Siang Dara lover, emang ada yang lope lope sama Dara? Terpaksa aja kali baca ini wkwkwk... bahkan ada yang bilang ceritaku aneh! Authornya juga aneh, nyleneh dan terbilang langka. Aku tuh suka melawan arus kehidupan (bukan arus lalu lintas ya), karena kata orang bijak ikan salmon itu mahal karena suka melawan arus. Dagingnya tebal, nikmat dan banyak gizi. Hanya ikan mati yang melawan arus, dan aku gak mau dibilang mati.
Panjang banget cuap-cuapnya. Gini berhubung sudah panjang pake banget, author mau akhiri kisah ini. Ada tantangan baru di lapak yang lain buat dua bulan ke depan. Mohon maaf jika cerita ini kembali menyajikan ending yang aneh karena hidup ini penuh keanehan.
Ocre..
Sugeng maos, mugi remen.
****
Satu Minggu pasca operasi, Hayu sudah boleh keluar dari rumah sakit. Untuk memudahkan proses pemulihan, keluarga membawanya ke aparteman tidak jauh dari RS. Seperti umumnya pasien pasca transplantasi hati, pengawasan khusus perlu dilakukan. Seperti pemulihan fisik dengan diet khusus sesuai rekomendasi bagian gizi, harus rutin mengkomsumsi obat, tidak boleh beraktivitas berlebihan dan yang terpenting reaksi tubuh terhadap organ baru yang masuk. Semoga saja tidak terjadi penolakan hati donor.
Dua kali dalam satu minggu, Hayu melakukan rawat jalan ke RS selama dua bulan, setelah dinyatakan aman baru bisa pulang ke Jakarta. Bagus dan Ajeng menemani putri bungsu mereka melewati proses itu. Kesempatan itu Ajeng manfaatkan untuk memperbaiki interaksi dengan suaminya, meski Bagus sendiri terlihat masih menjaga jarak. Setidaknya jika di dekat Hayu, Bagus bersikap jauh lebih baik. Jika Bagus harus pulang ke Jakarta karena pekerjaan, Ajeng melakukan pengawasan itu sendiri.
Danurdara, Bima dan Adriani sudah pulang lebih dulu. Semua berjalan kembali seperti biasa, Adriani pulang ke Semarang, Dara sibuk dengan kafenya dan Bima mengejar beberapa proyek yang tertinggal. Setiap hari Bima mengantar jemput Dara, ke kafe, kecuali sedang sibuk. Mereka tetap bersikap biasa di depan Putri dan Rajasa, tanpa ada niat untuk berbagi cerita tentang status mereka sekarang ini.
"Kayaknya Mas, gak perlu tiap hari antar jemput Dara deh! Dara bisa berangkat sendiri kok," protes Dara beberapa waktu lalu.
"Ngomong apa Kamu Ra? Gak suka dijemput? Mau dijemput Damar?" Tanya Bima menggoda.
"Apa hubungannya sama Mas Damar?" Sahut Dara cemberut.
Bima tertawa, senang melihat Dara cemberut. Dara memberi warna tersendiri untuknya, meski hubungan mereka tidak lagi sama. Status mereka sekarang kakak san adik, ibu memintanya menjaga Dara. Jadi, sesibuk apa pun Bima akan selalu meluangkan waktu untuk bisa menemani adiknya itu. Meski belum rela, ada niat dalam hati untuk mendekatkan Dara dengan Damar, sahabatnya.
Sebenarnya Rajasa cukup baik, tetapi Dara seperti tidak memberi peluang untuk cowok jago masak itu. Dara juga tidak mau menyakiti Saras sahabatnya yang lebih dulu menyukai Rajasa. Cinta memang rumit.
Bima mengubah posisi duduknya, kini mereka duduk berhadapan. Pandangannya tidak lepas dari gadis cantik yang akhirnya harus direlakan akan bersanding dengan laki-laki lain. Bima mau, Damarlah laki-laki beruntung itu, setidaknya dia sudah kenal baik sifatnya.
"Dik, mau coba jalan dengan Damar gak?" Tanya Bima serius.
"Maksudnya apa Mas?" Dara terlihar tidak suka. Bima tersenyum kecil, dia tahu Dara masih belum bisa melepaskan kenangan mereka.
"Gak ada salahnya dicoba. Mas setuju kamu jalan dengan dia. Damar baik, aku perhatikan sepertinya Damar suka sama Kamu. Hanya karena...," Bima menghentikan ucapannya menyadari perubahan wajah ayu adiknya. Dara menunduk, airmata mulai membasahi pipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
All About Danurdara (LENGKAP Alias Tamat)
ChickLitDanurdara Agni Pratista Cinta, silahkan berakhir dan pergilah! Aku tak butuh cintamu, tak terima pengkhianatanmu. Cukup bagiku jika kamu pergi menjauh Pengkhianatan, adakah kamu masih mau menghancurkanku? Bahkan ketika kau tabur itu lewat gen yang m...
