If

947 93 2
                                        

       Operasi cangkok hati untuk Hayu adalah jembatan. Kedekatan terenda tanpa mereka sadari, mengalir begitu saja. Luka itu perlahan tertutup, berganti semangat saling melengkapi. Terlihat sempurna untuk Bagus, tetapi tidak untuk Ajeng dan Dara.

        Kedua perempuan ibu dan anak itu, tidak saling bahagia. Bayangan buruk memgejar hari depan mereka. Kesadaran akan kehilangan orang yang mereka cintailah yang membuat mereka makin terpuruk.

         Seandainya bisa membalik waktu, Ajeng tidak ingin melakukan kebodohan itu. Menempatkan cinta pada orang yang salah dan mengambil kebahagiaan orang lain, hanya memberinya kebahagiaan semu. Bagus tidak pernah membuatnya bahagia, bahkan sejak hari pertama pernikahan mereka. Sikap dingin laki-laki yang dicintainya itu membuatnya tertekan.

         Usai pesta pernikahan mewah yang digelar sang ayah untuknya sang pewaris satu-satunya, usai pula senyum dari wajah tampan Bagus. Indahnya kamar pengantin di hotel mewah yang disediakan untuk mereka, tetap dingin tanpa gairah. Bagus tidak menyentuhnya sama sekali layaknya pengantin baru, laki-laki itu memilih tidur di sofa, membiarkan istri yang baru dinikahinya beberapa waktu lalu meringkuk sendirian.

         Diam-diam, Bagus menangis dalam hati menyesali kebodohannya terjerat dalam pernikahan konyol itu. Bayangan wajah terluka Adriani ketika dia terpaksa menyampaikan berita buruk itu, menghantui malam-malam dalam hidupnya. Janji suci yang diucapkannya dihadapan Tuhan ketika menikahi perempuan yang dicintainya itu, berantakan karena kesalahan yang tidak disengaja.

         Bagus tidak menyadari, permainan kotor yang sengaja dilakukan Ajeng untuk menjeratnya. Sebuah kebodohan, ketika dengan lugunya dia menerima permintaan bos untuk mendampingi putrinya, yang mau belajar mengelola perusahaan. Bagus tidak pernah bisa menolak permintaan sang princess, kemana pun dan kapan pun.

        Tidak sekali dua kali, dia harus meninggalkan rumah berhari-hari menemani perjalanan bisnis bos dan putrinya itu. Kedekatan terajut, tetapi Bagus tidak pernah ingin mengkhianati istrinya. Sikap manja Ajeng ditanggapi biasa saja, meski peluang untuk mendapat lebih dengan mudah dapat diperolehnya, termasuk tubuh Ajeng.

        Tugas ke Singapura 26 tahun lalu mengubah segalanya. Bagus tanpa curiga menerima minuman yang disodorkan Ajeng di sebuah pesta pernikahan klien mereka. Minuman itu
membuatnya mabuk dan tidak sadar. Ketika bangun, Bagus kebingungan mendapati dirinya tidur berdua dengan Ajeng dalam keadaan telanjang bulat. Gadis cantik itu memèluk tubuhnya posesif sambil tersenyum.

        Ya Ajeng bahagia, akhirnya laki-laki yang dikejarnya dapat ditaklukannya dengan mudah. Tidak ada penyesalan, bahkan setelah itu dia masih bermanja dengan laki-laki yang masih diam membeku. Bagus tidak dapat  meninggalkan Ajeng begitu saja, posisinya terancam. Keadaan itu dimanfaatkan oleh gadis manja.

        Saat itu Ajeng tidak marah, tidak juga menuntut apa pun dari Bagus karena memang itu yang dia inginkan.  Tanpa drama airmata seperti di sinetron-sinetron, setelah kembali ke Indonesia Ajeng melepas Bagus pulang kepada istrinya.

        Tetapi dua bulan kemudian Ajeng berbalik, menuntut untuk dinikahi karena hamil. Bagus tidak dapat berkilah, kenyataan mereka pernah tidur bersama. Laki-laki polos itu tidak kuasa menolak tuduhan itu, lalu dipaksa meninggalkan istri dan anaknya.

        Bagus tidak pernah mencintai Ajeng, bahkan setelah perempuan itu memberinya dua orang putri. Apa yang dilakukan hanya formalitas. Laki-laki itu hanya bersikap manis di depan ayah mertuanya, yang mengawasi semua gerak geriknya. Ajeng sadar betul hal itu.

         Cinta Bagus hanya untuk Adriani, perempuan sederhana teman seperjuangannya menjalani hidup dari nol. Ajeng dapat melihat jelas sekarang. Tatapan mata suaminya kepada bekas istrinya membuatnya cemburu, Ajeng makin tersisih dari keluarganya sendiri.

        Bekas istri, benarkah? Mereka tidak pernah bercerai, Adriani meninggalkan rumah tanpa pamit, beberapa waktu setelah Bagus menyampaikan berita buruk itu. Sejak saat itu keberadaan Adriani dan Bima tidak dapat dideteksi Bagus. Keluarga dekat bungkam, tidak ada yang membocorkan rahasia Adriani, sampai mereka muncul di depan Bagus dengan cara tidak terduga.

                   ***

Pagi pagi pagi
Maaf, hari ini dan besok monolig dulu ya.. biar jelaa duduk perkaranya. Dikit gpp kan, yang penting update.

Salam literasi

       

All About Danurdara (LENGKAP Alias Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang