Kalo yang komen banyak aku bakal fast update, ehe 😳🙂
Happy reading, 💜
•••
Apalagi upaya yang harus seorang Jeon Jungkook lakukan agar Min Yoongi, Ayah dari gadisnya itu kembali sepenuhnya percaya padanya?
Pasalnya sudah delapan kali Jungkook meminta izin pada Yoongi untuk menikahi Hana, tetapi pria Min itu menolaknya. Hana tahu jika Jungkook kadang bersedih sesudah pulang dari rumahnya, tetapi wanita Min itu bahkan juga tidak bisa membujuk Ayahnya.
Kali ini, Jungkook akan datangi rumah Irene. Jika Yoongi tidak mengizinkan, harapan Jungkook satu-satunya adalah Irene selaku Ibu biologis dari Hana.
Jungkook memencet bel rumah Irene dan Seokjin, butuh keberanian yang kuat sebenarnya untuk kesini, dirinya harus menebalkan kulit wajahnya.
"Eoh? Jeon?" Irene membuka pintu rumahnya, melihat Jungkook yang langsung menunduk sopan padanya.
"Se-selamat sore, eum—nyonya Kim."
Irene melipat tangan di dadanya, tersenyum pada Jungkook yang terlihat gugup, "Aigo, kau tidak perlu sampai seperti itu. Ada apa? Kau mencari Hana? Dia sekarang dirumah Papanya tidak ada disi—"
"Saya kesini untuk menemui anda." Potong Jungkook sesudah dirinya menegakkan kembali tubuhnya.
"Hmm... aku? Baiklah, masuklah."
Jungkook mengikuti langkah Irene, setelah dan duduk setelah di persilahkan oleh Irene. "Kau mau minum apa?"
"Terserah apa saja."
Irene mendelik tidak percaya pada kekakuan Jeon Jungkook di depannya. Dirinya merasa aneh dengan anaknya yang suka dengan pria semacam Jungkook.
Hmmm, jika di pikir-pikir memang wanita itu sifatnya rumit. Dulu sekali Irene juga sempat jatuh cinta pada Yoongi yang sifatnya tidak terlalu jauh dari Jungkook.
Bedanya, Yoongi selalu memakai kata-kata pedas, sedangkan Jungkook terlalu kaku. Dua pria yang sama-sama membosankan, menurut Irene.
"Tunggu sebentar." Ucap Irene, kemudian dirinya pergi ke dapur untuk membuat Kopi untuk Jungkook. Jungkook yang telapak tangannya sudah berkeringat dingin terus-terusan memikirkan kata-kata yang tepat nantinya. Sampai Jungkook tidak sadar akan kehadiran Seokjin yang sudah duduk di depannya dengan tatapan bertanya-tanya.
"Hey! Dungu! Sedang apa?"
Jungkook terkesiap karena suara Seokjin, "Eoh Hyung.." Jungkook sepertinya tidak mendengar panggilan 'dungu' Seokjin untuknya.
"Memikirkan apa?"
"Ah.. Itu—"
"Ini kopinya." Irene datang meletakkan kopi hitam di atas meja. Jungkook meneguk ludah getir karena sialnya dirinya kurang menyukai kopi, Jungkook lebih menyukai susu pisang.
"Terima kasih." Ucapnya.
Irene mendengus melihat kakunya seorang Jungkook. Ah—sudahlah.
Jungkook menyeruput sedikit kopinya, kemudian mengernyit merasakan pahit. Kemudian dirinya berdehem, membuat atensi Seokjin dan Irene yang sedang mengelus perut besar Irene itu teralihkan padanya. "Ehmm.. Begini, sebenarnya..." Jungkook menceritakan kisah menyedihkannya tentang Yoongi pada pasangan di depannya, seperti mengadu dan merengek akan kelakuan Yoongi, "Jadi.. Bisakah saya meminta bantuan? Saya, saya ingin bertanggung jawab pada Hana. Saya ingin menjaganya, saya ingin saat Hana hamil dia tidak merasakannya sendirian saja. Saya—"
KAMU SEDANG MEMBACA
OM JEON [M] ✔
Fiksi Penggemar(Mature 21+) - [TAMAT] "Jeon, pria dewasa yang terjebak cinta pada si gadis kecil." ↪ Setting Place : Korea Selatan
![OM JEON [M] ✔](https://img.wattpad.com/cover/188026639-64-k641684.jpg)