Bab 13

127 6 0
                                        

Aku melangkah ke luar kamar menuju keramaian itu,sejak kapan aku tidak takut keramaian?.Aku berdiri tepat di antara mereka dan pamit undur diri.

"Lho....Dewi,memang rumahmu di mana?" Salah seorang teman Yusuf bertanya.Aku tidak tahu,kenapa Dia bisa mengenalku.
"Oh,Dewi rumahnya deket kok,di sebelah"Jawabku.
"Kalau gitu kenapa buru buru pulang?kumpul dulu aja di sini,kan jarang jarang bisa main bareng"Kata seorang perempuan dengan jilbab panjang sambil tersenyum.
"Be....belum izin sama Ibu"Jawabku dengan gugup,tatapan mereka membuatku risih.
"Tidak apa apa,Ibu nggak akan marah,justru seneng akhirnya Dewi bisa main dengan teman temannya" Kata kak Rama.Dia tiba tiba ada di sebelahku.
'Teman temannya?itu kan teman Yusuf,bukan temanku'batinku.

"Iya Dewi,Aku kan belum kenalkan mereka,Dewi juga harus kenal dengan teman Yusuf"Kali ini Yusuf yang berbicara,Aku tidak bisa menolak jika Yusuf yang meminta lamgsung.
"I...iya"Akhirnya Aku duduk dan tidak jadi pulang.

"Nah....gitu dong Dewi.Aku kenalkan ya,Ini.....Rahman" Yusuf menunjuk seseorang yang tadi bertanya rumahku dimana.

"Ini Siti" Yusuf menunjuk perempuan yang tadi bertanya padaku.

"Ini Ahmad"Yusuf menunjuk laki laki yang dari tadi hanya diam memperhatikan.

"Ini Sandra"Yusuf menunjuk perempuan yang berada di dekat Siti.

"Nah....kalau yang ini kamu pasti kenal,ini Fahri dan itu Dino,Nah....mereka itu bagian dari rohis,Akhir akhir ini Aku memang sibuk di rohis"Kata Yusuf.
Aku tersenyum pada mereka.Asma......sudah duduk di dekatku,dan Kak Rama......pergi entah kemana.

"Tadi Asma,Dewi dan Pak Rama bicarain apa si?kayaknya pribadi banget" Sandra bertanya.Di sana....Kak Rama memang di panggil Pak.Pak Killer.

"Hanya curhatan penyesalan"Jawabku.

"Ooh.....,Eh Aku baru kali ini lho denger suara Dewi.Di sekolah Dewi kan pendiem banget,judes sama dingin........Aku jadi takut ngedeketin Dewi,padahal dulu selelas waktu kelas sepuluh,tapi Dewi lupa sama Aku......,padahal Aku terkenal di sekolah"Sandra antusias menceritakan tentang Aku.
"Lu....serem kali...."Kali ini Ahmad yang bicara.Semua orang tertawa dengan candaannya.
Aku juga jadi ingin ikut tertawa ...,jadi begini ya...rasanya bercanda dengan teman.Rasanya seperti ada banyak kupu kupu dalam perut yang hendak keluar.Rasanya bahagia,walau mereka rohis mereka masih bercanda dengan jujur dan tidak berlebihan,tak terasa seulas senyum mengembang di bibirku.Tapi......,apa tidak mengapa?ini kan namanya ikhtilat,bercampur baur antara laki laki dan perempuan.
Tiba-tiba Fahri berdiri,wajahnya sangat merah.
"Hei Fahri,kenapa?antum sakit?merah gitu wajahnya"
"Ngga...,ana mau ke mini market dulu.....,akhy mau titip?"Fahri berkata pada Rahman dengan memalingkan wajahnya....,entah kenapa...,apa karena malu?
"Hah.....antum beneran sakit nih,ana di sini.....bukan di sono...."Rahman berdiri merangkul Fahri,Fahri melirik pintu keluar.Terlihat ada sandi rahasia di antara mereka,apa bisa mereka berkomunikasi seperti itu?
"Aduh.....maap ni Ukhty Ukhty yang cantik,Sohib ana emang suka gini kalau liat ukhty....,suka malu.Jadi ana mau antar Fahri keluar dulu"Rahman menuntun Fahri menuju pintu.

"Kalau begitu Aku pulang ya......" Aku sudah tidak enak diam,perutku sudah minta jatah makan dari tadi.

"Jangan!!!!!!!!!!!!!!!!"Mereka menjawab serentak,kecuali Fahri,Dia menutup wajahnya yang semakin merah dengan kedua telapak tangannya.

Brugh....

Fahri tergeletak di lantai.Ia pingsan!.....

"Fahri!"Siti berteriak sangat kencang.Rahman,Ahmad dan Dino menggotong Fahri sementara Yusuf membuka pintu kamarnya.
Asma memanggil Ummy,Siti menelfon seseorang entah siapa. Sandra mengambil sesuatu di tasnya.Semua orang sibuk.Keringat dingin muncul di dahiku,tanganku gemetar hebat,aku merasa pernah melihat kejadian serupa,tapi aku tak ingat,aku merasa deja vu.Tiba tiba sebuah tangan lembut menggenggam tanganku.

"Tidak apa apa.....,Fahri baik baik saja,Dia punya sembilan nyawa"Suara seorang wanita tepat jelas di telingaku.
Refleks aku memutar balikkan tubuhku.
Aku melihat seorang perempuan cantik sekali,ia tersenyum manis padaku, tangannya masih memegang tanganku yang gemetar.Di belakangnya ada kak Rama yang membawa banyak belanjaan,ia menatapku dengan wajah cemas.

"Kak.......,aku pulang dulu,ti...titip salam untuk yang lain"Aku berkata pada kak Rama sambil mengendalikan suaraku yang bergetar.
Wanita itu melepaskan genggamannya,Aku menunduk....tidak sengaja aku melihat kakinya,hanya satu kaki,sebelah lagi kaki bionik,entah kenapa air mata tiba tiba mengalir di pipiku.Aku berlari pergi,melewati mereka berdua.

Gemetar di tubuhku tidak berhenti,tapi semakin bertambah.

"Assalamu'alaikum" Aku masuk ke rumah dan hendak langsung ke kamar sebelum akhirnya Ibu datang.
"Wa'alaikum salam.....,Kamu nggak mau makan dulu?gimana mainnya?seru nggak?" Ibu terdengar sangat gembira,harusnya Ibu marah karena aku main nggak bilang dulu,nggak ganti baju lagi.

"Nanti aja bu"Aku menunduk lesu,menyembunyikan tanganku yang bergetar dibalik kerudung.

Ibu memegang bahuku,ia membalikkan badanku,matanya terkejut melihat bekas air mata di pipiku.

"Astagfirullah.....Dewi,apa yang terjadi?,kenapa kamu begini?siapa?siapa yang bikin kamu kayak gini,bilang sama Ibu!" Ibu terlihat marah.

"Bukan apa apa Bu,Dewi kelilipan tadi...,anginnya gede banget"Aku berdalih.Ibu memandang dengan cemas,tapi aku segera masuk ke dalam kamar,mengganti seragam dan merebahkan diri.

الله أكبر....الله أكبر...

Suara adzan mulai terdengar,tapi bukan suara adzan yang sering ku dengar setiap hari,kali ini.....suara orang lain.Aku pergi ke wc,mengambil wudu dan bergegas ke kamar untuk sholat ashar,dan menenangkan diri dari rasa takut ini.
Aku tidak suka perasaan ini,perasaan di mana kamu kehilangan sesuatu dan melupakannya.Aku.....tidak suka

*............*............*............*............*

CINTA SUBUHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang