Face to face

841 75 10
                                        

         Bagus termenung di meja kerjanya, ruangan luas yang didominasi warna cream itu tampak seram. Warna cream, selalu mengingatkannya pada seseorang yang terluka karena kebodohannya.

         Dua puluh tahun, Bagus bangun dari keterpurukannya, membangun usahanya sendiri untuk bisa lepas dari kungkungan mertuanya. Kerja kerasnya membuahkan hasil, sayangnya keinginan untuk melepaskan diri dari Ajeng tidak dapat dilakukannya. Ajeng sudah memberinya dua anak perempuan yang tidak mengerti dosa orangtuanya.

         Amplop coklat besar hasil penyelidikan Toni masih tergeletak di atas meja. Bagus takut membukanya, takut menerima kenyataan yang tidak diharapkannya.

       Beberapa tahun ini, Bagus tidak pernah bisa tidur nyenyak. Rasa bersalah dan kerinduan pada orang-orang yang sangat dicintainya, membuatnya bermimpi buruk setiap malam. Cincin yang dikenakan Danurdara dan obrolan kebahagiaan putrinya dengan Bima  mengganggunya.

       Bayangan wajah penuh senyum putri sulungnya ketika bercerita tentang Bima membuat dadanya nyeri. Pagi-pagi benar, Bagus sudah berangkat kerja. Laki-laki itu sengaja menghindari putrinya.

        "Apa yang harus aku lakukan kalau ketakutanku itu benar terjadi? Maafkan papa Ra, maafkan papa," desahnya resah.

       Bagus bangkit dari kursinya, amplop coklat itu diambilnya dan dilemparkan begitu saja di sofa. Laki-laki itu berjalan ke sudut ruangannya tempat minuman penetral otaknya disimpan. Dituangnya segelas wine, diteguknya sampai tandas. Bagus meraih amplop itu, ditimang sesaat lalu dibuka perlahan.

Nama: Bimasena Damar Narayana.
Tanggal lahir: 19 Desember 1991
Pekerjaan : arsitek

        Bagus tidak melanjutkan membaca data itu, tangannya bergetar. Semua sudah jelas, Bima... laki-laki yang dicintai dan mencintai Danurdara adalah anak kandungnya yang sudah diabaikan puluhan tahun lamanya. Tubuhnya lemas, ketakutannya menjadi kenyataan.

       Seharusnya ini menjadi kabar gembira baginya, anak dan istrinya ditemukan lagi. Sepuluh tahun lamanya, Bagus mencari mereka. Setelah berhasil berdiri tegak dengan usahanya sendiri, Bagus berusaha mencari Bima dan Adriani. Usahanya gagal, Adriani membawa Bima pergi tanpa berita. Semua keluarga bungkam, mereka marah karena perbuatan bodoh Bagus.

       Adriani, perempuan sederhana yang merelakan suaminya pergi dengan alasan untuk menyelamat keluarga besarnya. Orangtua Ajeng mengancam akan membunuh orangtua Bagus, kalau laki-laki muda yang dicintai putrinya tidak mau menikahi putri tunggalnya yang mengaku hamil. Ajeng yang terlanjut jatuh cinta pada Bagus, tidak peduli karyawan di kantor ayahnya itu sudah beristri dan beranak satu.

        Bagus melonjak kaget, tiba-tiba kesadarannya kembali.  Kata Dara semalam bertemu ibunya Bima. Itu artinya Adriani istrinya ada di sini, di rumah Bima.

         Bagus mengambil amplop itu lagi, alamat Bima. Laki-laki itu bergegas bangun, langsung keluar ruangan.

       "San, batalkan semua janji meeting hari ini. Saya ada urusan penting,"

       "Tapi Pak," Tanpa mempedulikan protes sekretarisnya Bagus segera berlalu. Sang sekretaris hanya geleng-geleng kepala, lalu sibuk menelpon. Ada banyak janji yang harus segera dia batalkan.

         Bagus membawa mobilnya ke arah apartemen Bima, yang ternyata tidak terlalu jauh dari kantornya. Hanya butuh tiga puluh menit, mobil Bagus sudah memasuki apartemen yang terbilang mewah itu. Bagus bernapas lega, setidaknya dia tahu anaknya tidak terlantar.

        "Mas Bimanya sudah jalan dari tadi pagi Pak. Katanya mau ke bandara mengantar ibunya yang mau pulang ke Semarang," jawab sekuriti di lobi apartemen.

        "Sudah berangkat ya? Telat saya?" Gumamnya sambil menimang gawaimya.

        "Mas Bima rajin Pak, kerja selalu berangkat pagi," kata mas sekuriti lagi. Bagus mengangguk mengerti.

       "Ya sudah saya ke kantornya saja. Terima kasih ya Mas," Bagus pamit meninggalkan lohi apartemen.

        Jadi selama ini kamu sembunyi di Semarang Ri, apa yang kamu lakukan di sana? Terima kasih, kamu menjaga anak kita dengan baik.  Maafkan aku sudah menyakitmu dan Bima.

                    ***

All About Danurdara (LENGKAP Alias Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang