\35\

9.3K 692 50
                                        

Nohhh.. aku double up karna cerita ini udah 25K :') (msh dikit pdhl tp dah seneng)

Aku msh bingung nih, cerita abal-abal ku kenapa mau di baca orang ya? :')



•••
Mobil hitam Jungkook memasuki halaman rumah Hana. Hari sudah hampir sore ketika mereka sampai di Seoul.

"Ahjussi— eh Oppa tidak mau mampir dulu?" Tanya Hana ketika Jungkook mengeluarkan koper pink mininya. Gelengan yang Hana terima dari Jungkook membuat gadis itu agak kecewa.

"Ahh.. Sayang sekali." Lirihnya kemudian menerima koper dari tangan Jungkook.

Jungkook yang tahu gadisnya bersedih mengutas senyum manis, "Besok saya antar ke kampus, bagaimana?"

"Harus janji dulu." Hana menunjuk jari kelingking nya dan di terima Jungkook dengan menautkan jari kelingking pula. Sangat kekanakan namun Jungkook suka karena itu adalah Hana.

"Hmm.. Saya berjanji. Masuklah, istirahat."

"Ahjus— Oppa juga hati-hati, dahh.."

Hana melihat mobil Jungkook perlahan meninggalkan halaman rumahnya dan tak terlihat lagi. Hana menghela nafas karena sedikit tidak rela berpisah dari kekasihnya itu. Uhhh.. Hana sebenarnya masih malu mengatakan kekasih, tapi dia suka. Tapi— ah sudahlah.

"Hana pulang!!" Teriaknya.

Yoongi muncul dari dapur hanya dengan memakai celana pendeknya, menemui Hana yang sudah menengok kesana-kemari, karena rumahnya sepi.

"Aduh, Papa! Kemana bajunya?" Tumben sekali memang Papanya begitu. Mencurigakan.

"Eoh.. Ka-kau sudah pulang ya?"

Melihat Papanya yang gugup semakin membuat Hana penasaran, di sipitkannya matanya dan memperhatikan penampilan Papa Yoongi.

"Papa— eum.. Kenapa sangat aneh.. Papa kan tidak suka shirtless dirumah kecuali di ruangan Gym. Hmm.. Aneh— aww.. Ya! Papa ini sakit!"

Yoongi yang baru saja mencubit telinga dan pipi Hana bergantian tidak merasa bersalah yang ada kini hanya malu yang mendominasi, "Sudah bicaranya?"

"Yoongi? Ada apa? Kenapa ribut-ribut?"

Kedua pasang Ayah dan anak itu melihat ke sumber suara. Mata Hana membelalak kaget melihat Wendy disana.

"A-ah.. Eo-eonni kenapa.. I-itu.."

Hana menghubungkan segalanya, Papanya yang tumben berpakaian begini dan Wendy yang hanya memakai baju kimono kecil yang memperlihatkan paha putih dan sedikit dadanya juga kelihatan. Hana juga melihat banyak tanda ungu di leher Wendy, yang kini wanita Son itu tutup-tutupi namun percuma, Hana sudah melihatnya—hampir semua.

Mata kecoklatannya kemudian ikut memindai sang Papa. Wahh.. Kenapa Hana sedari tadi tidak sadar? Papanya juga memiliki tanda ungu walau hanya beberapa.

"Ka-kalian—" Hana bahkan tidak sanggup mengatakan apapun lagi. Pikirannya kini malah di penuhi adegan mesumnya dengan Jungkook tempo hari.

"Hana ini—"

"Apa kalian membuat Hana adik?" Potong Hana ketika Yoongi hendak menjelaskan.

"A-adik?" Kaget Yoongi, di liriknya Wendy yang kini sudah memerah dan salah tingkah karena anak dari kekasihnya tahu perbuatan mereka.

"Benarkan?" Tanya Hana lagi memastikan.

"A-anak kecil tidak perlu tahu, sana.. Kembali ke kamarmu!" Yoongi mendorong tubuh Hana pelan.

"Anak kecil apanya?" Gumam Hana dalam hati, bahkan dirinya dan Jungkook sudah begitu. Apanya yang anak kecil?

Setelah membiarkan Papa Yoongi mengusirnya, Hana kini merebahkan tubuhnya ke kasur empuk yang sudah beberapa hari ini di tinggalkannya.

OM JEON [M] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang