Tok..tok...
Terdengar suara ketukan di pintu kamar Allisya. Gadis itu yang tadinya nyenyak tidur, merasa terusik dengan suara ketukan itu.
Allisya bangkit dari tempat tidur untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya. Saat membuka pintu, Allisya mengernyit heran melihat mama nya lah ternyata mengetuk pintu kamarnya.
Diliriknya jam dinding yang ada di kamarnya. Pukul 06.20 wib.
Tumben masih ada dirumah? Pikirnya.
"Kenapa?" Allisya menautkan kedua alisnya.
"Kamu baru bangun? Yaampun lisya ini udah hampir setengah tujuh tapi kamu belum siap? Nanti telat gimana?" Kata Anisa mengomeli anaknya itu.
"Peduli banget kalo telat, udah biasa kali."
"Udahlah, sekarang cepetan kamu mandi udah ditungguin tuh soalnya."
Allisya mengernyit. "Ditungguin? Siapa?"
"Pacar kamu lah, ada dibawah tuh." Kata Anisa sambil menunjuk bawah tangga.
"Hah? Devan maksudnya?" Allisya tak percaya.
"Iya mungkin, udah cepetan mandi sana kasian dia udah nunggu." Anisa mendorong tubuh Allisya masuk kedalam kamarnya.
"Iya-iya ih! Ga usah dorong-dorong juga kali mah." Kata Allisya kesal dan masuk kedalam kamar mandinya.
Tak beberapa lama, Allisya turun dengan seragam sekolahnya yang sudah lengkap.
"Kita berangkat dulu mah." Pamitnya.
"Loh ga sarapan dulu?" Tanya Anisa yang melihat Allisya seperti terburu-buru.
"Nggak, nanti aja disekolah."
"Devan?" Kini Anisa bertanya pada Devan.
"Nggak usah Tante, makasih. Nanti Devan juga disekolah aja sarapannya." Tolaknya halus.
"Oh yaudah deh."
"Kita berangkat mah, Assalamualaikum..."
"Waalaikumussalam..."
**
Tepat saat bel berbunyi, Allisya dan Devan sampai disekolah.
"Huftt, hampir aja telat." Allisya bernapas lega sambil keluar dari mobil, begitu juga Devan.
"Kenapa? Bukannya kamu udah biasa telat?" Tanya Devan yang sedikit meledek Allisya.
"Dih, ngeledikin. Iya tau mah yang rajin, ga pernah telat." Sindir Allisya karna tak terima diledek oleh Devan.
"Hahaha, yaudah masuk kelas gih. Belajar yang bener jangan tidur dikelas mulu." Kata Devan sambil mengelus rambut Allisya.
"Iya-iya, Yaudah kamu masuk kelas juga sana." Kemudian Devan pergi ke kelasnya.
Allisya masuk ke kelasnya dengan senyum mengembang.
"Dih, kesambet apaan lo senyam-senyum gitu?" Tamara bergidik melihat Allisya yang terus senyum-senyum sendiri.
Allisya tak menjawab, ia mengeluarkan novel yang baru dibelinya kemarin dari dalam tas.
"Udah elah baca novelnya, tuh Bu Ika udah dateng." Tamara menyikut lengan Allisya ketika Bu Ika, guru bahasa Indonesia mereka masuk kedalam kelas.
"Yaelah, masuk juga ternyata tuh orang. Sekali-kali kek sakit gitu biar ga masuk." Gerutu Allisya sambil memasukkan novelnya kedalam tas.

KAMU SEDANG MEMBACA
Troublemaker [Completed]
Teen FictionCantik? Banget! Pintar? Pasti! Badgirl? Tentu saja! Kalimat itu cocok untuk mendeskripsikan sosok gadis bernama Auristella Allisya Lesham. Gadis ceria namun urakan yang selalu membuat masalah disekolanya. Ruang BK ada tempat favoritnya. Keliling la...