Ada orang yang bilang, katanya penggemar hujan, tapi nyatanya dia malah berteduh saat rintikannya jatuh.
-Querencia-
Pria bak dewa dengan sweater hitam yang membalut tubuh kekarnya itu memegang setir mobil dengan malas. Rasa kantuk masih saja mengelabui mata indahnya. Ia menyenderkan kepala di kursi mobil seraya menunggu gadis menyebalkan yang sedaritadi belum keluar dari rumah. Berhubung sekolah sudah mulai diliburkan, dia dan Alby berniat merefresh otaknya.
Halaman rumah Arga yang luas membuat angin pagi membelai mesra, saling berhilir satu sama lain. Kaca mobil yang sengaja terbuka membuat angin itu membelai pipi Arga. Arga memejamkan matanya sejenak, rasa pening di kepalanya masih terasa akibat minuman vodca kemarin. Karena terlalu menikmati belaian angin pagi, Arga tak sadar bahwa sedari tadi sosok gadis di sampingnya sudah beberapa kali menepuk pundaknya.
"Woi! Jadi jalan nggak?"
Arga membuka matanya, objek yang pertama kali ia tangkap adalah gadis bernama Alby Alexandra. Gadis cantik dengan sifat bar-bar nya.
Alby menekuk wajahnya. Tangan kecilnya terasa pegal karena memukul bahu besar milik Arga.
"Sorry."
"Kita mau ke mana?" tanya Alby dengan nada yang terdengar malas.
Arga mengucek matanya. Lalu, ia memberikan senyuman singkat ke arah Alby. Menatap gadis itu penuh arti.
"Ke masa depan kita berdua."
Alby melototkan mata, bergidik ngeri. "Apaan dah, jijik!"
Arga terkekeh. Ia menancap gas nya menjauhi perumahannya.
Selang waktu suasana nampak hening. Tak ada satu pun yang membuka mulut. Arga merasa canggung dengan keadaan ini, terlalu garing. Lantas, ia melirik singkat ke Alby yang senyum-senyum sendiri saat berhadapan dengan ponsel gadis itu. Senyum miring terbit di bibir Arga.
"Al, itu apaan!"
Teriakan Arga membuat Alby terkejut bukan main. Arga pun telah menghentikan laju mobil karena ulah usilnya sendiri. Alby menatap ke arah depan yang ditunjukkan Arga, menyapu pandangan di depannya. Tak ada apapun di sana, hanya terpampang lampu merah dan beberapa kendaraan lain yang menunggu pergantian warna lampu.
Arga dengan cepat merebut ponsel yang berada di tangan Alby. Si pemilik ponsel pun memasang wajah garang. Alby membelalakkan matanya atas perlakuan Arga.
"Balikin handphone gue sini, bangsat!" seru Alby dengan tangan yang berusaha meraih ponsel di belakang tubuh Arga.
Arga terbahak melihat ekspresi gadis di sampingnya. Sangat brutal. Dari itu ia semakin gencar mengerjai Alby.
"Ngerebut handphone lo aja gue bisa, apalagi ngerebut hatinya lo dari dia," celetuk Arga.
Alby semakin kesal. Gadis dengan rambut yang tergerai itu berusaha meraih ponselnya di tangan Arga yang sengaja diayun-ayunkan ke atas.
Kaca mobil yang terbuka lebar di samping Arga itu ternyata membawa pengaruh besar atas kejulidan dari sosok Arga. Pria tampan itu terlalu asyik menjahili Alby, sampai ia tak sengaja menjatuhkan ponsel milik gadis itu ke luar mobil. Raut wajah Alby mendadak merah, menandakan bahwa ia sedang emosi.
Arga menganga karena ulahnya sendiri. Tatapannya beralih ke ponsel Alby yang tergeletak di jalanan. Sangat ceroboh.
Alby terdiam sejenak dengan mood yang hancur hari ini. Ia menatap Arga dengan tatapan yang berapi. Gadis itu hampir saja keluar dari mobil dan mengambil ponselnya, tapi Arga dengan cepat menarik lengan Alby.
KAMU SEDANG MEMBACA
Querencia [END]
Teen FictionPART MASIH LENGKAP, BELUM DIREVISI. [Follow sebelum membaca, don't copy my story]. Highest rank🥇 #1 in highschoolseries #1 in spirit #1 in together #2 in best couple Dia khayal dalam nyata. Dia imajinasi dalam realita. Rasa itu hadir tanpa disadari...
![Querencia [END]](https://img.wattpad.com/cover/170616919-64-k427741.jpg)