Libur telah berakhir. Semua siswa dan siswi pun kembali bersekolah, menjalani rutinitas seperti biasa.Padahal, terbiasa dengan hari libur kini membuat banyak orang menjadi malas untuk bangun pagi. Yang biasanya masih bisa santai-santai setelah bangun tidur, kini harus segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah ataupun bekerja.
Begitu juga dengan Allisya. Terbiasa bangun siang saat libur, kini membuatnya juga bangun siang pada hari pertama dia kembali bersekolah setelah liburan.
"Hosh! Hosh! Gila! Capek bener gue." Ucap Allisya yang baru masuk kedalam kelas sambil sibuk menetralkan nafasnya.
"Lo kenapa dah ngos-ngosan gitu?" Nadira menatapnya heran.
Allisya tidak langsung menjawab, meminum sebentar minuman yang memang sengaja dia bawa dari rumah.
"Abis main kejar-kejaran gue sama Bu Dina."
"Lo sih, kebiasaan dari dulu ga pernah berubah. Telat Mulu!" Timpal Tamara.
"Ya mau gimana lagi, telat mah udah mendarah daging di diri gue." Allisya hanya mengangkat kedua bahunya.
Gadis itu kemudian mengeluarkan earphone dan ponselnya dari dalam tas.
"Gue mau tidur, jangan ganggu."
Setelah mengucapkan itu, Allisya berdiri dari tempatnya kemudian berjalan menuju bangku paling pojok dibarisan belakang, yang akan dia jadikan tempat untuk tidur.
Sementara Nadira dan Tamara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Allisya yang tak pernah berubah dari dulu.
***
Bel istirahat telah berbunyi. Allisya yang sejak tadi hanya tidur kini telah bangun dan bersemangat untuk pergi ke kantin. Tetapi sebelum itu, dia mencuci wajah dulu di toilet baru setelah itu menyusul sahabatnya yang sudah pergi duluan ke kantin.
"Kalian udah pada pesen?" Allisya yang baru datang langsung menarik kursi dan duduk dihadapan Nadira.
"Udah, punya lo juga. Kek biasanya kan?" Tanya Tamara memastikan dan Allisya hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Mereka bertiga pun mengobrol sambil tertawa sembari menunggu pesanannya datang. Namun ketika tengah asik tertawa, tiba-tiba rambut Allisya ditarik dari belakang, membuat gadis itu menjerit kesal.
"SAKIT NJIR! SIAPA SIH?!" Teriak gadis itu kesal, kemudian menatap sang pelaku sengit.
Sementara Allisya kesal, sang pelaku malah terkekeh pelan dan mencubit hidung gadis itu, kemudian duduk di kursi sebelah gadis itu yang masih kosong.
"DEVAN BEGO! CARI MATI LO HA?!"
Allisya terus saja berteriak kesal, menatap Devan tajam seolah memusuhinya. Sementara yang ditatap seperti itu hanya menampilkan wajah santainya seperti tidak takut dengan tatapan tajam yang dilayangkan padanya.
"Sstt! Jangan teriak-teriak gitu. Ga malu apa diliatin orang?" Laki-laki itu terkekeh pelan, kemudian mengacak rambut gadisnya.
"Bodi njir! Gue kesel sama lo."
"Iya, aku tau. Love you too."
"Au ah! Musnah lo sono!"
"Aelah, kalo mau berantem jangan disini, mas sama mbaknya. Masalah rumah tangga jangan dibawa-bawa kesekolah." Ucap Farrel yang sudah jengah melihat perdebatan keduanya.
"Diem lo!"
"Kenapa sih? Marah-marah mulu dari tadi?" Tanya Devan.
"Kurang belaian tuh, makanya kek gitu." Timpal Tamara.

KAMU SEDANG MEMBACA
Troublemaker [Completed]
Teen FictionCantik? Banget! Pintar? Pasti! Badgirl? Tentu saja! Kalimat itu cocok untuk mendeskripsikan sosok gadis bernama Auristella Allisya Lesham. Gadis ceria namun urakan yang selalu membuat masalah disekolanya. Ruang BK ada tempat favoritnya. Keliling la...