"ABANGG!! CHARGER GUE MANA??!" Teriakan menggelegar yang berhasil memekakkan telinga itu berasal dari Allisya yang sedang menggedor-gedor pintu kamar Azriel. Sesekali melirik ponselnya yang sudah tak bernyawa lagi alias kehabisan daya karena dia belum mengisi dayanya sejak kemarin.Dorr...dorr..
"WOI BANG BUKA!" Allisya kembali menggedor pintu kamar Azriel.
"Ya ampun sayang, kenapa sih berisik gitu? Ini tuh masih pagi." Anisa datang menghampirinya masih dengan apron(?) nya karena membantu Bi Narti memasak.
"Tau mah! Kesel sama abang." Gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kenapa ini?" Edward datang dengan wajah segar seperti habis mandi.
"Bangunin bang Azriel tapi ga bangun-bangun juga, kan kesel. Mana lisya mau ambil charger yang dipinjem sama dia lagi." Adunya.
Edward tersenyum. "Dia emang suka gitu kalo weekend gini, nanti juga bentar lagi bangun."
"Hah? Yaudah deh. Lisya kekamar dulu." Allisya mengembuskan napas berat, kemudian melangkah kembali masuk kedalam kamarnya.
"Ck! Kemaren aja sok-sok an bangun lebih pagi, terus ngatain gue kebo. Eh ga nyadar sendirinya juga kebo." Gerutunya. Sedangkan Anisa dan Edward yang masih bisa mendengarnya menggerutu hanya menggeleng.
-
"BANG!!" Teriak Allisya ketika membuka kulkas, membuat Azriel yang sedang menyesap teh nya tersedak.
"Uhukk..uhukk.."
"Bangsat! Keselek gue kampret!" Umpatnya. Allisya hanya menampilkan wajah cengengesannya.
"Mau apa lo?" Tanya Azriel kesal.
"Es krim gue yang di kulkas mana? Kok ga ada? Lo makan ya?" Allisya memicingkan matanya curiga.
"Yee mana gue tau. Heh? Kenapa gue? Lo kali yang habisin tapi ga nyadar." Azriel menyentil pelan kening Allisya.
"Masa sih gue?" Azriel hanya mengendikkan bahunya, kemudian kembali beralih menatap layar laptopnya.
"Yah, sekarang gue makan apa dong? Mana Snack juga abis lagi." Gadis itu menggembungkan pipinya lalu duduk disebelah Azriel.
"Makan mulu, tapi badan tetep gitu-gitu aja kek tripleks." Cibir Azriel yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari gadis disampingnya itu.
"Tau ah! Gue keluar ajalah mau cari makan!" Allisya melangkah menuju kamarnya untuk sekedar mengganti bajunya.
"Gue keluar dulu, byee! Jangan kangen loh yaa." Kata Allisya dengan wajah tengilnya membuat Azriel mendengus.
"Prett! Udah kalo mau keluar sono." Ujar Azriel.
"Ck! Iye-iye." Allisya akhirnya keluar rumah dengan wajah kesalnya. Namun baru saja membuka pintu, dia sudah dikejutkan oleh keberadaan sosok Devan yang sedang duduk diatas jok BMW i8 silver nya, sambil mengunyah permen karet.
"Astaghfirullah." Ujarnya sambil mengelus dadanya terkejut.
"Eh Eneng, tau aja abang udah nungguin diluar." Devan mengedipkan sebelah matanya lengkap dengan wajah tengilnya.
"Jijik Van, sumpah." Allisya bergidik.
Devan tak mengindahkan ucapan Allisya. Matanya sibuk menatap gadis dihadapannya ini yang memakai sweater rajut biru langit dan celana jeans dan sepatu kets nya.
"Woi! Bengong lu!" Allisya menjentikkan jarinya dihadapan Devan.
"Eh? Oiya lo mau kemana?" Tanyanya sesaat setelah sadar dari lamunannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Troublemaker [Completed]
Teen FictionCantik? Banget! Pintar? Pasti! Badgirl? Tentu saja! Kalimat itu cocok untuk mendeskripsikan sosok gadis bernama Auristella Allisya Lesham. Gadis ceria namun urakan yang selalu membuat masalah disekolanya. Ruang BK ada tempat favoritnya. Keliling la...