Gud mournink epritingg.. :v
Maappkan diri saya yang senang update akhir-akhir ini, semoga kalyan semwa tidak eneg, ehe. (〃゚3゚〃)
Vote dan komennya aku tunggu lho yahh.. 💜
•••
Setelah mengantar putrinya ke rumah mantan istrinya, Yoongi terburu-buru pulang ke rumahnya.
Sampai dirumah yang terlihat sangat sepi— karena Yoongi sengaja menyuruh semua orang pergi.
Yoongi melangkah ke belakang rumahnya, ke rumah khusus para pelayan. Di ketuknya pintu dan muncul presensi Bibi Shin, ketua pelayan dirumahnya.
Kedatangan Yoongi kesana membuat Bibi Shin kaget, "A-ah.. Tuan? Ada apa Tuan?"
"Ehmm—"
"Apa Tuan membutuhkan sesuatu?"
"Ehm, Bibi saya menginginkan seluruh pelayan rumah tidak ada yang memasuki rumah utama sampai siang besok. Saya tidak ingin di ganggu."
"Y-ya. Baiklah Tuan."
"Terima kasih Bibi Shin, beristirahatlah."
Selanjutnya pria Min dengan wajah putih dan glowing itu meninggalkan rumah belakang dengan tergesa-gesa, masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga menuju kamar Wendy.
Ada hal yang harus di selesaikan malam ini juga dan Yoongi sangat tidak suka berlarut-larut dalam sebuah masalah.
Di ketuknya pintu kamar Wendy dengan keras agar wanita Son-nya itu mau membukakan pintu. "Wendy?!" Panggilnya.
"Pergi! Aku sedang tidak ingin melihatmu Tuan Min!!"
"Buka!"
"Tidak mau!"
"Buka Son Wendy!!"
Yoongi yakin jika pelayanan di rumah belakang mendengar suaranya karena terlampau keras, karena itulah tadi Yoongi memberitahu agar tidak di ganggu dan melarang pelayan datang.
"Son Wendy!"
Wendy dengan geram akhirnya membuka pintu untuk pria keras kepala bernama Min Yoongi, "Apa?!!!" Teriaknya pada Yoongi.
Yoongi memeluk Wendy yang memberontak dan mendorong tubuh keduanya agar masuk ke dalam kamar.
"Yoongi, lepaskan!"
"Diam saja dulu, Wendy."
"Aku tidak sudi berpe— ehm.. Apa kau sudah gila?!!" Wendy kembali berteriak marah karena dengan seenaknya Yoongi mengecup bibirnya.
"Bibir ini dilarang berteriak keras." Gumam Yoongi. Nafas Yoongi yang tepat berada di wajahnya membuat Wendy gugup. Pria Min ini memang tidak berubah dari dulu, tetap saja membuatnya terpesona dengan tatapan mata kecilnya yang tajam. "Dan biarkan aku menjelaskannya padamu."
"Baiklah, tapi lepaskan pelukanmu."
Gelengan Yoongi membuat Wendy terang-terangan mendengus kesal. "Ayolah Yoongi itu— Hey!! Berhenti mengecup bibirku!".
"Aku suka bibirmu."
"Aishh.. Mesum."
Yoongi melonggarkan pelukannya kemudian menuntun Wendy untuk duduk di sofa— maksudnya duduk di pahanya.
"Hey.. Ini—"
"Ssttt.. Diamlah, biarkan seperti ini."
Berakhir pasrah, akhirnya Wendy menyamankan letak duduknya dengan mengangkangi Yoongi, membuat kedua kakinya berada di sisi pinggang Yoongi.
KAMU SEDANG MEMBACA
OM JEON [M] ✔
Fanfiction(Mature 21+) - [TAMAT] "Jeon, pria dewasa yang terjebak cinta pada si gadis kecil." ↪ Setting Place : Korea Selatan
![OM JEON [M] ✔](https://img.wattpad.com/cover/188026639-64-k641684.jpg)