Aku lagi mood buat update nihh kayanya, dan itu juga karena readers-nim.. Terima kasih lho yang udah komen, kalian buat aku semangat terus. 🙇🏻♀️🙇🏻
Dan karena emng aku lagi ga sibuk, tugas aku beberapa hari ini gaada, yeee 😳😂👌🏻
Btw, Siapkan mental baja kalian sobat halu. ಥ‿ಥ
•••
Langkah kaki jenjang Jungkook terus menelusuri basement kantor miliknya, jam sudah menunjukkan pukul enam lewat dan itu berarti Hana-nya sudah menunggu di apartemen dari tiga jam yang lalu.
Sungguh, Jungkook tidak main-main rindunya dengan gadis Min itu. Dirinya begitu tersiksa ketika tidak bisa menghubungi Hana sama sekali selama dua minggu ini.
"Hana.." Lirihnya. Jungkook melajukan mobil dengan kecepatan maksimum, dirinya sudah tidak sabar.
Sedangkan Hana baru saja selesai mandi setelah tadi tertidur pulas karena lelah sehabis menangisi hal yang tidak pasti. Hana kali ini akan berusaha berpikir positif dan mendengarkan penjelasan kekasihnya nanti. Jungkook mengatakan dirinya akan pulang setengah jam lagi maka dari itu Hana memutuskan memasak untuk makan malam dengan cepat.
Dirinya tahu jika Jungkook pasti belum makan.
Selesai memasak dan menaruh apron coklat milik Jungkook ke tempatnya, tenggorokan Hana terasa sangat kering kemudian memutuskan membuka lemari pendingin mengambil air minum.
Setelah menaruh kembali botol minum dan menutupnya, gerakan Hana terhenti seketika karena merasakan tubuhnya di peluk dari belakang.
Dari aromanya, tentu Hana tahu siapa pelakunya. Di tambah orang yang memeluknya kini mencium tekuknya.
Tubuh Hana meremang karena sentuhan Jungkook. Yah, Jungkook tadinya diam-diam memperhatikan gadisnya. Memeluknya karena kadar rindu yang sudah tidak bisa di toleransi lagi.
"Saya rindu." Bisik Jungkook dengan suaranya yang berat. Terdengar letih namun seksi di pendengaran Hana.
"Oppa.." Hana hendak memutar tubuhnya namun Jungkook melarang,
"Tidak, jangan. Seperti ini dulu sayang."
Sunyi karena tidak ada yang berbicara, hanya helaan nafas dan detak jantung keduanya yang terdengar. Hana merasakan dada Jungkook yang terus menghimpitnya dalam dekapan hangat.
"Oppa.." Hana memutar kepalanya ke samping, dimana letak wajah Jungkook berada. Memperhatikan prianya dengan rahang jantan benar-benar berada disini bersamanya, mendekapnya dengan hangat. "Aku juga rindu." Lirih Hana.
Dengan pelan Jungkook memutar tubuh Hana, memperhatikan wajah gadisnya, melihat mata Hana yang sudah berkaca-kaca karena ini pasti sebab kebodohannya.
"Sayang—" Ucapan Jungkook terhenti karena Hana yang memukul dadanya tanpa henti, menangisi dirinya dengan isakan yang terus membuat Jungkook merutuki dirinya.
"Bodoh! Bodoh! Kau darimana saja?!!" Teriak Hana.
Pria Jeon itu tidak menjawab, membiarkan Hana terus memukulnya tanpa menghentikan. "Kau bodoh!!"
"Ya, maafkan saya."
"Ti-tidak.. Hiks.. Tidak! Aku tidak mau memaafkanmu! Tidak!!"
"Hana—"
"Kau tahu?!! Aku— aku sangat merindukanmu! Aku tidak tahu kau berada dimana! Kau menghilangkan. Dan— hiks.. Dan aku mencarimu tapi tetap tidak menemukanmu dimana pun. Kau bodoh! Jelek! Hiks.. Ahjussi.. Huweee.. Hana rindu sekali, bodoh!"
Ahh, situasi yang Jungkook alami kini antara gemas dan rasa bersalah. Tidak kuat melihat Hana yang lucu dan imut seperti anak kecil ketika menangis tetapi juga merasa bersalah karena dirinya yang membuat Hana menangis sekeras ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
OM JEON [M] ✔
Fanfiction(Mature 21+) - [TAMAT] "Jeon, pria dewasa yang terjebak cinta pada si gadis kecil." ↪ Setting Place : Korea Selatan
![OM JEON [M] ✔](https://img.wattpad.com/cover/188026639-64-k641684.jpg)