\23\

10.5K 704 10
                                        


Kalo typo ya maklum aja :v

Mon maap up di jam segini :')
Vote dan komenan kalian di tunggu juga 'loh.

•••

"Jadi? Kenapa semalam tidak pulang?"

Pertanyaan Yoongi tidak di jawab oleh Hana karena gadis itu bingung harus menjawab bagaimana dan seperti apa. Di tambah tadi pagi ada perdebatan kecil antara dirinya dan Jungkook.

Ah, sudahlah. Hana tidak mau lagi mengingat kejadian tadi pagi karna hanya akan membut moodnya rusak.

"Hana?!"

"Yoongi!" Wendy memukul lengan Yoongi karena berteriak pada putrinya sendiri.

"Hana, istirahat di kamar saja ya?"

Ucapan Wendy di turuti Hana dengan anggukan. Gadis itu cepat-cepat pergi meninggalkan Papanya yang masih emosi. Hana menjadi merinding melihat tatapan tajam Papanya tadi.

"Kenapa menyuruhnya ke kamar?"

"Tidak melihat jika putrimu ketakutan? Aduh, kau memang tidak berubah dari dulu Yoon."

"Ck!" Yoongi hanya berdecak ringan karena malas menjawab Wendy.

"Sudahlah, ayo sana pergi ke kantor."

"Kau mengusirku?! Baiklah!"

"Aigo-ya.. Kenapa sih dia terus-terusan emosi?" Gumam Wendy yang melihat kepergian Yoongi. "Lucu sekali."

Di kamarnya Hana tengah berbaring nyaman di ranjang. Memeluk boneka Tata pemberian Taehyung dulu sewaktu mereka jalan-jalan. Ahh, Hana juga tidak tahu kabar pria Kim itu bagaimana.

Hana kembali merenungkan kejadian di apartemen Jungkook tadi pagi yang membuat moodnya rusak. Hana benci dengan keadaannya yang sekarang. Mengapa Hana tidak percaya Jungkook? Penjelasan Jungkook tadi pagi terdengar sangat jujur di telinga Hana. Atau karena gadis itu cemburu makanya tidak mendengar Jungkook?!

Cemburu?

Cemburu dengan— sudahlah. Hana benar-benar ingin Jungkook sebenarnya saat ini. Sangat ingin. :(



Flashback

Jam enam pagi Hana terbangun di dalam pelukan Jungkook yang hangat. Hana melihat wajah damai pria itu dari dekat dan Jungkook memang benar-benar tampan walau dengan keadaan sedang tertidur. Mulut Jungkook akan terbuka sedikit dan itu sangat menggemaskan di mata Hana.

Hana kembali menelusupkan wajah di dada bidang Jungkook yang sangat nyaman di jadikan sandaran. Hana mendengar detak jantung Jungkook yang berdetak normal dan teratur. Sangat indah di indra pendengarannya.

Tiba-tiba saja perkataan Wendy tempo hari terlintas di pikirannya. Wendy mengatakan jika Jungkook benar-benar tulus padanya, pria Jeon yang tengah memeluknya ini benar-benar mencintainya dan kenyataan itu membuat kedua sudut bibir Hana terangkat.

Di tatapnya kembali wajah tampan milik Jungkook, tatapan Hana beralih ke bibir Jungkook yang sangat seksi dan imut di saat bersamaan. Pipi Hana kembali menghangat saat mengingat kejadian semalam ketika bibir seksi itu melumat bibirnya dengan brutal.

Ah, jika saja wanita yang semalam di apartemen Jungkook tidak ada mungkin kini Hana dan Jungkook tengah tertidur tanpa sehelai benang pun.

Eh,

Tunggu dulu.

Wanita?

Benar. Hana tidak tahu siapa wanita yang tadi malam berada di apartemen Jungkook. Hana tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya.

OM JEON [M] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang