau tahu."
Jawaban yang indah, di waktu yang salah.
"Kalau begitu... jika kau harus memilih... siapa yang akan kau pertahankan?"
Dan untuk pertama kalinya, dari semua pertanyaan yang pernah kutanyakan, kau tidak bisa menjawab.
Dan di dalam diam itu, aku akhirnya mengerti segalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTITLED
Short StorySebut saja cerita tak berjudul. Karena aku bingung judul apa yang tepat untuk menceritakan keseharian kita. Karena semua rasa yang kurasakan terjadi di sini. Mulai dari yang namanya bahagia hingga tersakiti.
